RETAK

RETAK
PART 13


__ADS_3

lima hari sudah berlalu, Rara sekarang berada dipinggir jalan.


"Nita nanti kakak yang jualannya di sana ya, Nita duduk aja" intruksi Rara


"kak, makasih ya udah bantuin Nita" ucap nita dibalas rara dengan senyuman


ya beberapa ini Rara berjualan asongan bersa gadis yang dia temuin lima hari lalu


'udah waktunya Rara datang bulan? tapi kok belum ya?' pikir rara, wajah Rara berubah pucat lalu duduk di kursi goyah tiba tiba aja kalinya seperti jely, dia memegang kepalanya yang terasa pening.


"kak Keira kenapa?" tanya Nita panik


"kakak gak kenapa-napa" Rara langsung berdiri berusaha untuk tidak membuat gadis itu panik "Kakak nggakpapa, kakak kesana ya. kamu duduk aja" setelah mengucapkan itu Rara langsung menyebrang jalan.


***


Pria berjas itu sedang berkelut dengan laptopnya, dia memijit pangkal hidungnya. terlihat sekali wajahnya sangat lelah bahkan ini sudah larut malam.


drtttt drtttttt drtttt


ponsel nya berbunyi membuat dia langsung melihat benda pipih itu.


pria itu menekan tombol yang berwarna hijau


"hm"

__ADS_1


{Tuan, ada barang bagus}


"siapa wanita itu kah?"


{bukan tuan, kayaknya tuan tertarik dengan wanita waktu itu. yang kali ini tubuhnya lebih bagus}


"hubungi saya jika wanita itu kembali!" ucap pria itu dengan nada perintah


tutt..


tiba tiba pintu ruangan Davin terbuka menampilkan sosok wanita yang dengan baju ketat sebatas paha dan juga make up tebal. kenapa dulu gue bisa suka sama dia? batin Davin


"Hai baby" ucap wanita itu dengan riang lalu memeluk Davin dari belakang namun langsung ditepis oleh Davin


"bisa keluar dari sini" ucap Davin dingin membuat wanita itu mengerucutkan bibirnya.


"gak malu ya bawahnya udah melar!" sindir Davin pedas


"Davin" panggil Rena memelas


"maaf saya tidak suka bekasan!, sekarang keluar dari ruangan saya!" titah Davin


"aku pasti bisa dapetin kamu lagi, liat aja nanti"guman Rena dengan penuh tekad lalu keluar dari ruangan Davin.


Davin langsung merapikan berkasnya di meja setelah itu Davin bergegas pulang karna hari sudah semakin larut.

__ADS_1


tidak butuh waktu lama davin sampai di rumah.


"masukan mobil saya" perintah Davin kepada satpam lalu dia beranjak ke dalam rumah, dia langsung menuju kamar.


---


sedangkan Rara sedang duduk dekat taman


"ternyata kamu disini"


Rara mencari sumber suara tersebut betapa terkejutnya saat melihat Jasmine berdiri dibelakangnya dengan menatap tajam Rara


"i-ibu" ucap Rara terpotong potong


"ikut saya!" ucap Jasmine sambil menarik tangan Rara dan menyeret nya dengan kasar


"sakit Bu" Rara meringis kesakitan


Jasmine membawa Rara ke dalam mobilnya,dan dia melajukan mobilnya


"jangan menangis, tangisan mu Sangat menganggu" ucap Jasmine sedikit meninggikan suaranya, Rara pun berhenti menangis


Rara mengigit bibir bawahnya agar suara tangisannya berhenti, dia gak tau ibunya akan membawa dirinya kemana? Rara hanya melihat gedung-gedung pencakar langit dikala sepinya malam ini.


"cepat turun!" titah Jasmine yang sudah membukakan pintu mobil Rara, Rara langsung turun dari mobil tersebut

__ADS_1


"Bu, kenapa Rara di bawa ketempat ini lagi?, ibu mau menjual Rara lagi?" ucap Rara ternyata ibu nya membawanya ketempat itu lagi


...bersambung...


__ADS_2