RETAK

RETAK
BU MEISYA


__ADS_3


Bu Meisy adalah Guru BK, yang sangat cantik.


"Siapa yang dengan gila menempatkan wanita cantik, lajang, memiliki usia muda di sarang singa?" tanya Erlangga pada gurunya itu.


"Aku tidak muda Er! sudah tiga puluh tahun!"


Wanita yang memiliki lesung pipi, cerewet dan sangat Sulit di rayu, itu menjawab pernyataan Erlangga.


"Sama saja Bu!"


"Apanya yang sama, kamu saja yang aneh-aneh! ingat aku guru mu! miliki rasa hormatmu!"


Perdebatan kecil kadang terjadi antara guru dan murid, itu menjadi warna dalam pergaulan sehari-hari di dunia pendidikan.


Terlebih-lebih berada di lingkungan murid yang isinya laki -laki semua, untuk seorang wanita seperti Bu Meisy itu tantangan berat.


Di tambah dengan statusnya seorang guru BK yang memang memiliki kontak langsung dengan siswa.


Terkadang siswa bisa lebih berani dan tidak memiliki rasa hormat sama sekali padanya. Badannya yang kecil sering di remehkan oleh siswanya.


"Jangan anggap remeh badan ibu yang kecil! jika kalian mampu mengalahkan dalam duel resmi di gedung GSG besok hari Senin. Ibu kasih kalian libur sayi bulan penuh!"


Siswa kelas tiga langsung bengong.


"Kalau ibu menang kamu gimana?"


"Kalian ikuti semua peraturan ibu!"


"Hanya itu? kalau aku menang aku ingin kita kencang!" ucap Erlangga kurang ajar.


Bu Meisy tersenyum, dia mendatangi Erlangga menepuk pundak Erlangga tiga kali, lalu membisikkan sesuatu.


Apa yang di bisikan Bu Meisy tidak ada yang tau, tapi beberapa hari kemudian Erlangga tidak mengikuti tantangan gurunya itu. Dia memilih menyerah kalah sebelum bertarung.


Udara pagi sangat sejuk menyapa paru-paru Erlangga. Dengan gaya tengil dia kembali menghampiri guru BK nya.


Menghabiskan waktu menggoda guru BK nya lebih menyenangkan dari pada menunggu adik-adik yunior mereka yang hanya beberapa biji saja.

__ADS_1


Bu Meisy berdiri di sisi kanan pintu gerbang menemani pak bakat, mereka mengobrol asyik sambil sesekali memarahi anak -anak yang tidak taat peraturan.


“Jaga apa bu? Jagain kami ya?” tanya Erlangga pada Bu Meisy yang berdiri bersedekap dengan santai.


Wanita cantik itu tidak mengindahkan keusilan Erlangga.


Dia sudah paham dengan muridnya satu persatu.


Erlangga terkenal dengan sifat usil, nakal, jahil juga menyebalkan. Suka sekali membuat ulah. Entah itu ulah yang dilakukannya dengan sengaja atau tidak!


Namun, semua hanya sebagai bentuk keusilan yang bermotif, agar guru BK nya yang cantik itu mendatanginya.


Yang jelas, kedatangan Bu Maisy sangat di nantikan banyak kaum Adam yunior termasuk Erlangga yang sudah senior.


Mengganggu guru BK nya itu adalah hal yang paling menyenangkan bagi Erlangga.


Meledek Bu Maisy adalah rutinitas yang tidak bisa di tinggalkan olehnya.


“Siapa suruh menempatkan wanita cantik di sarang singa?” Ucap Erlangga pada serombongan anak-anak lainnya.


Wajah bersemu milik Bu Meisy adalah Aurora di gurun Gobi.


Anak-anak suka sekali membayangkan guru BK nya itu dengan emot meleleh.


Siapa yang salah meletakkan wanita secantik Bu Meisy di lingkungan cowok yang haus akan keindahan wanita.


“Good morning, Bu Meisy cantik...” sapa Erlangga lagi menunggu jawaban, pupil matanya berputar-putar gokil, memanjakan penglihatannya.


Rejeki tidak boleh di tolak! Pikirannya ngeres. Bu Meisy sangat cantik dengan busana blus batik kerja modern dan rok pres body setengah tiangnya.


Huuu...suit suit...


“Kamu...! Sana lekas pergi ke kelas baca buku, hari ini masih ujian Erlangga!"


“Siap, Bu Meisy ku.”


“Heh! Erlangga! Mau ke mana


kamu?” Hardik Bu Meisy saat melihat Erlangga menuju pintu gerbang.

__ADS_1


“Mau keluar Bu.”


“Ngapain? Ini waktunya sudah mepet, mendingan kamu buka buku, Baca-baca!”


“Sudah baca Bu.”


“Baca apa Kamu?!”


Erlangga cengar-cengir melihat Urat leher Guru BK nya itu mulai di tarik kencang. Niat hatinya hendak ke sekolah seberang, Seratus langkah dari dirinya berdiri, ada bidadari yang biasa memberikan dirinya nutrisi.


“Di sana ada wanita cantikku Bu."


Mata Bu Meisy mendelik, namun dia sedikit menarik garis bibirnya sebelah. Itu menandakan jika dia sedang pura-pura marah, atau kemungkinan besar Bu Meisy tidak kuat dengan pesona Erlangga yang memang, aaaaaahh....


“Sudah, Nanti saja! Sana masuk belajar di kelas! Sudah tau masih ujian, malah ngeluyur!”


“Loh! ini juga aku mau ambil vitamin Bu! Vitamin Erlangga ada di seberang sana! Atau ibu gantikan.” Jawab Erlangga sembari menyodorkan pipinya.


“Kamu ini! Kok kurang ajar gitu sama gurunya.”


Wajah Bu Meisy bersemu merah mendapatkan godaan dari Erlangga. Tidak ingin menghabiskan waktu lama-lama berdebat dengan Bu Meisy, Erlangga yang tetap pada pendiriannya, tidak mau mengalah dan ngotot tetap ingin keluar gerbang.


Dengan kecepatan langkahnya, dia melompat, melewati gurunya itu, memaksakan keinginan untuk pergi.


“Mau nyium pacar dulu Bu! Biar semangat!” Jawab Erlangga sembari berlari.


Bu Meisy memang tidak pernah Menang jika berdebat dengan Erlangga. Selain anak itu memang lincah kosakata, lincah gerakan, juga termasuk anak badung yang menjadi kesayangan banyak guru mata pelajaran, papanya yang duren legit sangat di minati kaum hawa yang masih sendiri. Tidak terkecuali Bu Meisy.



*Arjuna Bayu*


Kubu Perahu memiliki potensi sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Lampung. Hal ini disebabkan karena kawasan ini memiliki potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan pariwisata khususnya ekowisata.


Keanekaragaman ekowisata ini meliputi vegetasi hutan hujan tropis yang masih asli dengan berbagai potensi keanekaragaman flora fauna serta keindahan gejala alam. keindahan alamnya tidak diragukan lagi, sungai dengan suguhan kejernihan airnya yang alami, kicau burung yang menambah ketengan.


buat para pecinta alam dan petualangan, wisata ke TNBBS Liwa Lampung Barat sangat tepat.


By Rahayu and Arjuna Bayu

__ADS_1


__ADS_2