Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
Beruang Kutub


__ADS_3

Daniel menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah.


"Ini kan rumahnya Ajeng!" seru Laksmi begitu Daniel berhenti tepat di depan rumah Bang Gor.


"Kamu pernah datang ke sini?" tanya Daniel merasa terkejut kalau Laksmi mengenali rumah ini.


Laksmi mengangguk dan menatap Daniel dengan sorot mata bertanya-tanya. Dia penasaran kenapa dia dibawa ke sini. Dan dengan alasan apa Daniel tiba-tiba mengajaknya mampir ke rumah ini. Selama dia di Jakarta, memang dia belum sempat mampir dan bertemu dengan keluarga Ajeng itu.


"Ke-kenapa kamu mengajakku ke sini?" tanya Laksmi.


"Aku cuma mau mampir sebentar sambil mengenalkanmu sama Bang Gor dan Mbak Merry," jawab Daniel.


"Bang Gor, siapa?" tanya Laksmi tidak tahu siapa Bang Gor yang dimaksud Daniel.


"Bang Gor itu abangnya Ajeng lah," jawab Daniel kemudian membuka pintu mobilnya turun dari mobilnya. Laksmi pun mengikuti Daniel turun dari mobilnya.


Begitu sampai di depan gerbang pagar rumah Bang Gor. Kebetulan saat itu ada Shanum yang sama-sama baru datang. Sepertinya dia baru habis main.


"Om Babooon, Om datang lagi!" suara teriak penuh gembira dari seorang anak kecil bernama Shanum. Laksmi melihat Daniel begitu akrab dengan Shanum, bahkan Daniel tak segan untuk menggendong Shanum. Laksmi pun sangat tersentuh dengan sikap ramah Daniel pada anak kecil.


"Shanum, papamu sudah pulang?" tanya Daniel sambil berjalan mengendong Shanum masuk ke dalam pekarangan rumah Bang Gor.


"Sudah Om, Om Baboon kok baru sekarang kesini lagi?" tanya Shanum.


"Om sibuk di kantor, memangnya kenapa. Jangan bilang kalau kamu mau nyuruh Om ngerjain PR kamu lagi," selidik Daniel sambil tertawa.


Shanum kemudian melihat Laksmi di belakangnya Daniel dengan  wajah dengan senyum sedikit dipaksakan.


"Om datang sama siapa, kok Shanum kayak pernah lihat?" tanya Shanum sambil memegang keningnya dengan satu telunjuknya.


"Hai Shanum, ini Tante Laksmi, temannya Tante Ajeng, kita pernah video call," jawab Laksmi berusaha untuk tampil bersahaat dengan tidak menunjukkan wajah datarnya.


"Oh ya, Shanum baru inget. Wah Tante Laksmi ini pacarnya Om Baboon ya?" tanya Shanum yang polos langsung to the point. Tak memikirkan kalau reaksi Laksmi mungkin akan berbeda dengan reaksi Daniel yang akan kesenangan.

__ADS_1


"Om Baboon, siapa?" tanya Laksmi tidak mengerti. Dan apa maksudnya Shanum Baboon itu adalah Daniel. Kenapa Daniel dipanggil dengan sebutan jenis primata itu. Baboon kan makhluk berjenis hewan. Dan Daniel kan manusia yang sebenarnya tidak pantas disebut sejenis primata. Senyuman Daniel merekah saat Shanum memanggilnya Baboon. Wajah Daniel nampak cerah ceria dan bahagia dengan anak kecil itu.


"Kenapa dia bisa tersenyum manis seperti itu?" gumam Laksmi dalam hati sambil menatap wajah Daniel yang kembali bercanda akrab dengan Shanum.


"Oh jadi Tante Laksmi itu calon istri Om Baboon, yaaaaah Shanum patah hati dong!" jawab Shanum sedih. Wajah lucu menggemaskan itu berubah menjadi masam ketika mendengar kalau Laksmi adalah calon istri Daniel. Laksmi yang melihat itu pun menjadi aneh sekaligus heran. Daniel disukai anak kecil. Ingin rasanya Laksmi tertawa namun tertahan ketika ada suara perempuan datang dari dalam rumah.


"Hey rupanya ada tamu, ayo silakan masuk!" Mbak Merry, kakak ipar Ajeng itu datang menyambut mereka berdua.


"Terimakasih Mbak," jawab Daniel sambil menurunkan Shanum dari gendongannnya. Shanum kemudian menarik-narik daster Mbak Merry dan membuatnya membungkukkan badannya dan mendekatkan telinganya pada Shanum yang kelihatannya mau membisikkan sesuatu. Sepertinya ada info yang diberikan Shanum pada Mbak Merry. Terlihat Mbak Merry langsung menatap ke arah Laksmi dan sedikit terkejut.


"Oh begitu. Shanum sekarang pergi mandi dulu yuk!" ucap Mbak Merry sambil menarik lengan Shanum.


"Daniel dan Neng eh Nona siapa ya. Laksmi kan. Silakan duduk dulu, Mbak mau mandiin Shanum dulu," ucap Merry.


"Iya Mbak, terimakasih."


Daniel kemudian menarik tangan Laksmi dan membimbingnya duduk di sofa. Daniel pun duduk sambil berteriak-teriak memanggil Arya.


"Bang Goorrr, Ban Gorilllaaa yuhuuuuu, where are youuuu?" teriak Daniel tanpa kaku dan terkesan santai.


"Hei Baboon, loe datang!" seru Bang Gor muncul dari dalam dengan seragam kebesaran dan kebanggaannya. Bukan seragam polisi, tapi seragam kaos oblong putih dengan bawahan sarung kotak-kotak ala khas bapak-bapak banget.


"Tumben loe datang bawa gandengan, biasanya loe berdua sama si Lutung?" tanya Arya.


"Lutung?" Lagi-lagi Laksmi harus ekstra kuat menahan rasa penasarannya dengan panggilan-panggilan primata ini.


"Boon, ini istri loe yang lagi ngidam itu kan?" tanya Arya sambil menatap wajah Laksmi. Tapi alangkah kagetnya ketika dia meneliti wajah Laksmi.


"Eh eloe, loe bukannya Manajer Ajeng, Beruang Kutub!" seru Arya keceplosan.


"Bang jangan sekate-kate dong kalau ngasih panggilan sama makhluk cantik dan uwu ini masa dibilang beruang kutub?" protes Daniel pada Arya yang kembali keluar kata glosarium baru dari mulut Arya.


"Waduh, bukan apa-apa ya, lihat wajahnya aja serasa di Kutub Utara," jawab Arya sambil bergidik seolah-olah kedinginan. Daniel yang paham maksud dari perkataan Bang Gor langsung kemudian berbisik pada Laksmi.

__ADS_1


"Beb, jangan diambil hati, Bang Gor ini memang selalu manggil orang dengan sebutan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Aku aja heran dipanggil Baboon. Dan kamu tahu Raka, dia juga diberi panggilan Lutung!" bisik Daniel di telinga Laksmi. Mendengar itu Laksmi jadi menatap tajam ke arah Arya.


"Jadi, Beruang Kutub ya?" tanya Laksmi pada Arya. Hatinya memang kaget dan terkejut disebut Beruang Kutub. Baru kali ini ada orang yang ceplas ceplos mengatakan dirinya seperti beruang kutub.


"Kalau loe kagak berwajah dingin dan datar seperti ini, mungkin gue akan panggil loe dengan panggilan lain."


Laksmi hanya menatap wajah laki-laki bersarung itu dengan tatapan setajam elang. Dia tak pernah mengira kalau Ajeng mempunyai seorang kakak laki-laki seperti dia.


"Kalau orang tua dulu pernah bilang, jangan suka membenci orang berlebihan saat sedang hamil. Pamali, dan katanya bisa-bisa anaknya mirip sama orang yang dibenci!" ucap Bang Gor sepertinya menyadari kalau Laksmi tidak menyukainya.


"Beb, jangan benci Bang Gor, mendingan kamu benci aja sama aku. Biar anak kita mirip sama papanya!" kata Daniel memohon pada Laksmi dengan sorot mata memohon. Melihat Daniel memohon seperti itu, Laksmi tanpa sadar tertawa nyaring. Dan membuat Daniel melongo tidak percaya apa yang dia lihat sekarang.


Laksmi tertawa. Dan dia melihat betapa cantik dan menawannya Laksmi saat tertawa. Daniel kemudian melihat ke arah Bang Gor yang sedang menatap kuku-kukunya yang panjang. Seolah tidak peduli kalau dia berhasil membuat Laksmi tertawa.


Bersambung ...


Author :"Binatang apa yang kerjaannya nyariin bapaknya mulu?"


Bang Gor :"Kerbaunya si Udin anak nya Bang Toyib yang tak pulang-pulang?"


Author :"Salah."


Bang Gor :"Apaan dong?"


Auhtor :Ya kambinglah, kan kerjaannya Beeee, beeeee, beee, nyari-nyari Babenya."


Bang Gor :"Somplak."


Bang Gor :"Sekarang giliran gue, ular apa yang bisa senam?"


Author :"Ular apa ya? Ular sanca, ular sawah, ular kasur kan pasti. Hahaaha"


Bang Gor :"Ngaco loe Thor, otak mesum loe dasar."

__ADS_1


Author :" Habis apa dong?"


Bang Gor :"Ular yang bisa senam ya namanya ularaga. Satu-dua, satu-dua."


__ADS_2