Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
Sik Asik Part 1


__ADS_3

Raka bertambah gemas saat Ajeng tak menggubris peringatannya saat Raka memintanya untuk berdiri tetap di tempatnya. Ajeng malah terus berjalan melewati Raka untuk mengambil kopernya. Raka yang sudah mengap-mengap seperti ikan mas koki itu sudah tak bisa berpikir rasional.


 


 


Ajeng kemudian mengangkat kopernya ke atas tempat tidurnya dan membuka kopernya, Sementara Raka mengawasi Ajeng dengan perasaan masih tidak percaya kalau di depannya ada Ajeng.


 


 


"Kak, cantikan mana gaunnya, yang ini atau yang ini?"tanya Ajeng menunjukkan dua buah gaun. Dan Raka sangat terkejut melihat kedua gaun itu adalah gaun kurang bahan. Yang satu gaun berwarna hitam kurang bahan atasnya dan yang satu gaun berwarna merah malah kurang bahan bagian bawahnya.


"Jelek semua," jawab Raka membuat bibir Ajeng jadi merengut.


"Memangnya mau kemana pakai baju itu?" tanya Raka sedikit kesal. Karena Ajeng sedang menguji ketabahan suami, jika berniat untuk memakai baju seperti itu.


"Mau makan malam romantis lah," jawab Ajeng sambil asyik mencoba-coba gaun itu ditempelkan ke tubuhnya. Mencari mana yang cocok.


"Sama siapa kamu mau makan romantis?" tanya Raka cemburu. Dia merasa terbiasa mendengar kalimat Ajeng yang suka pergi makan malam dengan banyak orang saat di LA.


 


 


Ajeng kemudian menghentikan perhatiannya pada dua gaun yang sedang dia pegang. Kini perhatiannya pada Raka yang sedang berdiri mematung sambil menatap tajam dirinya. Ajeng kemudian tanpa di duga menghampiri Raka dan mengalungkan kedua tangannya di leher Raka. Menerima perlakuan Ajeng yang tiba-tiba seperti ini membuat dia menelan salivanya saat Ajeng memeluknya seperti ini dengan hanya berbalut handuk. Coba tanya ke pria mana saja. Apa reaksi yang terjadi ketika dirinya dipeluk oleh seorang wanita yang masih dalam keadaan berhanduk. Pasti reaksinya akan sama.


 


 


Sama seperti apa yang terjadi pad Raka saat ini. Apalagi Raka sempat sekilas melirik ke arah dada Ajeng yang bongkahannya sedikit mengintip manja di balik handuk kimono yang dipakai Ajeng saat ini.


 


 


"Tentu saja makan malam romantis sama Tuan Presdir Hotel Mahesa, siapa lagi?" sahut Ajeng mengedipkan mata sebelahnya. Sumpah nih, baru seumur-umur mengenal Ajeng. Baru kali ini Raka melihat Ajeng yang genit menggoda dirinya.


"Oh sama aku dong," jawab Raka tersenyum memandang wajah Ajeng yang kini tengah berada tepat di depan wajahnya.


"Memangnya kamu pikir aku mau makan malam sama siapa?" tanya Ajeng.


"Aku pikir kamu ke sini untuk bertemu dengan siapa urusan keartisanmu itu. Kalau begitu ..."


"Kalau begitu apa?" tanya Ajeng tak mau melepaskan tangannya dari Raka. Meskipun terasa pegal karena tubuh Raka yang jangkung, dia sedikit berjinjit.


"Kalau mau makan malam romantis sama Presdir Raka, tak usah kau pusingkan harus pakai gaun apa," kata Raka sambil menahan senyum joker  yang ingin mengembang di wajahnya.


"Terus?" tanya Ajeng.


"Tidak usah pakai baju aja, kita makan malam romantisnya di sini," jawab Raka berbisik pelan di telinga Ajeng. Dan ucapannya itu langsung dicubit dengan sebuah cubitan keras dari Ajeng di bagian perutnya.

__ADS_1


 


 


Raka mengaduh karena cubitan Ajeng itu. Sudah lama dia tidak merasakan cubitan sayang dari  Ajeng itu. Ajeng kemudian berbalik dan hendak memakai pakaian. Tapi tubuh Ajeng ditahan Raka. Raka kemudian memeluk Ajeng dari belakang.


"Aku kangen kamu tahu Yang. Aku tadinya  mau nyusul ke LA, tahu kalau kamu mau ditinggal Laksmi ke sini!" curhat Raka.


 


 


Pelukan Raka untuk Ajeng yang sudah lama ia rindukan. Tangan kanan Raka menahan bagian depan leher Ajeng. Aroma rambut Ajeng yang wangi karena baru keramas dan mandi membuat Raka betah untuk memeluk Ajeng seperti ini. Kapan lagi coba.


 


 


"Aku mau bikin kejutan unuk kamu Kak, sebenarnya sebelum kamu  memberi tahu, aku sudah tahu duluan. Heheehe."


 


 


Mendengar itu Raka kemudian membalikkan tubuh Ajeng lagi menghadap padanya.


"Terus katanya kamu sedang potong rambut untuk syuting iklan kosmetik bohong?" tanya Raka.


"Enggap sepenuhnya bohonh kok, aku memang syuting hari itu juga, cuma sehari aja. Kamu kaget Kak?" tanya Ajeng.


"Kan udah lihat langsung sekarang." Ajeng mengibaskan rambutnya yang masih basah dan mengenai wajah Raka.


"Tambah cantik dan jadi tambah sayang deh sama kamu Nyet, eh Sayang," kata Raka mencium kening Ajeng.


 


 


"Aku mau pakai baju dulu, ya udah sana!" usir Ajeng.


"Kok malah ngusir, kalau mau pakai baju, pakai aja. Toh aku sudah tahu semuanya kok, ngapain malu!" kata Raka menggoda Ajeng.


"Emangnya kamu enggak mau mandi dulu Kak,  tadi aku cium badan kamu udah bau baso tauu!" kata Ajeng.


"Bau baso, ah masa sih, perasaan tadi siang aku enggak makan baso," jawab Raka sambil membuka keteknya dan mengendus-endus keteknya.


"Bau baso tapi cukanya doang Kak, hehe alias bau asem," ledek Ajeng disusul suara tawa.


"Masa sih bau asam, padahal aku pakai parfum mewah dari Prancis yang katanya awet dua puluh empat jam, masa badanku udah bau asem aja," pamer Raka.


"Wah berarti Kakak udah ketipu sama parfum abal-abal,  makanya jangan suka beli parfum yang mahal-mahal. Yang murah saja yang terjangkau tapi  awet wanginya," saran Ajeng dengan wajah yang serius.


"Apa dong?" tanya Raka serius.

__ADS_1


"Minyak telon," jawab Ajeng ketawa.


"Ya udah serius nanya juga, masih aja dibecandain, emangnya aku bayi Yang pakai minyak telon."


"Iya kamu emang bayi, bayi gede," kata Ajeng.


"Kalau gitu aku minta mimi  cucu dong!" balas Raka nakal.


Ajeng langsung menoyor kepala Raka yang sudah dalam keadaan hendak menyosor.


 


 


"Kamu bau belum mandi, mandi dulu sana!" perintah Ajeng.


"Aku enggak bawa baju gantinya sayang," jawab Raka.


"Lho, emang siapa yang suruh Kakak mandi di sini. Pulanglah ke rumah. Jangan mandi di sini, enak aja, aku kan bayar di sini!" kata Ajeng begitu kejam.


"Laa, ngapain kamu pakai bayar segala sih Yang?" tanya Raka.


"Udah nanggung, ya udah Kakak pulang dulu sana biar agak segeran di lihatnya enggak kusut kayak gini," kata Ajeng.


"Kamu enggak kangen aku gitu Jeng, kok nyuruh-nyuruh aku pergi?" tanya Raka merajuk.


"Ya kalau enggak kangen, kenapa aku pulang ke sini," kata Ajeng.


"Iya juga sih, hehehe."


"Kamu pulang dulu Yang, mandi ganti baju dandan yang cakep baru jemput ke sini biar aku tambah uwu sama kamu," kata Ajeng mendorong tubuh Raka untuk keluar dari kamarnya.


"Oke, oke, tapi minta kiss dulu ya!" kata Raka manja persis kayak anak kecil minta eskrim.


 


 


Ajeng kemudian mendorong tubuh Raka sampai pintu. Kemudian memberinya satu kecupan manis di bibir Raka. Setelah itu dia membukakan pintu dan mendorong Raka keluar dengan lembut yang masih melongo dengan kecupan secepat cahaya itu. Bahkan Raka belum sempat membalasnya, pintu kamar itu sudah tertutup.


Hati Raka menjadi mencelos. Terus Raka teringat sesuatu.Kemudian dia mengambil ponselnya dan menelepon Daniel.


 


 


"Daniel, berikan aku beberapa baju formal untuk makan malam, kau tahu kan ukuranku. Cepatlah antar ke kantor sekarang juga!" ucap Raka kemudian menutup sambungan teleponnya. Alih-alih pulang, Raka akan mandi di ruang kantornya saja.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2