
"al mandi disini malu gak?" tanya rara polos
"entahlah" singkat al, mereka berada di depan toilet di salah satu mall terbesar dijakarta
"klo gak mandi mandi rara bau" ucap rara
"rara mandi aja,"
"tapi rara malu al" ucap rara kesal
"rara kan mandinya di balik bilik gak ada yangn ngeliatin"
"tapi al kalo diomelin gimana?"
al mendorong pelan tubuh rara agar masuk kedalam bilik yang kosong
"dah sana mandi"
***
"al nanti rara ganti ya uangnya" ucap rara tidak enak hati karena baginya belanjaanya begitu banyak
"gak usah ra, al Ikhlas kok"
"tapi ini banyak al"
"udh gak usah bahas belanja nya, sekarang kita pulang Oke" al menggandeng tangan rara menuju tempat parkir.
"rara besok gak ke kampus lagi?" tanya al
"rara gak tau" jawab rara pelan
"rara tau gak anak kampus pada rindu sama rara"
__ADS_1
"itu termasuk kamu kan" ucap rara membuat al malu sambil menundukan wajahnya dan mengusap leher belakangnya
"apa sih kamu?" ucap al pelan
-'
al mengendarai motornya menuju rumah rara tapi rara menolak karna dia tidak mau pulang kerumah ibunya lagi
"nanti turunin rara di tempat tadi kita bertemu "
"kenapa tidak di tempat ibu mu saja?" tanya al
"disana aja al, ada sesuatu soalnya. udah ikutin rara aja al" ucap rara al mengangguk menyetujui kemauan rara.
alfian memberhentikan motornya saat rara memintanya untuk berhenti di tempat tadi alfian ketemu, rara langsung turun
"makasih al, kalo rara ada uang rara ganti semuanya" ucap rara polos ke dua tangannya menggandeng belanjaan tadi
"makasih al, makasih buat hari ini. al udah buat rara tersenyum dan tertawa bebas, terimakasih al" kata rara sambil tersenyum menahan air matanya
"ya udah sana al pulang"
"rara ini udah hampir malam? kamu gak mau pulang?" tanya alfian dengan nada khawatir
"nggakpapa al, udah sana"
"al, duluan ya. assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" balas rara sambil melambaikan tanganya saat motor al sudah berjalan, motor al hilang di tikungan dan rara rasa dunianya kembali gelap, seolah olah rara ada di suatu tempat yang gelap tanpa penerang satu pun, rara hidup di kegelapan tanpa ada seseorang yang mau menerangi hidupnya. baru saja dia bisa tertawa lepas tapi kenapa itu semua rasanya hambar?
sekarang dia harus kemana? apa bener rara sudah ikhlas dan tegar menerima ujian ini atau sebaliknya dia tidak bisa mengikhlaskan semuanya.
apa rara boleh meminta untuk ingatan kelam ini berakhir! cukup sampai disini.
__ADS_1
rara akui rara gk sanggup.
ditambah lagi pikiran yang negative terus saja melintas di otak nya.
kenapa? kenapa harus rara yang menanggung semuanya? kenapa!. rara bosan dengan semua ini. tapi rara tidak bisa apa²
rara berjalan sesuai langkahnya yang akan membawanya pergi.
"rara mau dia ngerasain apa yang rara rasain juga" gumam rara
"hahaha gak mungkin, dia orang kaya! ga akan ada rasa iba sama rakyat seperti rara" gumam rara kembali sambil tertawa hampar
Adzan maghrib berkumandang, rara segera mencari masjid terdekat, gak butuh waktu lama rara ketemu dengan masjid tersebut.
apa rara pantes nginjek tempat suci ini? rara kotor? apa boleh wanita yang sudah dinodai boleh masuk kerumah suci Allah? Pikir rara baru saja mau melangkah tiba-tiba pikiran itu melintas begitu saja tanpa pamit
"neng kenapa gak masuk" ucap seseorang yang ingin beribadah juga
"hem ini mau masuk bu" ucap Tania sambil tersenyum, lalu masuk kedalam masjid itu.
**Bersambung.....
maaf part ini dikit ya:/
Insyallah part selanjutnya panjang deh:')
INI CAST RARA.
GIMANA COCOK GAK?
JAWAB**:
__ADS_1