Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
The Day


__ADS_3

Hari Pernikahan akhirnya tiba.


Di aula khusus untuk pagelaran pernikahan di Hotel Mahesa. Sebuah dekorasi cantik dan megah sudah siap mengiringi akad nikah dan resepsi pernikahan hari itu. Semua sudah tertata rapi dan nampak elegan menjadi saksi hari jadi Raka dan Ajeng.



Semua tamu yang terdiri dari beberapa teman dekat dan keluarga pun hadir di sana. Ibu Rika, Bayu dan Gea juga ikut hadir di sana. Mereka memberikan dukungan dan restu untuk pernikahan kedua kalinya antara Raka dan Ajeng. Bahkan Arabella hadir juga bersama suaminya. Daniel dan Laksmi pun ada di sana.



Keluarga Mahesa, Nenek Sarah, Om Adi Tante Lissa, Troy dan juga Khansa ikut dalam barisan keluarga besar Mahesa menyaksikan janji sakral yang sekarang harus diucapkan lagi oleh Raka di depan penghulu dan juga petugas dari KUA. Kali ini mereka menikah secara agama dan diakui negara.


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA AJENG AGUSTINA BINTI AGUNG BAHTIAR DENGAN MASKAWIN EMAS 24 KARAT SEBANYAK 200 GRAM DAN SATU UNIT MOBIL DIBAYAR TUNAI."


Dengan satu tarikan nafas dan dengan lancarnya Raka kembali mengucapkan kalimat sakti itu. Sebuah proses ijab qabul yang sekarang disaksikan oleh  banyak orang.


"Bagaimana saksi, SAH?" tanya sang penghulu.


"SAH."


"SAH."


Ajeng nampak menghapus air matanya di ujung ekor matanya. Dia teringat kedua orangtuanya yang sudah tidak ada. Hanya ada kakak laki-lakinya yang menyaksikan peristiwa ini. Raka yang melihat Ajeng meneteskan airmata, lalu menghapusnya dengan jari-jarinya sambil tersenyum lalu mengecup kening Ajeng dengan sayang.



"Hei Tung, udah jangan terlalu nyosorin adik gue!" kata Bang Gor yang ada di depannya.


"Hehehe, Bang Gor selalu saja menjadi penganggu keromantisan," dengus Raka.


Setelah akad nikah, resepsi pun langsung digelar. Satu per satu memberikan selamat dan doa restu untuk Raka dan Ajeng.


"Raka selamat ya, semoga pernikahanmu langgeng!" Bayu datang dan memberikan selamat pada Raka dan Ajeng.

__ADS_1


"Mama Ajeng. Selamat ya atas pernikahannya sama Om Raka!" ucap Gea. Dan Ajeng kemudian memeluk dan menggendong Gea.


"Aduh Gea sekarang udah besar, Mama Ajeng sampai berat gendongnya," ucap Ajeng sambil menciumi Gea yang membuatnya bahagia. Berkat Gea, dia bisa menemukan belahan jiwa dan pendamping hidup.


"Mama Ajeng, jangan lupa untuk ngajak Gea. Gea kangen sama Mama," ucap Gea.


Ajeng kemudian menurunkan Gea lalu menatap wajah cantik dari gadis kecil itu. Sepertinya semua trauma dan amnesia disosiatif Gea sudah hilang. Ajeng sangat bersyukur karena Gea bisa sembuh.


"Ajeng selamat ya!" ucap Ibu Rika kini menghampiri dan memeluk Ajeng.


"Terimakasih Mah, selama ini aku banyak dibantu oleh Mama," ucap Ajeng.


"Mama yang berterimakasih padamu. Keluarga Mama jadi jauh lebih adem dan semuanya sesuai dengan harapan Mama," jawab Ibu Rika.


"Salam sama Papa Tanu, maaf Ajeng belum sempat menengok Papa di sana!" ucap Ajeng.


"Ya nanti Mama sampaikan. Semoga pernikahan kalian dilimpahkan kebahagiaan, dan cepat mempunyai momongan!" ucap dan doa Ibu Rika.


"Terimakasih Ma," ucap Ajeng.


"Kak, dari tadi aku tidak melihat Daniel sama Kak Laksmi, mereka ke mana ya?" tanya Ajeng.


"Entahlah, kemana mereka berdua," kata Raka.


"Aku juga tidak  melihat Tania," ucap Ajeng sambil terus menerima ucapan dari para tamu undangan.


Raka kemudian mengangkat kedua bahunya kalau dia juga tidak tahu. Entahlah mungkin Tania ada urusan mendadak sehingga dia tidak bisa hadir di pernikahan mereka.


****   ****   ***


Daniel mencari-cari Laksmi yang dari tadi pamitnya pergi ke kamar mandi. Namun sudah setengah jam dia pergi, Daniel tidak melihat Laksmi lagi. Karena merasa khawatir Daniel kemudian mengecek ke toilet. Dan sampai sana tentunya Daniel tidak bisa masuk ke dalam toilet perempuan dengan sembarangan. Kemudian Daniel menunggu di depan pintu masuk toilet wanita. Daniel kemudian mengeluarkan ponsel dari saku jasnya mencoba menghubungi Laksmi. Tapi ponselnya malah tidak aktif. Dan saat itulah ada seseorang yang keluar dari toilet. Daniel pikir itu adalah Laksmi. Tapi rupanya orang lain.


"Mas lagi nunggu siapa?" tanya wanita yang baru keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Saya lagi nunggu pacar saya Mbak di dalam," jawab Daniel.


"Di dalam enggak ada orang lain lagi kok," jawab wanita itu.


"Ha," Daniel mengerutkan dahinya. Dia pun kemudian menerobos masuk ke dalam toilet untuk mengecek apa benar tidak ada orang lain. Daniel kemudian melihat di dalam toilet dan memeriksa setiap bilik-bilik closet, dan benar. Tidak ada satu orang pun di sana.


Daniel kemudian segera keluar dari toilet sambil terus mencoba menghubungi nomor Laksmi. Jadi sebenarnya dia pergi ke mana. Kenapa di toilet tidak ada.  Daniel kemudian menelepon beberapa bawahannya untuk menanyakan adakah yang tahu kemana perginya Laksmi.


Dan tak ada satu pun yang melihat Laksmi berada di mana. Kemudian Daniel pikir kalau Laksmi sudah pergi meninggalkan Hotel tanpa pamit. Dan Daniel merasakan hatinya hampa dan kosong. Kenapa Laksmi seperti ini lagi. Kenapa dia tidak mengatakan apa pun padanya. Kenapa dia tidak mau bersamanya di hari pernikahan Raka dan Ajeng.


Daniel pun melangkah gontai menuju ke luar hotel. Dan beberapa lama kemudian, ponselnya berbunyi. Daniel sudah senang dan berharap itu telepon dari Laksmi. Tapi rupanya itu telepon dari bosnya, Raka. Dengan perasaan yang kecewa karena itu bukan Laksmi, Daniel mengangkat teleponnya dan menjawabanya dengan suara yang malas.


"Di mana kamu?" tanya Raka.


"Lagi di depan hotel," jawab Daniel dengan suara pelan.


"Ngapain kamu di sana, buruan sini. Ada sesuatu yang harus kau urus di sini!" kata Raka sedikit dengan nada tinggi sampai-sampai Daniel harus sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Oke Pak," ucap Daniel kemudian menutup teleponnya.


Dia pun segera bergegas masuk ke dalam aula pernikahan lagi. Walaupun dia khawatir dengan keadaan dan keberadaan Laksmi di mana. Tetap saat ini dia harus mengutamakan bosnya sekaligus teman dekatnya yang sedang menikah hari ini. Daniel hanya bisa berpkiran positif kalau Laksmi pulang karena merasa lelah dan mual dalam keadaan hamil muda.


Sampai di dalam aula pernikahan, Daniel melihat ada situasi yang berbeda dari yang terakhir dia tinggalkan beberapa puluh menit yang lalu. Nampak semua tamu sedikit berbisik-bisik seperti baru saja mendapatkan berita yang mengejutkan. Daniel kemudian melihat hampir semua tamu undangan terlihat berbisik-bisik secara masif, Daniel merasa heran dengan keadaan itu. Dan dia mendengar suara Raka dan beberapa orang yang berteriak.


"Siapa pun tolong hentikan video nya!"


Dan Daniel merasa kaget dan terkejut ketika di layar besar yang seharusnya memang menampilkan pelaminan secara dekat agar semua orang yang hadir di aula yang luas ini tetap melihat wajah kedua pengantin dari layar besar itu. Namun entah kenapa layar besar itu malah menayangkan video beberapa slide foto Ajeng yang terbuka dan ada juga yang hampir nyaris tanpa benang. Dan Daniel langsung tahu itu adalah foto-foto editan. Karena bentuk tubuh tanpa busana itu tidak sama. Tapi tetap saja semua tamu yang tidak tahu sangat heboh. Dan kenapa pula itu diputar di acara pentingnya seperti ini. Menyadari itu Daniel segera berlari mencari tempat yang memutar video itu. Dan Daniel kemudian segera mencabut kabel-kabel alat proyektor itu. Dan video itu pun berhasil dihentikan.


Siapa yang melakukan ini? Daniel kemudian tak ada siapa pun yang berada di dekat proyektor itu. Daniel segera mengambil alat komunikasi memanggil penangung jawab dari WO ini.


Daniel melihat Raka yang mencoba menenangkan Ajeng yang sepertinya sangat shock. Dan terlihat Ajeng dituntun oleh Raka dan Mbak Merry pergi dari tempat pelaminan mereka. Daniel kemudian berteriak memanggil pemilik WO yang harus bertanggungjawab dengan kejadian ini semua.


\=\=\=\=\=\=\=  Catatan Author  \=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan juga memberikan vote ini. Ayo berikan komenmu biar karya ini lebih baik lagi!


__ADS_2