RETAK

RETAK
PART 8


__ADS_3

davin selesai mandi dan menuju ruang makan


"rambutnya keringin dulu nak" ucap bu ina yang melihat rambut davin masih basah dan lepek, bu ina langsung mengambir hairdryer untuk mengeringkan rambut davin, memang kebiasaan davin seperti anak kecil


"makasih bu" ucap davin sambil tersenyum tulus


"nak tau tidak dua hari lalu ibu melihat seorang wanita hampir saja bunuh diri"


"lalu" singkat davin


"ya ibu cegahlah"


"bu, untuk apa ibu cegah mengkin saja ABG yang putus cinta" ucap davin santuy


"ini bukan soal cinta, tapi tentang harga diri"


Deg!


entah ada desiran kekhawatiran dihati davin dia langsung menatap lekat ibu ina seolah meminta penjelasan.


"Maksudnya bu?"

__ADS_1


"sudah-sudah kamu makan saja" final bu ina


***


saat ini rara berada di depan warung klontong


'rara kuat, jangan nangis, jangan nangis' batin rara menguatkan dirinya sendiri saat melihat seseorang anak berjalan dengan orang tuanya


"dulu rara kaya dia juga kok? mungkin ini takdir! tapi rara gak kuat, dunia ini terlalu kejam untuk rara tempati" gumam rara lagi-lagi air matanya lolos, rara menghapus air matanya kasar


tiba-tiba saja seorang ibu-ibu menghampiri rara


"mba sebaiknya jangan duduk depan warung saja, lebih baik mba cari tempat lain. daripada pelanggan saya pergi" ucap ibu tersebut, rara menyimpulkan ibu itu adalah pemilik warung klontong ini, rara bangkit dari duduknya


"haha gadis kotor macam aku emang pantas diperlakukan seperti itu" kata rara sambil tertawa hambar, saat rara lihat2 jalan ini menuju makam orang tuanya tanpa pikir panjang rara mempercepat langkah kakinya.


beberapa menit pun rara sampai di TPU melati, rara langsung menuju makam orang tuanya, seketika kaki rara seprti jelly saat sampai didepan makam mamah papahnya


"mamah, papah" lirih rara, rara mengesot lalu mengelus papan lisan mamahnya


"mah maafin rara gak bisa jaga diri dengan baik, maafin hikss ma a fi in hik s ak u" ucap rara terisak sambil mencium papan lisan mamahnya, rara pun beralih kesebelah yaitu makam papahnya.

__ADS_1


"pah, rara minta maaf. apa kabar mah pah? semoga kalian baik-baik saja disana? aku harap kalian baik-baik saja ya, biar aku saja disini yang merasakan penderitaan, doakan saja supaya aku kuat"


"huek huek" tiba-tiba saja rara merasa mual dia langsung bangkit mencari selokan untuk memuntahkan semua tapi tidak bisa


"rara kenapa?" tanyanya pada dirinya sendiri, rara menggeleng kuat berusaha menghapus pikiran negative nya rara mengusap perut datarnya


"gak mungkin, ini gak mungkin?" rara menggeleng kuat sambil memeluk lututnya sendiri dan menangis sejadi-jadinya sambil menjambak rambutnya sendiri, kalo pikiran negative nya bener-bener terjadi kalo bener cobaan apa lagi ini kenapa Allah gak henti-henti memberi cobaan kepada rara, dosa apa yang rara buat dimasa lalu hingga sekarang masa depannya hancur dalam satu malam.


"Apa aku gak boleh bahagia?" teriak rara masih terisak dan memukul dadanya sendiri, sesak seperti ada dua batu besar yang menghampit dadanya.


"aku takut semua orang membenciku!?"


***


**bersambung


maaf y baru bisa up🖤


sumpah part ini kayaknya gimana gitu?


ngetik dari hari minggu pagi dan baru selesai sekarang😥 lagi mager banget🙂😢**

__ADS_1


cuma mau ngingetin jangan lupa vote sama comentnya like juga ya jangan lupa☺🖤


__ADS_2