
Disebuah rumah sakit besar terdapat dua keluarga besar yang sedang menunggu kelahiran seorang bayi, mereka merupakan dua keluarga ternama di kota Huljin,
"Oekkk"
"Oekkkkk"
"Selamat ,apa anda dengar, cucu kita sudah lahir Tuan Wen" ucap salah satu pria berkacamata
"Selamat untuk anda Juga tuan Li" sahut pria bernama Wen itu,
"Ceklekk"
"Bagaimana dokter, cucu kami sehat kan"?
" Sangat sehat, dia bayi perempuan yang sangat cantik,selamat tuan " ucap dokter yang baru saja keluar dari ruangan bersalin
Mereka saling lirik, bukankah saat di periksa dokter mengatakan bahwa mereka akan memiliki cucu laki laki, bagaimana bisa mereka mendapatkan cucu perempuan lagi pikir mereka, namun tak mau banyak berpikir mereka segera masuk kedalam ruangan bersalin milik anak mantu mereka,
"Selamat Nak, kau sudah menjadi seorang ibu" ucap tuan Wen,
Wanita itu menundukkan kepala nya, kedua keluarga itu berharap besar padanya untuk melahirkan seorang cucu laki laki, tapi yang lahir adalah anak perempuan, dia sendiri belum melihat anak nya itu, dia takut dan malu karena sudah membuat keluarganya kecewa, terutama sang mertua, dia memiliki satu kakak ipar yang juga telah melahirkan seorang anak perempuan,
"Jangan sedih, ini sudah kehendak dewa, dia menginginkan keluarga kita penuh dengan anak perempuan yang cantik, iya kan tuan Li"?
Tuan Wen bukan orang yang kolot, dia sangat besar hati dan penyayang, dia tidak memaksa anak anak nya untuk memberikan nya cucu laki laki, semua sudah takdir, kali ini dia harus mempunyai cucu perempuan lagi,
" Benar, jangan bersedih nak, cucu pertama ku adalah perempuan, apa masalahnya, perempuan juga baik baik saja, " sahut tuan Li yang merupakan ayah dari si ibu bayi,
"Nyonya, silahkan susui putri Anda, sepertinya dia lapar" ucap Suster memberikan bayi mungil tersebut
Semua mata menoleh dan memandang ke arah Bayi yang menggunakan selimut berwarna pink itu,
__ADS_1
Mata tuan Li dan Wen berbinar, bayi itu memiliki kulit sehalus giok, dengan bibir mungil berwarna merah ceri, bulu mata nya lentik dan berambut tebal hitam gelap segelap malam
"Ya Dewa, dia cantik sekali" sambut tuan Li mengambil cucu nya dari pangkuan suster tersebut,
Sang ibu dari si bayi menatap anak nya, jantung nya berdebar kencang, ternyata dia melahirkan bayi secantik itu, hatinya langsung berbunga, rasa kecewa nya tadi hilang seketika, yang ada hanyalah rasa bahagia yang teramat dalam, dan akhirnya tangis penyesalan nya pun pecah,
"Peluklah dia nak, lihatlah betapa cantiknya malaikat kecil yang dewa titipkan pada kita" ucap tuan Li memberikan bayi itu,
"Maafkan ibu nak, ibu menyesal tidak langsung mendekapmu" ucap nya memeluk dan mencium kening si bayi, dalam tidurnya bayi itu tersenyum cantik, dan membuat semua orang semakin jatuh cinta pada pesona nya,.
*****
Di rumah sakit yang sama, Ada pula seorang pria yang merupakan pebisnis besar sedang menunggu gelisah didepan pintu ruang gawat darurat, dia bersama dengan istrinya yang tidak berhenti menangis,
"Ceklek"
"Bagaimana dokter, apa putra kami baik baik saja"?
Mendengar ucapan sang dokter wanita itu semakin menangis, putra laki laki nya baru saja mengalami penculikan dan penembakan di bagian punggung nya, dan membuatnya harus di larikan ke rumah sakit tersebut,
"Putra kita akan baik baik saja, percayalah" hibur sang suami,
**********
16 Tahun kemudian,,,,
"APA YANG KAU LAKUKAN ZIA LI, KAU INI ANAK PEREMPUAN, TAPI SIKAPMU BENAR BENAR BAR BAR"!!! Teriak seorang guru mengejar seorang gadis cantik yang berlari sambil tertawa terbahak bahak, gadis itu terus berlari tanpa melihat jalan yang dia lalui, hingga akhirnya dia menabrak seseorang
" Brukkkkkkk"
"Awwhhhhh apa yang kau lakukan Zia, astaga, kau ini"
__ADS_1
"Hehehe maafkan aku kakak, tapi guru itu terus mengejarku" sahut Zia Li,
"Apa lagi yang kau perbuat kali ini, apa kau tidak lelah keluar masuk ruang BK"? Tanya gadis manis yang di panggil kakak oleh Zia,dia adalah kakak sepupu nya yang bernama Wen yi,
" Aku hanya melepas tutup pentilasi ban motor nya, siapa suruh dia sangat menyebalkan, "
"Paman bisa marah jika tau kau nakal lagi, aku benar benar tidak habis pikir astaga"!! Ucap Wen Yi,
Wen Yi menatap dari atas hingga bawah, penampilan Zia benar benar jauh berbeda dengan sikapnya, gadis itu terlihat polos, lugu dan sangat cantik, tapi sikapnya yang bar bar membuat wajah cantiknya tertutupi, dia selalu membuat onar dimanapun dia berada, dan hal itu di karenakan sang ayah tidak pernah menerima kehadiran nya, saat tau Yujin melahirkan seorang anak perempuan, tuan Li Xaoran yang saat itu sedang berada di perbatasan,sama sekali tidak pulang dan kembali saat usia Zia sudah tujuh tahun, dia adalah seorang panglima di kemiliteran, dia sangat mengharapkan seorang anak laki laki namun yang terlahir adalah seorang anak perempuan, dan hal itu membuatnya kecewa dan selalu mengabaikan keberadaan Zia, dia hanya berbicara seperlu nya saja, sehingga membuat Zia Li tidak pernah merasakan perhatian dari sosok mahluk yang di sebut ayah,
Setiap hari Zia Li selalu mengerjai para guru laki laki karena menurutnya hal itu membuat dia merasa di perhatikan, terutama guru yang bernama Josep, guru sains itu sangat penyayang, senakal apapun Zia, dia selalu siap membela dan memaafkan nya, karena Wen yi sudah menceritakan apa penyebab Zia menjadi gadis yang brutal seperti itu, Josep dan istrinya belum di berikan seorang anak, karena itulah dia menganggap para muridnya adalah putra dan putri nya sendiri, terutama si degil Zia Li, tapi meskipun bar bar nilai mata pelajaran Zia selalu baik dan mendapatkan juara kelas, setiap tahun orang yang akan mengambil tropi penghargaan adalah sang kakek yaitu Tuan Li dan Tuan Wen, mereka hadir secara bergantian, mereka sangat menyayangi dan memanjakan Zia Li,
"Hemm Zia, tolong kau bersikap normal satu kali saja, bapak sudah sangat lelah" ucap Josep dengan nafas terengah engah,
Zia menoleh dan memeluk guru nya itu, kemudian meminta maaf, dan mengembalikan tutup ventilasi motor tua milik josep,
"Motor bapak sudah tua, mari kita ganti yang baru" ucap Zia enteng
Mata Wen Yi melotot, jangan katakan bahwa Zia akan membelikan motor baru untuk guru kesayangan nya itu pikir Wen Yi, dan yang akan dimintai uang tentu saja kakek nya Tuan Wen,
"Uang darimana, biarpun tua tapi dia masih berguna, bapak tidak akan menjual nya" ucap Josep
"Siapa yang suruh bapak menjualnya, walaupun di jual juga tidak akan ada orang yang tertarik, iuuuhhh sangat jelek" ejek Zia Li
"Mulai" tegur Wen Yi
"Hehehee, tenang pak, Aku berjanji, saat dewasa nanti aku akan bekerja, dan membelikan motor baru untuk bapak, menggunakan hasil keringatku sendiri ya pak, pegang janji ku ini" ucap Zia Li memberi hormat lalu berlari pergi ke kantin, karena perutnya sudah merasa lapar,
Josep dan Wen Yi saling lirik, dan membubarkan diri, Wen Yi adalah sepupu Zia, dia putri dari kakak Tuan Li Xaoran dan dia adalah seorang mahasiswa di fakultas yang berada di samping sekolah milik Zia Li, karena itulah mereka selalu bertemu setiap hari dan membuatnya bisa memantau pertumbuhan adik sepupunya itu dari dekat, .
Bersambung❣️
__ADS_1