Restu Membawa Cinta

Restu Membawa Cinta
Mulai Syuting


__ADS_3

Satu bulan kemudian Ajeng memulai proses syutingnya. Karena film itu bergenre action. Secara khusus Ajeng pun mengikuti kelas bela diri terlebih dahulu. Dia mengambil kelas karate dan jujitsu sebelum syuting. Dan hasilnya Ajeng cukup tangguh juga. Karena dulunya memang dia sering latihan bela diri silat bersama abangnya, dan tidak susah juga untuk Ajeng mengikuti kelas itu.


Persiapan syuting Ajeng harus rela berpindah-pindah lokasi dan tempat bahkan rencananya syutingnya pun di beberapa negara. Ajeng merasakan lelahnya jadi seorang aktris yang harus syuting dengan berbagai macam situasi yang kadang membuat Ajeng menyerah. Tapi saat dia merasa lelah, Laksmi selalu mengingatkannya untuk mengingat kalau Ajeng ingin hidup lebih baik.


"Aku pasti bisa, ini adalah jalanku untuk bisa merubah nasibku dari Ajeng yang direndahkan orang, menjadi Ajeng yang menjadi sorotan banyak orang."Ajeng terus menyemangati dan mensugesti dirinya agar bisa bekerja lebih keras lagi.


Saat semua kru dan pemain istirahat di sela kegiatan syuting. Kyle menghampirinya yang sedang minum air mineral. Melihat Kyle yang datang Ajeng sampai tersedak. Karena ini adalah pertama Kyle menghampirinya secara personal.


"Bagaimana perasaanmu setelah beberapa hari ini kita syuting?" tanya Kyle.


"Hmm, aku cukup menikmatinya kok, dan merasa bersemangat."


"Bagaimana dengan lukamu kemarin?" tanya Kyle menanyakan luka di bagian tubuhnya saat proses syuting kemarin Ajeng sempat cedera karena adegan yang cukup sulit kemarin.


"Ah ini, tidak apa-apa, cuma terkilir sedikit dan sudah baikan." kata Ajeng sambil memutar-mutar lengan kanannya.


"Hmmm, syukurlah!"


Ajeng terkesima melihat ketulusan Kyle. Ternyata Kyle orangnya baik dan ramah. Selain cantik, pintar, berkharisma, Kyle sesungguhnya pribadi yang lembut. Pantas saja Raka jatuh hati padanya.


"Siap untuk adegan romance-nya?" tanya Kyle.


"Ya tentu saja."


"Supaya kita dapat adegan gambarnya yang bagus. Aku ingin kamu dengan Zack Lou latihan dulu untuk adegan itu!"


"Siap."


Ajeng kemudian celingukan mencari-cari lawan mainnya itu. Dan rupanya dia sedang berjalan juga ke arahnya. Zack kemudian menghampiri Ajeng dan duduk di sebelah Ajeng. Kyle kemudian memberikan ruang dan waktu untuk kedua pemainnya itu bisa leluasa latihan dan diskusi untuk adegan syuting selanjutnya.


"A.J, apakah sebelumnya kamu pernah beradegan ini sebelumnya?" tanya Zack pada Ajeng.


Pertama Ajeng melihat aktor keturunan campuran itu dengan sedikit terpesona. Wajahnya yang tampan, badannya yang tinggi dan opps dia membuka kemejanya itu dan memperlihatkan roti sobeknya dengan vulgar. Cuaca di lokasi memang sangat panas dan mungkin membuat Zack harus membuka semua kancing bajunya. Ajeng sampai menelan ludah melihat bentuk badan Zack yang berotot dan seksi itu.


"Kau mendengarkanku?" tanya Zack sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ajeng yang tidak berkedip.


"Eh, maaf. Aku sedang tidak fokus," jawab Ajeng tersipu.


"Kenapa tidak fokus, apa kau sedang teringat dengan kekasihmu?" tanya Zack menatapnya dengan tatapan super cute.


"Ah, aku tidak punya kekasih," kata Ajeng gelagapan.


"Benarkah, jadi tidak akan menjadi masalah kalau kita ...." Zack kemudian beranjak dari tempat duduknya, lalu berpindah posisi ke depan Ajeng dengan sedikit mencodongkan tubuhnya ke arah Ajeng.

__ADS_1


Sesaat Ajeng memang gugup ketika Zack mencodongkan tubuhnya ke arahnya. Tapi Ajeng dengan sikap berani dan cueknya dia pun membalas Zack.


"Tidak masalah, kita bisa latihan dulu," jawab Ajeng sambil menatap kedua mata Zack.


"Kau pintar membaca situasi," Zack kemudian berjongkok di depan Ajeng. Zack memang sedang berusaha mencari chemistry-nya dengan Ajeng.


"Tapi mungkin pacarmu yang tidak akan rela," sambung Ajeng sambil berusaha menyentuh wajah Zack. Ajeng juga sama, dia hanya bersikap profesional saja. Dia ingin menemukan chemistri-nya.


"Aku belum punya pacar. " Jawab Zack.


"Masa iya, aku baca kok artikel beritamu dengan penyanyi itu," bantah Ajeng. Tapi Zack tidak menjawab dia hanya memandangi wajah Ajeng tanpa berkedip.


"Kamu sangat cantik, aku jadi gugup!" kata Zack sedikit terdengar merayu.


Ajeng tertawa kecil menanggapinya. Lalu Ajeng mencoba menyentuh wajah Zack untuk memulai kedekatannya dengan Zack.


Zack membiarkan Ajeng menyentuh wajahnya. Kedua matanya mencoba memandang wajah cantik Ajeng dengan penuh penghayatan. Sedangkan Ajeng dia mencoba melemparkan senyumannya saat kedua mata mereka bertemu


Dalam khayalan Ajeng. Orang yang di hadapannya dia bayangkan adalah Raka. Ajeng tidak bisa kalau dia tidak membayangkan Raka.


Zack kemudian melepaskan tangan Ajeng yang menyentuh pipinya. Lalu dia menyentuh bibir tipis Ajeng dengan jari tangannya. Merasakan lembut dan kenyalnya bibir Ajeng melalui usapan jempolnya. Ajeng tersenyum melihat keberanian Zack padanya.


Lalu pandangan Zack beralih ke arah bibir tipis Ajeng yang sedikit terbuka. Sungguh tergoda untuk segera melu*mat bibir Ajeng yang seksi itu. Melihat Zack yang terus menerus melihat bibirnya Ajeng merasa sedikit tidak nyaman dan akhirnya Ajeng menyingkirkan jari jemari Zack yang sedang mengusap-usap bibirnya.


"Kamu berarti belum pernah adegan kissing sebelumnya?" tanya Zack yang terus fokus ke arah bibir Ajeng yang pink dan tipis menggodanya.


"Kalau urusan itu apa itu penting?" tanya  Ajeng kemudian menarik sudut sebelah bibirnya sinis karena Zack terlalu meremehkannya.


"Tentu saja, aku tidak mau melakukan kesalahan nanti pada saat pengambilan gambar, kita berdua harus bisa melakukannya dalam sekali take. Apa kamu mau take berulang-ulang untuk itu?" tanya Zack sambil tersenyum saat melihat Ajeng yang langsung terkejut mendengarnya.


Ajeng merasa tak percaya diri. Terakhir dia berciuman adalah ketika dia bersama dengan Raka dulu. Dan itu saja pernah dikomplen Raka karena Ajeng terlalu kaku. Dan sekarang untuk sebuah film, tentu saja adegan itu harus bisa terlihat natural dan bagus.


"Sepertinya kita harus latihan dulu ciuman!"


"Apa?" Ajeng merasa belum siap.


"Jangan malu, anggap saja kau sedang berciuman dengan kekasihmu!"


Ajeng hanya membuang muka menjawabnya. Bagaimana ini? Gawat.


Menolak nanti bisa di cap kurang profesional. Kalau setuju rasanya Ajeng merasa malu dan takut. Ini adalah pertama kalinya dia akan berciuman dengan pria selain Raka.


"Rileks saja, kamu nanti lama-lama juga akan terbiasa melakukan scene ini," ucap Zack memberi masukan. Sebagai senior Zack mungkin merasa harus membimbing dan memberikan arahan pada Ajeng yang masih dibilang aktris pendatang baru.

__ADS_1


"Nanti malam, aku mau mengajak kamu makan malam bagaimana, kau mau?" tanya Zack.


Ajeng mengangguk. Dia pikir Zack mengajaknya makan  malam hanya demi membangun chemistry di antara mereka.


Kemudian Zack mengusak puncak kepala Ajeng sambil tersenyum. Lalu dia berdiri dan mengasongkan tangannya. Ajeng kemudia meraih tangan Zack sehingga tubuhnya yang tadi dalam posisi ditarik Zack sampai pada akhirnya Ajeng berdiri tepat di hadapan Zack. Wajah Zack yang terlalu dekat dengannya membuat Ajeng terkesiap dan merasa belum siap sedekat itu. Namun Zack perlahan dengan lembut meraih pinggang Ajeng dan mendekatkan wajahnya pada Ajeng.


Lima belas senti ...


Sepuluh senti ...


Lima senti jarak bibir mereka akan bertemu. Dengan mata sedikit terbelalak Ajeng melihat wajah Zack yang super dekat itu. Aroma mint dari bibirnya membuat Ajeng tak sadar sedikit membuka bibirnya. Mata sayu Zack menghipnotis Ajeng yang saat ini memang sedikit terbawa suasana.


Braaaaaaakk.  Buuukk


Terdengar suara benda berat terjatuh membuat keduanya kaget dan spontan langsung melihat ke sumber suara. Terlihat seseorang yang sedikit kebingungan melihat perlengkapan kamera yang terjatuh ke tanah. Orang itu sedikit terkejut dan berusaha untuk memperbaiki posisi perlengkapan syuting itu. Sekilas Ajeng nampak kenal dengan sosok laki-laki jangkung berkemeja dan berkacamata hitam yang sesekali melihat ke arahnya sambil membereskan kekacauan yang dibuatnya.


Zack kemudian tidak mengacuhkannya lagi. Dia kemudian menatap wajah Ajeng lagi yang sekarang seperti sedang tak hentinya memperhatikan ke lokasi yang berantakan karena orang itu.


"A.J , can you look at my eyes again!" kata Zack kembali agar Ajeng bisa fokus lagi dengan latihan adegan romance-nya.


"Siapa dia, kok kayaknya enggak asing?" batin Ajeng yang tidak menghiraukan permintaan Zack.


Karena Ajeng yang tidak menggubrisnya. Terpaksa Zack menarik dagu Ajeng dan menghadapkan wajah Ajeng ke depannya.


"Kita tidak punya waktu, kau harus bisa membuat scene ini mudah oke. Dan aku tidak mau bekerja dengan orang yang tidak bisa bersikap profesional," kata Zack sedikit dengan nada yang tegas.


Ajeng merasa seperti dicambuk dengan perkataan Zack barusan. Dan Ajeng merasa bersalah dengan sikapnya tadi.


"Oke, maaf."


Zack kemudian kembali menatap mata Ajeng dengan tajam seolah dia hendak memakannya. Beberapa detik kemudian. Zack kemudian mendaratkan b*birnya di permukaan bibir Ajeng. Mengecupnya tanpa membuka bibirnya sama sekali. Tapi beberapa lama kemudian bibir Zack sedikit terbuka untuk memberikan lum*atan pada bibir Ajeng. Ajeng seperti robot tak bisa bergerak karena ciuman Zack. Samar-samar dia mendengar suara Kyle yang berteriak memanggil sebuah nama yang sudah lama dia tidak dia dengar.


Belum tiga menit ciuman itu berlangsung, Ajeng merasa kalau tubuhnya serasa ditarik ke belakang. Ciumannya dengan Zack pun selesai dengan hasil yang tidak sukses.


Ajeng penasaran siapa yang menarik tubuhnya itu. Lalu dia menoleh ke arah belakangnya. Dia sungguh shock saat melihat sosok yang tengah berada di belakangnya dengan sorot tatapan mata yang tajam.


Bersambung ....


Pinisirin ....


Like, komen, Vote yang banyak supaya bisa jadi rangking karya baru.


Gomawo-yo !!!

__ADS_1


__ADS_2