Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
Pertemuan Keluarga Laksmi


__ADS_3

Waktu yang telah dinantikan akhirnya datang juga. Daniel sudah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Setelan jas semi formalmya dengan rambutnya yang sengaja dia rapikan lebih kelimis dibandingkan dengan yang biasanya. Aroma parfum yang sengaja dia pilih lebih mewah dan elegan aromanya. Wajahnya yang sempat dia lakukan perawatan ala sendiri. Mencukur habis kumis tipis dan jenggotnya yang sudah mulai tumbuh liar agar lebih menawan. Daniel sudah tidak sabar untuk memberik kejutan pada Laksmi. Kalau dirinya bukan lelaki yang secara tidak sengaja dipaksa menikahinya karena merupakan ayah dari bayi yang dikandungnya. Tapi dia juga lelaki yang sudah direstui Papanya untuk menikahinya.


Setelah bercermin entah untuk ke berapa kalinya Daniel kemudian segera berangkat dan mengambil kunci mobilnya. Di liriknya jam yang melingkar di tangan. Masih ada waktu setengah jam lagi menuju waktu janji pertemuan mereka.


"Mudah-mudahan tidak macet," gumam Daniel. Seharusnya dari sejam lalu dia berangkat. Tapi karena terlalu lama berdandan, waktunya tinggal sebentar lagi.


 


 


Dering ponselnya berbunyi. Kemudian Daniel menjawabnya dengan memakai earphone bluetooth.


"Iya Beb," kata Daniel. Dia sudah yakin benar kalau yang meneleponnya adalah Laksmi.


"Beb apaan loe, ini aku Raka!" terdengar suara bas dari seorang laki-laki. Bukan suara Tuan Putri Laksmi yang dia pikirkan.


"Oh Pak, maaf saya pikir Laksmi,"jawab Daniel dengan suara terkekeh.


"Niel,kau di mana?" tanya Raka.


"Di jalan Pak, mau ke Hotel Mahesa, ketemu calon mertua," jawab Daniel denga  penuh rasa bangga.


"Oh, ternyata jadi juga kamu ketemuan. Apa Laksmi belum tahu?" tanya Raka.


"Dia belum tahu Pak," jawab Daniel dengan senyuman mengembang karena membayangkan pasti betapa terkejutnya Laksmi begitu tahu kalau dirinya adalah lelaki yang akan dinikahkan dengannya oleh Papa Laksmi.


"Bakal seru nih, aku jadi ingin nonton," kata Raka.


"Memangnya ini drama pakai ingin menonton segala Pak?" tanya Daniel.


"Aku cuma penasaran dengan reaksi Laksmi si wajah dingin itu," kata Raka.


"Sudah pasti kaget lah," Daniel senyum-senyum sendiri membayangkan.


"Oke kalau begitu, semoga sukses.Tadinya aku mau nyuruh kamu nyari WO yang bagus malam ini!" ucap Raka membuat Daniel menjadi tak enak hati.


"WO untuk saya dan Laksmi ya Pak?" tanya Daniel penuh percaya diri.


"Enak saja. Tentu saja ini buat pernikahan saya dan Ajeng," jawab Raka membuat Daniel jadi sedikit kehilangan konsentrasinya dalam menyetir mobil.


"Lho,emangnya Bapak dengan Ajeng kapan mau menikahnya?" tanya Daniel tidak percaya.


"Bulan depan," jawab Raka.


"Bapak, bagaimana ini. Kan saya juga mau menikah. Bagaimana saya bisa membantu mengurus persiapan pernikahan Bapak.Sementara saya sendiri juga akan sibuk mempersiapkan pernikahan saya,"sahut Daniel sedikit mengambek, kenapa bosnya itu menikah dengan waktu yang hampir bersamaan dengan dirinya.


"Memangnya kamu sudah pasti waktu pernikahannya?" tanya Raka menohok.


"Pokoknya pasti dalam waktu dekat," jawab Daniel.


"Kalau begitu,siapa yang duluan waktunya,dia yang harus membantu duluan persiapan pernikahannya!" tantang Raka.


"Kenapa kita enggak double wedding aja sih Pak?" tanya Daniel.


"Enak saja,kamu mau ngirit biaya ya?" tanya Raka skakmat.


"Ikh Bapak kalau ngomong suka bener aja!" sahut Daniel sambil tertawa.


"Sudah ketebak kau Niel."


"Ah, enggak Pak becanda aja sih. Mana mungkin saya seperti itu. Saya kan ingin memberikan pernikahan yang layak dan pantas untuk Laksmi," kata Daniel kemudian menghentikan mobilnya tepat lampu merah menyala.


"Kalau gedung kan sudah di Hotelku saja, tinggal cari WO nya saja. Dan sewa aula pernikahan di hotelku gratis."


"Yang bener Pak?" jawab Daniel sumringah mendengar gratisan. Lumayan kan biaya sewa gedung dia bisa alihkan untuk keperluan yang lain.


"Ya sue emang. Kenapa aku kemarin terlanjur janji padamu waktu itu. Kalau beneran Ajeng pulang.Aku gratisin," sesal Raka sambil tertawa. Padahal dia sebenarnya cuma bercanda. Hanya berniat untuk menggoda Daniel.


"Sudah deal Pak, jangan berubah pikiran. Perasaan kemarin Bapak juga bilang mau sponsorin tiket bulan madu juga," kata Daniel mencoba mengingatkan.

__ADS_1


"Aduuh, kau juga mengingat itu," kata Raka terdengar dia menepuk sesuatu. Mungkin Raka sedang menepuk jidatnya sendiri.


 


 


Daniel hanya tertawa mendengar suara decakan kesal dari Raka.


"Tenang Pak, semakin Bapak memberi gratisan, semakin banyak rezeki Bapak yang tidak terduga," ucap Daniel.


"Aamiin."


 


 


"Oke Pak, saya tutup dulu teleponnya. Eh tapi betewe,Bapak sekarang berada di mana?" tanya Daniel.


"Di rumah Bang Gor," jawab Raka dengan kesal.


"Ajeng masih di sana Pak?" tanya Daniel.


"Hooh, dia masih dikuasai Shanum. Jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa," sahut Raka memelas.


 


 


Daniel hanya menertawakan kemalangan bosnya itu dengan pelan.


"Baboon Kudaniel, awas aja kau!" kata Raka sambil menutup teleponnya dengan pura-pura kesal.


 


 


***  ****  ***


 


 


Dering ponselnya kembali berbunyi. Dan kali ini Laksmi yang meneleponnya.


"Halo Beb," sapa Daniel sok imut.


"Kamu di mana?" tanya Laksmi.


"Aku sudah di lift, sebentar lagi sampai. Kamu sudah sampai Beb?" tanya Daniel lagi.


"Sudah, Papa dan Mama sudah di sini. Cepatlah datang. Sebelum laki-laki itu sampai duluan dibandingkan sama kamu!" ujar Laksmi sambil berbisik karena takut kedua orangtuanya mendengar.


"Sabar Bebeb Sayang, aku sudah mau sampai ke  ...."


 


 


Tuuuttt


 


 


Panggilan telepon terputus. Dan Daniel merasa kecewa campur kesal karena dia belum selesai bicara, tapi Laksmi langsung menutupnya saja tanpa perasaan. Andai saja itu bukan calon istrinya, mungkin Daniel sudah mencak-mencak marah. Berhubung Laksmi adalah wanita yang paling dicintai saat ini. Jadi tidak masalah kalau Laksmi sering menutup panggilan teleponnya tanpa basa-basi dulu.


 


 

__ADS_1


***   **** ****


 


 


Laksmi nampak sangat gelisah, karena dia merasa tidak tenang, ketika Daniel belum kelihatan. Tuan Kevin Liu dan Ibu Mariana terlihat santai dan tenang. Keduanya malah seperti tidak gelisah seperti Laksmi. Kemudian Kevin Liu mencoba menelepon Daniel untuk memastikan kedatangannya.


 


 


"Kamu sudah di mana. Kita sudah sampai di sini?" tanya Kevin Liu.


"Oh jadi kamu sebentar lagi sampai?" tanya Kevin Liu.


 


 


Laksmi yang mendengar itu menjadi tambah lebih gelisah. Masalahnya Daniel juga belum datang.


"Laksmi ada apa sayang? Kok kayaknya kamu gelisah?" tanya Mariana, mamanya Laksmi.


"Eh- eng -, sebenarnya aku. Ma ... Pa ... aku tidak mau menerima lamaran dan menikah dengan laki-laki pilihan Papa. Aku sudah mempunyai calon suami pilihanku Pa, Ma."


 


 


Baik Kevin Liu dan Mariana merasa terkejut dengan pengakuan tiba-tiba dari Laksmi.


"Laksmi, apa maksudmu, jangan malu-maluin Papa di depan laki-laki baik itu!" kata Kevin Liu.


"Pa, Ma, maafkan Laksmi.Tapi Laksmi harus menikah dengan laki-laki pilihan Laksmi sendiri. Dan dia akan datang ke sini untuk melamarku.Karena Laksmi ham ...."


"Nah itu dia sudah datang!"seru Kevin Liu menunjuk Daniel yang baru datang.


 


 


Seketika itu juga Laksmi menoleh ke arah laki-laki yang ditunjuk papanya.


"Daniel?" teriak Laksmi terkejut.


"Kau kan sudah mengenalnya Laksmi. Ini calon suami Papa untukmu!" kata Kevin Liu mengenalkan Daniel pada Laksmi.


"Selamat malam Pak, Bu. Maaf saya sedikit terlambat," kata Daniel menyapa calon mertuanya itu.


"Daniel?" teriak Laksmi lagi. Seolah dia tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Laksmi kenapa kamu, seperti baru kenal saja. Padahal kalian sudah terlalu ... ahaha, sudahlah. Daniel silakan duduk di samping Laksmi," kata Kevin Liu.


"Nak Daniel, ternyata kau tampan sekali. Mana bisa Laksmi menolak pesonamu,"goda Mariana sambil tertawa pelan.


 


 


Laksmi hanya mendesis mendengar ucapan mamamnya. Dia langsung menoleh ke arah sampingnya. Di mana wajah Daniel sekarang sedang tersenyum lebar padanya sambil bergumam kecil," surprised."


"Pa, jadi dia yang melamar Laksmi itu, yang dulu Papa ceritakan?" tanya Laksmi.


"Iya, dia yang melamar kamu ke Papa," jawab Kevin Liu membuat Laksmi langsung menatap tajam ke arah mata Daniel yang sedang menatapnya dengan penuh cinta. Tentu saja Laksmi langsung salah tingkah. Rupanya Daniel sudah memulai langkah duluan sebelum dia memintanya untuk bertanggungjawab menikahinya.


 


Catatan Author :

__ADS_1


Hai pembaca, terimakasih yang sudah mendukung author dengan memberi tip. Semoga yang lainnya juga merasa tergugah untuk mengirim tip dengan membeli koin dengan GooglePay.


Semakin banyak, semakin semangat.


__ADS_2