Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
A Start


__ADS_3

Laksmi menunjukkan sebuah iklan casting pada Ajeng yang kala itu selesai nge-gim di apartemen miliknya.


"Apa aku bisa ikut ini?" tanya Ajeng pada Laksmi dengan tatapan bertanya. Laksmi seperti biasa hanya menjawab dengan ekspresi datar.


"Kau pasti bisa, karena kau sudah menyelesaikan sekolah aktingmu. Kau juga sudah ikut beberapa film pendek. Kenapa kau tidak percaya diri?"


"Tapi kali ini adalah sebuah film produksi Giant Production. Film itu bukan sembarang film yang bisa diperankan oleh seorang aktris sepertiku." Ajeng nampak ragu.


"Aku dapat kabar, kalau sutradaranya adalah Kyle Marry Tracya."


"Apa?" sahut Ajeng terkejut. Kyle adalah mantan kekasih Raka.


"Apa kau tidak penasaran bermain film dengannya?" tanya Laksmi mencoba memprovokasi.


Ajeng nampak diam karena merasa tak mampu menjawab. Selama ini dia hanya mendengar namanya dan hanya bisa memandang wajahnya di berita-berita yang pernah dibacanya. Dia belum pernah sama sekali bertemu langsung dengannya. Pernah sekali waktu itu  Stella Adler Academy of Acting & Theatre tempat dia kuliah akting mendatangkan Kyle sebagai dosen tamu, namun saat itu Ajeng tidak dapat hadir karena ada urusan lain. Dan sebenarnya dia ingin melihat langsung Kyle. Dia ingin tahu seperti apa orang yang pernah mengisi hati Raka itu.


"Ini adalah jalan kamu untuk bisa menjadi seorang aktris, kau harus coba!"


"Aku hanya takut, kemampuan aktingku ditertawakan Kyle. Dia pasti tahu aku kan Kak?" tanya Ajeng. Karena dia sempat muncul di berita dengan Raka. Tentu saja Kyle pasti mengetahuinya. Dan bukan tidak mungkin Kyle pasti merasa tidak senang padanya.


"Kau cukup hebat kok!" kata Laksmi. Ajeng mendengarnya cukup kaget. Karena selama lima tahun ini Laksmi tinggal bersamanya, baru kali ini dia memujinya secara langsung.


"Benarkah?" tanya Ajeng cukup terharu.


"Bahkan seorang Tom Hanks pun memuji akting mu saat dia melihat film pendekmu?"


Ajeng kemudian tersenyum. Itu benar, Tom Hanks pernah memberikan komentar saat festival film pendek tahun lalu dimana dirinya menjadi pemeran utamanya. Meskipun dia belum mendapatkan pernghargaan. Tapi dia merasa kalau jalannya menjadi seorang aktris seolah terbuka lebar.


"Aku akan menyiapkan video CV mu."


Ajeng kemudian memeluk Laksmi sebagai tanda terima kasihnya atas bantuan Laksmi selama ini. Dia lah pengganti keluarganya saat di sini. Ibu Rika sungguh baik hati mengirim Laksmi untuknya. Meskipun Laksmi memang dibayar Ibu Rika untuk menemaninya, tapi Ajeng sangat bersyukur mendapatkan seseorang seperti Laksmi di sampingnya.


"Lepaskan aku tidak bisa bernapas!" ucap Laksmi dengan suara yang berat.


"Kak, terima kasih kau sudah membantuku selama ini." Ajeng memberikan ucapan terimakasihnya dengan senyuman terbaiknya untuk Laksmi.

__ADS_1


"Aku hanya menjalankan perintah dan tugas dari Ibu Rika, dan aku dibayar, jadi tidak usah berlebihan seperti tadi!" jawab Laksmi dengan nada bicara yang dingin. Namun Ajeng tidak peduli, dia tahu yang sebenarnya kalau Laksmi bukan hanya sekedar menjalankan tugas dari Ibu Rika, tapi dia juga punya ketulusan. Hanya saja Laksmi tidak mau menunjukkan itu secara langsung padanya.


"Pokoknya aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus untuk kakak."


Laksmi membalikkan badannya dan meninggalkan Ajeng menuju ruang peralatan sambil menyembunyikan perasaan harunya yang tidak dia tunjukkan. Dia akan mengambil kamera dan peralatan lainnya untuk merekam video CV Ajeng untuk audisi atau casting film itu.


.


.


.


Sementara itu, di Indonesia Raka disibukkan dengan acara Grand Opening Hotel Mahesa di Bali. Sebuah hotel yang dibangun di sana dengan dana investasi dari Mr Zayyed. Sebenarnya pembangunan hotel itu sudah lama, hanya karena kekurangan dana Hotel Mahesa tidak segera selesai. Namun di bawah pengawasan Raka sebagai Presdir baru dan dengan investasi Mr Zayyed akhirnya cabang Hotel Mahesa di Bali rampung dan akan segera dibuka. Banyak persiapan dan perencanaan yang dilakukan Raka dan juga bawahannya. Dengan dibantu Daniel Chan, Raka mampu mengatasi semua masalah di perusahaan hotelnya itu.


"Daniel, apa jadwalku setelah ini?" tanya Raka menanyakan jadwal selanjutnya pada Sekretarisnya setelah selesai melihat-lihat persiapan Grand Opening di Hotel Mahesa Bali.


"Mmm, jadwal Anda kosong sebenarnya dan Anda bisa bersantai sambil melihat pemandangan di sekitar Pantai ini, tapi barusan saya dapat telepon dari Ibu Sarah, kalau Anda harus segera terbang ke Jakarta untuk mengurus dokumen penting di Kantor Pusat Pak!"


Raka mendengus kesal. Tenyata menjadi seorang Presdir itu tidak ada enaknya sama sekali. Tetap saja dia harus bekerja keras bahkan melebihi anak buahnya sekali pun. Karena waktu luang dan bersantainya pun kadang harus digunakan untuk urusan-urusan perusahaan. Raka merasa dijajah oleh jabatannya sendiri.


"Padahal aku baru saja ingin bersantai sejenak. Ya sudah ayo berangkat!" kata Raka dengan semangat yang dipaksakan.


"Pak, ada yang harus saya laporkan juga ..." sambung Daniel sambil berjalan mengikuti langkah Raka di depannya menuju mobil.


"Apa itu?" tanya Raka sambil membuka sedikit kancing baju setelan jasnya karena gerah. Dan membiarkan angin menerpa dadanya yang kekar dan keras.


"Orang yang kita suruh untuk mencari tahu keberadaan kakak dari mantan istri Ba ...." Ucapan Daniel terhenti karena Raka yang di depan nya tiba-tiba berhenti.


"Daniel ... aku sudah bilang kalau dia bukan mantan istri. Dia masih istriku karena sampai saat ini aku belum menceraikannya. Dan tidak akan pernah menceraikannya." Raka sedikit berbicara dengan nada dingin sehingga membuat suasana di sekitaran Daniel sedikit terbawa dingin membuat bulu kuduknya berdiri saking tegangnya mendengar ucapan Raka.


"Ma- maaf Pak, saya ralat ...."


"Ya sudah, lanjutkan!" kata Raka sambil melanjutkan kembali langkahnya.


"Sekarang dia kembali lagi ke rumahnya yang dulu."

__ADS_1


Raka kembali lagi menghentikan langkahnya. Dan berbalik kembali ke arah Daniel. Sampai-sampai Daniel merasa kalau Raka akan berbuat sesuatu padanya.


"Apa itu benar?"tanya Raka dengan mendelikkan matanya. Wajahnya yang tadi beraura dingin seketika berubah seperti bayi yang diberi susu. Imut dan menggemaskan.


"Be-benar Pak." Daniel merasa gugup dengan perubahan sikap Raka.


"Kerja bagus, sekarang aku bisa menemuinya dan menanyakan Ajeng berada di mana!" seru Raka.


"Ka-kalau itu, aku juga baru dapat kabar dari seorang temanku di LA, kalau mantan is ... eh maksud saya istri Bapak sekarang berada di sana."


"Apa kau bilang?" kali ini tampak jelas muka Raka yang kaget.


"Temanku itu tahu kalau dia adalah mantan ... eh istri Bapak ...." Daniel memukul-mukul mulutnya yang selalu salah menyebutkan tentang status Ajeng di depan Raka.


"Kenapa dia ada di LA?" sesal Raka ternyata selama bertahun-tahun pencariannya, dia baru tahu keberadaan Ajeng di sana.


"Di - dia sekolah akting di sana Pak," jawab Daniel merasa risih karena badan Raka terlalu condong padanya. Membuatnya seperti tampak kalau Raka akan menciumnya.


"Sekolah akting. Apa dia mau jadi seorang aktris?" gumam Raka. Namun sesaat dia hanya tersenyum simpul.


"Rupanya dia menggunakan uangku dengan bijak," batin Raka puas. Dia mengira kalau Ajeng sekolah dan tinggal di sana dengan uang yang sempat dia transfer ke Ajeng sebagai uang bekal Ajeng untuk bertahan hidup selama dia harus menjadi sapi di Hotel Mahesa.


"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?" tanya Raka.


"Saya baru dapat kabar secara tidak sengaja saat menceritakan pada temanku kalau aku bekerja denganmu. Dan kebetulan temanku itu pernah melihat Ajeng di sana secara tidak sengaja di Stella Adler Academy of Acting & Theatre."


"Oh begitu rupanya," Raka kemudian kembali berjalan. Kali  ini Daniel melihat kalau langkah kaki Raka seperti ringan tidak seperti sebelumnya. Daniel hanya tersenyum melihat Raka yang nampaknya sekarang suasana hatinya sedang bagus. Dan semangat yang tadi terlihat terpaksa kini berubah menjadi semangat penuh 45 menuju mobilnya.


"Apa sebegitu senangnya dia mendengar berita mantan ... eh istrinya sampai dia berubah seketika." Daniel bergumam sendiri sambil tersenyum melihat punggung Raka yang nampak tegak berbeda dari beberapa menit sebelumnya.


Bersambung ...


Hai para reader, terimakasih sudah menjadi pembaca setia.Jangan lupa untuk memberikan dukungan untuk author dengan memberika like, komen dan vote yang banyak agar dapat rangking.


Terimakasih yang sudah pengertian. Author doakan supaya nanti masuk surga. Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2