Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
Ayam apa Kambing?


__ADS_3

Daniel tertegun melihat Laksmi yang sekarang dia lihat ini sedang tertawa menutup mulutnya.


"Beb, kok kamu bisa ketawa gitu, apa aku ngomongnya yang lucu?" tanya Daniel heran.


Laksmi sepertinya baru sadar kalau dia sudah tertawa di depan Daniel buru-buru menghentikan tawanya dan bersikap menjadi beruang kutub lagi.


Sementara Arya yang tidak terlalu menanggapi Laksmi masih melihat kuku-kukunya.


"Pssst ... psssttt" Danile mencoba memanggil Arya yang sedang melihat ke arah kukunya. Sepertinya Arya tidak begitu peduli dengan panggilan Daniel.


"Bang Gor!" panggil Daniel sambil berusaha menjentik-jentikan jarinya di depan Arya.


"Apaan si Boon."


Daniel geregetan melihat Arya yang tidak paham dengan kode isyaratnya itu. Daniel berupaya memberi kode pada Arya agar dia bisa melakukan sesuatu yang membuat Laksmi tertawa lagi. Tapi Arya malah asyik menggigit-gigit kukunya kini membuat Daniel menjadi mual.


HUUUUEEEEEEEK ... HWEEEEK


"Loe jorok banget sih Bang jadi orang?" seru Laksmi keluar galaknya.


"Yeyy, gini aja disebut jorok, gue lagi bersihin kuku justru," jawab Arya beralasan.


"Enggak pake gitu juga kali Bang!" seru Daniel juga ikutan protes.


"Hmm, iyalah. Sorry kalau sudah buat kalian jijik. Gua habis bersihin kandang burung si Shanum tadi ...."


"Bang perlu ya loe cerita habis bersihin kandang burung terus jari dan kuku loe habis bersihan eek burung eloe gigit-gigit gitu di  depan orang hamil pula, amit amit jabang bayi," omel Laksmi disertai dengan mantra jijik untuk menghindar supaya janin yang dikandungnya tidak seperti orang yang sedang dia saksikan.


Mendengar itu Arya langsung melonjak dan memperbaiki posisi duduknya. Kini posisi duduknya persis seorang gorila sungguhan dengan mata yang membulat. Ekspresi wajah Arya yang tiba-tiba berubah itu sontak  membuat Laksmi tertawa tertahan. Dan itu sempat sekilas dilihat Daniel. Meskipun hanya sekejap tapi Daniel bisa menangkap kalau Laksmi sedikit lebih baik dibandingkan dari rumah sakit tadi.


"Boon, bini gue lagi enggak masak nih. Loe suruh si Lutung kalau mau ke sini beli sate dulu!" perintah Arya yang tiba-tiba mengalihkan perhatian pada urusan perut.


"Oke Bang, sebentar aku telepon dulu!" Daniel kemudian meraih ponselnya dan mencari nomor bos kesayangannya itu.


"Eh, betewe kalian berdua belum menikah kan?" tanya Arya melihat wajah Laksmi dengan sorot mata yang tajam.


"Accident Bang."


"Apaaa! Sueeee lo Daniel loe nyolong start aja belum halal juga!" teriak Arya berusaha menjitak jidat Daniel yang sedang memegang ponsel menunggu teleponnya diangkat Raka.


"Aduuuh sakiiitt Bang!" jawab Daniel sambil mengusap jidatnya yang semakin maju ke depan.


"Ceritanya panjang. Aku mau numpang ke toilet!" ucap Laksmi berdiri.

__ADS_1


"Eh-eh tunggu dulu!" cegah Bang Gor panik.


"Kenapa Bang?" tanya Laksmi. Daniel pun sempat melirik ke arah Arya yang mencegah Laksmi pergi ke toilet.


"I-itu, Boon gimana ya. Pintu kamar mandinya belum sempat gua perbaiki," jawab Arya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Loe Bang, dari kemarin emang belum dibenerin. Terus selama ini pakai apa nutupnya?" tanya Daniel heran dengan Bapak Kepala Keluarga itu.


"Pakai kain, heheehee."


Laksmi yang tidak mengerti berusaha bertanya pada Daniel.


"Itu Beb, pintu kamar mandinya tidak ada pintunya. Kemarin bekas didobrak Bang Gor waktu nyelamatin aku dari kecoa."


"A-apa. Kecoa, masa cowok takut sama kecoa!" ledek Laksmi.


"Niel, tapi aku ingin ke kamar mandi."


"Ya udah anterin sono Boon. Jagain di depan pintu kamar mandinya!" ucap Arya kemudian berjalan menuju kamar depan.


"Yuuk!" ajak Daniel kemudian menggandeng tangan Laksmi menuju kamar mandi. Dan di sana mereka berpas-pasan dengan Merry yang baru saja mandiin Shanum.


"Mau ke kamar mandi ya?" tanya Mbak Merry.


"Ya sudah, tapi maaf pintunya belum sempat diperbaiki!" ucap Merry tersenyum manis pada mereka untuk mohon dimaklumi.


"Tidak apa-apa Mbak, nanti saya bantu perbaiki!" jawab Daniel.


Kemudian Daniel segera menuntun Laksmi menuju pintu kamar mandi, atau lebih tepatnya kamar mandi yang tidak ada pintu penutupnya dan hanya ditutupi kain darurat sebagai penghalang.


"Hmmm, ya sudah Beb sana masuk. Aku jaga di depan sini ya. Tenang saja aku tidak bakalan ngintip!" ucap Daniel cengegesan. Dan Laksmi hanya tersenyum masam segera masuk ke dalam.


Daniel menunggu di depan pintu sambil bersiul. Seolah memberi tahu keberadaan Daniel masih menunggu Laksmi di depan kamar mandi. Daniel merasa mungkin Laksmi tidak akan terbiasa dengan kamar mandi di rumah sini. Secara dia kan wanita golongan atas yang biasanya mempunyai kamar mandi yang luas mewah dan lengkap.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Laksmi keluar juga. Kali ini wajah Laksmi terlihat cerah setelah dia membasuhnya. Daniel kemudian menyodorkan tangannya untuk diraih Laksmi. Namun Laksmi hanya memukul dan menepis tangan Daniel dan kemudian berjalan meninggalkan Daniel.


Daniel hanya bisa mengerucutkan bibirnya atas perlakuan Laksmi yang sedikit kasar padanya. Sampai di ruang tamu Daniel dan Laksmi kembali lagi duduk.


"Gimana udah nelepon dia nya?" tanya Arya.


"O iya Bang, lupa sampe lupa tadi kan kepotong ke kamar mandi," jawab Daniel kemudian dengan lincah kembali jarinya menggeser-geser layar ponselnya untuk mencari nomor kontak Raka.


"Halo Pak, sedang di mana?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Oh begitu, saya dengan Laksmi sedang mampir ke rumah Bang Gor. Dan kata Bang Gor Bapak suruh ke sini bawa sate!" ucap Daniel panjang lebar.


"Oh iya Pak, ah saya sate ayam. Beb kamu mau sate apa?" tanya Daniel. Bang Gor yang melihat itu gemes. Kenapa yang ditanya malah Laksmi.


"Sate kambing."


"Bang Gor, ayam apa kambing?" tanya Daniel kali ini Daniel menanyakan permintaan Bang Gor.


"Lo enggak salah kan Boon. Loe sengaja nanya begitu?" tanya Arya mulai seram wajahnya melotot.


"Ampun Bang. Kan aku cuma nanya Abang ayam apa kambing?" ucap Daniel menciut.


"Loe salah nanyanya Baboon. Kalau loe nanya gue ayam apa kambing. Gue jawab manusia. Lucknut juga you sama gue," geram Arya.


"Ooh ampun Bang. Ya ampun Bang pake dipermasalahkan begitu juga, maksud aku tuh Abang mau sate ayam atau sate kambing?" tanya Daniel. Kali ini dengan susunan kalimat yang benar.


"Nah gitu dong. Tadi loe nanya sama dia pake ada kata mau sate apa. Nah ke gue malah nanya gue ayam apa kambing. Gue heran sama loe, untung aja loe cakep!" jawab Arya menahan emosi.


"Hahahahhha. pppppffffhhh." Laksmi kali ini tertawa lagi mendengar perdebatan gorilla dengan baboon.


"Wooooiiii, jadi sate apa ini?" terdengar suara Raka di ujung ponsel Daniel.


"Pesenin gue sate kambing juga!" ucap Arya pada akhirnya.


"O-oke Bang!"


Daniel kemudian segera memberitahu pesanan Arya sambil terus melihat Laksmi yang tertawa terpingkal-pingkal karena sikap Bang Gor itu. Dan itu membuat Daniel sangat bahagia karena melihat senyum dan tawa Laksmi yang cerah.


\=\=\=\=  Catatan Author \=\=\=\=\=


Bang Gor    : Kemana aja Thor. Lama banget dah?"


Author           : Hehhe, maaf ya author lama karena nyari tebakan dulu buat loe bang.


Bang Gor    : Ya Allah Thor, tebakan apa sampe lama banget enggak nongol


Author        : Hewan apa yang suka rame di 17 Agustusan?


Bang Gor    : Ya ini mah gampang. Lumba-lumba kan? Lumba panjat pinang, Lumba makan kerupuk


Author       :🤪🤪🤪😵😵😵


Bang Gor : 🙄🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2