
Keesokan hari nya Zia terbangun dengan kaki yang masih terasa kaku, dan dia berpikir untuk bolos sekolah hari ini, perlahan dia mencoba untuk duduk, meski susah dia terus mencoba, Zia menatap jam dinding ternyata hari masih pagi karena itulah belum ada orang yang membangun kan nya,
"Sial sakit sekali" gumam Zia, lalu dia teringat kembali kejadian kemarin saat dia memecahkan kaca tanpa menyentuh nya,
Zia menatap kedua telapak tangan nya, lalu mencoba untuk memusatkan pikiran nya dan mencoba untuk menghancurkan cermin lagi
"Syuhhhhh"
"...... "
Tidak terjadi apapun, lalu dia mencoba untuk kedua kalinya,
"Hancurrrr"!! Teriak Zia lagi
"...... " namun Lagi lagi tidak terjadi apa apa,
"Fuuhhh mungkin hanya kebetulan saja" gumam Zia berhenti untuk mencoba, namun saat dia menyentuh lututnya, tiba tiba kaki nya terasa dingin, Zia terkejut dan menatap kembali kedua tangan nya,
"Fuhhh, Fuhhh"
Zia meniup kedua telapak tangan nya dan menyentuh kembali lututnya yang terluka, ada esensi sejuk menjalar ke seluruh urat syarafnya, Zia masih fokus dan mengusap kedua kaki nya satu persatu, entah apa yang terjadi, kaki Zia yang terasa kebas kini kembali normal, darah yang tadinya seakan beku terasa mengalir lagi seperti biasa,
"Fix, gue punya ilmu sihir" ucap Zia berdiri, dan berjalan menuju kamar mandi,
"Suiitt, suiiitt, Suiiitttt"
Zia bersiul riang di dalam kamar mandi, dia senang karena telah menyadari bahwa dirinya mempunyai kekuatan di luar nalar manusia,
"Wusshhhhh"
"Wusssshhhh"
Zia bermain main dengan semua benda yang berada di kamar mandi, Sabun, sikat gigi, handuk dan botol sampo semua berterbangan di udara, sedangkan si pelaku berbaring santai di dalam bak mandi nya,
"Seru juga, tapi hal ini harus ku sembunyikan, orang lain tidak boleh tau, kalo kepepet doang baru gunakan" pikir zia,
"Tok, Tok, Tok"
"Brukkkkk"
"Brakkkkk"
__ADS_1
Semua benda yang berterbangan di udara jatuh seketika dan berhamburan di lantai, Zia terkejut saat ada seseorang yang mengetuk kamar mandi nya,
"Non, Nona muda tidak apa apa kan, ini Bibi non"! ucap Bi ong
" Ya bi, aku lagi mandi, katakan pada ibu, aku akan segera turun" ucap Zia
"Bagaimana dengan luka nona, nyonya bilang tidak perlu masuk kelas hari ini, beliau yang akan meminta izin kepada wali kelas anda" ucap Bi ong lagi
"Aku baik baik saja, aku akan berangkat ke sekolah, dan katakan pada ibu, hari ini aku ingin diantar ayah ke sekolah" ucap Zia
"Baik non, saya permisi dulu" ucap Bi ong berlalu dari kamar Zia,
*****
Tiga puluh menit kemudian, Zia meluncur dari atas tangga seperti biasanya, dia lupa bahwa hari ini ada ayahnya di sana, tuan Li yang melihatnya pun langsung melongo tak percaya dengan tingkah absurd putrinya, dan apa yang terjadi, bukankah kemarin lutut Zia terluka, kenapa hari ini tiba tiba saja Zia bertingkah seperti tidak terjadi apa apa batin nya,
"Wuiiihhhhhhhhhh"
"Opppsssss"
Zia meluncur dengan selamat, namun dia baru tersadar, ayah dan ibunya sedang menatap nya sambil tercengang,
" Hehe, ini sangat ajaib, setelah aku dipeluk ayah, semua luka terasa sembuh, termasuk yang di dalam hati" ucap Zia
Xaoran dan Yujin saling tatap dan seolah tak percaya tapi semua nyata, Zia memang sudah baik baik saja,
***
Sesuai dengan keinginan nya, pagi ini tuan Xaoran mengantarkan Zia ke sekolahnya, digerbang sana sudah ada Wen yi yang menunggu nya seperti biasa,
"Good morning princess" sapa Zia mengecup pipi Wen Yi
"Hehe, morning, selamat pagi om, apa kabar"?
" Baik, titip Zia , jika dia nakal lagi langsung laporkan saja, om sendiri yang akan menghukum nya" ucap Li Xaoran
"Iya siap om , beres" ucap Wen yi tersenyum, dia bahagia saat mengetahui Zia sudah berbaikan dengan Ayahnya, dan Zia sudah memberitahunya semalam, karena itulah Wen yi tidak terkejut saat Zia berangkat di antarkan oleh paman nya itu,
"Lututmu kok bisa cepat sembuh, padahal kemarin parah sampai kau cacat" ucap Wen yi terkekeh pelan
"Dewa sangat menyayangiku kak, dia memberikanku kebahagiaan dua kali lipat, " sahut Zia bercerita sambil berjalan ceria,
__ADS_1
"Wussshhhhhh"
"Ehmm bau wangi ini lagi" gumam Zia,
"Hey, kakak tampan"
Pemuda itu adalah pemuda kemarin yang berpapasan dengan Zia dan Wen yi, Zia mengenali nya dari bau tubuhnya yang menurut Zia sangat wangi,
"Sssttt, jangan malu maluin Zia, kita gak kenal dia" bisik Wen yi,
mendengar panggilan Zia pemuda itu berhenti dan berbalik, sedangkan gadis beracun itu langsung datang menghampiri nya,
"Wah, tampan sekali, wangi, tinggi, ehhmm tapi sayang, ekspresinya seperti es balok, sangat dingin dan kaku" gumam Zia mengelilingi pria tersebut, sedangkan Wen yi sudah menutup wajah nya menahan malu, bagaimana bisa Zia menyentuh orang sembarangan seperti itu pikir nya
"....... "
Tanpa berkata apa apa, pemuda itu kembali berbalik dan menyunggingkan senyum di bibirnya , lalu pergi begitu saja
"Hey kakak, siapa namamu"? teriak Zia,
" Nama nya Felix wang Zia, dia mahasiswa baru, pindahan dari universitas kota woobin" ucap Wen yi
"Wah, kenapa kau tau kak, apa kalian sudah berkenalan, ini tidak adil, dia begitu dingin kepadaku , tapi denganmu tidak ckkkk" decak Zia sebal
"Kami tidak berkenalan, hanya tau saja, lagipula dia satu kampus denganku, hanya saja dia belajar jurusan Bisnis, jadi kami beda kelas" ucap Wen yi
"ehmm enak sekali hidup mu kak, dikampusmu banyak sekali pria tampan, meskipun ku akui, kakak tadi yang paling tampan" ucap Zia lagi, Wen yi menggaruk tengkuknya yang tak gatal, mata Zia memang jeli, dia bahkan sudah tau bahwa pemuda itu sangat lah tampan,
******
Dilain kota sebuah kelompok berpakaian serba hitam sedang melakukan diskusi terpadu, mereka adalah anggota Cyber yang selalu membantu pemerintah untuk menghapuskan segala bentuk kejahatan, nama kelompok mereka adalah eagle eye atau kelompok mata elang, mereka beranggotakan dua puluh orang dengan sembilan belas pria dan satu wanita muda yang bernama Hyena , usianya baru menginjak dua puluh dua tahun, dia cerdas, tangkas, dan tidak pernah gagal saat bertugas,
Mereka sedang berdiskusi tentang para bandit yang meresahkan di kota huljin, satu bulan yang lalu kelompok itu sudah di bubarkan namun satu minggu kemudian mereka membentuk kelompok baru lagi, dengan anggota yang lebih berbahaya, rata rata mereka beraksi pada saat malam hari,
"Baiklah, sudah di putuskan nanti malam kita akan mulai beraksi, bayaran kita kali ini lebih tinggi dari sebelum nya, karena resiko kita juga lebih tinggi, target akan melakukan transaksi senjata nanti malam,mereka bertransaksi dengan mafia ternama, black Dragon, kita hanya perlu menyingkirkan kelompok bandit saja karena mereka akan berbuat curang" ucap Ketua tim Eagle yang bernama Zerox itu lagi,
Siang berganti malam, matahari kini telah bertukar tugas bersama Bulan, tim Eagle eye sudah berpencar di segala penjuru kota, mereka tidak lupa untuk menggunakan sebuah microphone kecil yang bertengger di telinga kiri mereka, benda itu sangat membantu tim untuk melancarkan setiap aksinya, dan tugas kali ini tidak bisa dianggap sepele,karena bandit yang akan mereka tangkap memiliki kewaspadaan yang cukup tajam,
"Hyena apa kau mendengarku, target berjalan ke arah utara, di perkirakan dia akan tiba dalam waktu lima menit" ucap salah seorang anggota tim
"Aku tau, aku melihat target" ucap Hyena, inilah yang paling di sukai oleh tim dari gadis itu, dia sangat cepat saat beraksi untuk membidik target.,
__ADS_1