Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
Siapa pelakunya?


__ADS_3

Daniel mencabut sebuah USB yang menancap di alat proyektor itu.Daniel kemudian berteriak lagi dan bertambah marah memanggil orang yang bertanggungjawab dengan acara ini.


 


"Kemana Sherli, Sherliii!" teriak-teriak Daniel memanggil Sherli sebagai manajer WO yang bertanggung jawab.


"I-iya Pak saya di sini!" seseorang datang dan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya tergopoh-gopoh menghampiri Daniel.


Begitu Sherli datang Daniel langsung melempar USB itu ke depan wajahnya


"Apa ini?" tanya Daniel sambil membentak. Dia merasa mewakili Raka untuk marah.


"Pak, saya hanya diberikan ini oleh seorang wanita yang mengaku adalah staff hotel Mahesa, katanya ini adalah video rekaman tentang perjalanan cinta Bapak Raka dan Nyonya Ajeng, jadi saya tidak tahu apa-apa. Dan tadi katanya biar dia sendiri yang  memutarkannya dan kebetulan tadi juga ada yang harus diurus di depan aula."


"Siapa yang sudah memberikannya?" tanya Daniel semakin marah, karena dia adalah staff hotel.


"Saya tidak tahu Pak namanya siapa, tapi dia mengaku sebagai staff di hotel ini," jawab Sherli.


 


 


Daniel nampak bingung dengan jawaban Sherli. Dan untuk mencari tahu dia harus melihat CCTV atau rekaman kamera acara ini.


 


 


"Tapi tetap saja kalian yang bertanggungjawab karena tidak memastikan dulu isinya apa. Dan asal kalian tahu, kalau Bapak Raka sangat marah dengan kejadian ini, jadi tunggu saja responnya dia seperti apa!" kata Daniel kemudian meninggalkan orang-orang itu yang terlihat panik dan kacau karena pasti bisnis WO mereka akan hancur kalau sampai Raka membawa ini lebih panjang dan lebar urusannnya.


"Pastikan tidak ada orang yang keluar dari aula pernikahan ini tanpa dicek dulu ponsel dan ataupun kamera mereka yang sempat foto tayangan tadi!" teriak Daniel memerintah semua orang yang bertanggungjawab dengan acara ini. Daniel kemudian mengambil alih MC dan mengumumkan pada semuanya. Kalau ada yang sampai merekam dan menyebarluaskan tayangan tadi dalam bentuk apa pun. Dirinya dan juga Presdir tidak akan diam untuk memyeret orang itu.


 


 


"Saya bisa jamin kalau itu foto editan. Dan memang itu tubuh orang lain hanya wajahnya saja diganti dengan wajah Nyonya Ajeng. Dan siapa pun yang sudah berani mencoba untuk mencoreng nama baik Bapak Raka dan Ibu Ajeng akan berhadapan dengan hukum," ucap Daniel sambil menahan emosinya.


 


 


 


 


***  ***


 

__ADS_1


 


Di sebuah kamar hotel Mahesa, Ajeng nampak shock dan duduk di tepi ranjang sambil ditemani Raka. Bang Gor dan Mbak Merry nampak sangat khawatir dengan keadaan Ajeng.


 


 


"Kak, sungguh itu bukan aku, aku tak pernah difoto-foto seperti itu!" ucap Ajeng beberapa kali mengatakan itu pada Raka.


"Aku tahu kok Sayang, foto-foto itu editan. Aku tahu betul bentuk tubuh kamu seperti apa, badan kamu tuh lebih seksi. Kalau foto yang tadi dadanya rata malah. Kan aku pernah melihat dan memperhatikannya," jawab Raka yang langsung dibalas jitakan keras oleh Bang Gor.


"Ngomongnya vulgar banget sih loe. Jadi siapa yang udah ngedit foto itu pake wajah Ajeng?" tanya Bang Gor sambil melotot pada Raka. Dia merasa kesal karena di hari yang seharusnya membahagiakan Ajeng, justru malah ada kejadian memalukan seperti ini.


"Raka belum tahu Bang, pasti Daniel sedang ngurusinnya. Yang terpenting sekaran adalah kondisi Ajeng Bang," kata Raka.


"Kak, Bang, bagaimana dong? Pasti tamu-tamu sudah merekam semua iya kan?" tanya Ajeng menutup wajahnya.


"Tenang saja Sayang, Daniel yang mengurus semuanya," jawab Raka sambil memenangkan Ajeng.


"Kalau begitu, Abang keluar dulu ngecek ke sana!" ucap Bang Gor.


"Aku ikut Bang, Sayang kamu sama Mbak Merry dulu ya di sini!" kata Raka sambil membelai wajah pengantinnya yang sembab.


 


 


 


 


"Mbak Mer, kenapa orang itu kok tega banget niat mempermalukan Ajeng di hari ini. Ajeng kesal sekali," kata Ajeng.


"Ya, Mbak juga ikutan kesel. Nanti Bang Gor dan Raka yang urus biar orang itu ketemu dan ketangkap."


"Ajeng yakin,yang sengaja bikin itu adalah orang yang enggak senang Ajeng menikah dengan Raka," ucap Ajeng sambil tersedu.


"Apa kau tahu siapa orangnya, biar Bang Gor yang memberi perhitungan padanya?" ucap Mbak Merry.


"Aku juga enggak tahu Kak," jawab Ajeng menggelengkan kepala.


"Pasti orang itu yang dendam sama kamu Jeng, atau orang yang memang enggak terima kalau kamu menikah dengan Raka," ucap Mbak Merry.


"Ajeng memang tahu siapa saja orang yang enggak suka Ajeng menikah dengan Raka, tapi Ajeng tidak tahu yang mana yang ngeditin foto-foto itu," jawab Ajeng.


"Apa masih keluarga Raka?" tanya Mbak Merry.


 

__ADS_1


 


Ajeng hanya terpekur mendengar ucapan Mbak Merry. Ajeng merasa memang kemungkinan besar pelakunya adalah salah satu keluarga Raka, namun Ajeng juga melihat ada Arabella di sana. Mantan tunangan Raka. Dia juga bisa menjadi terduga pelakunya.


 


 


"Ya sudah Jeng, jangan terlalu banyak berpikir, lebih baik kau istirahat dulu saja, dari tadi mungkin kamu pegal berdiri lama-lama menerima tamu undangan!" ucap Mbak Merry.


"Iya Mbak terimakasih," ucap Ajeng.


"Mbak mau nyari Shanum dulu ya, tadi Mbak titipin ke teman Mbak tadi, kau tiduran saja dulu!" ucap Mbak Merry.


 


 


Kemudian Mbak Merry pun meninggalkan Ajeng sendirian di kamar. Tiba-tiba suara ponsel Ajeng berbunyi. Dan dengan segera Ajeng mengambil ponselnya, dan ada nomor yang disembunyikan meneleponnya.


 


 


"Halo!" sapa Ajeng mengangkat teleponnya dengan nada suara yang ragu.


"Kau ingin tahu siapa yang di balik video foto editan itu?" Terdengar suara asing.


"Siapa ini?" tanya Ajeng.


"Kalau kau ingin tahu, naiklah ke atap gedung hotel ini. Aku akan mengaku dan memberitahumu. Tapi kau harus sendirian paham!"


 


 


Ajeng baru saja hendak bertanya kenapa dia melarangnya untuk pergi sendiri. Namun telepon di putus. Dia kemudian mencoba memanggil ulang. Tapi tidak berhasil. Ajeng merasa kalut. Dia kemudian mencoba menghubungi Raka, namun rupanya ponsel Raka malah tertinggal di kamar. Ajeng kemudian mencoba untuk menelepon Bang Gor. Yang angkat malah si Shanum, dan katanya papanya sedang sibuk menggeledah para tamu undangan yang mau keluar aula. Mencegah supaya tidak ada satu pun tamu yang merekam tayangan itu.


 


 


Dan Ajeng juga berusaha mencoba menelepon Daniel, tapi jaringan sibuk. Sepertinya dia sedang bertelepon dengan seseorang. Akhirnya Ajeng pun memutuskan untuk pergi ke atap gedung sendirian.


 


 


Dia merasa penasaran dengan orang itu. Dari suaranya itu terdengar suara perempuan,namun Ajeng tidak begitu yakin itu suara Tania maupun Khansa. Karena suara ini jelas bukan suara mereka berdua Dari nada suaranya juga terdengar sangat angkuh dan seperti tidak mengenal rasa takut. Ajeng penasaran. Dia menebak suara itu Arabella atau orang lain.

__ADS_1


\===== Catatan Author ====


Mulai bermain misteri deh . Hihihihihi


__ADS_2