RETAK

RETAK
KEJUTAN MALAM YANG MANIS


__ADS_3

Kejutan yang membuat Robby bagaikan hidup di atas awan. Kebahagiaan yang terlampau seperti tsunami Sulit di kendalikan.


Matanya menunjukkan seribu bahasa yang sulit untuk di pertanyakan dan terka, apa yang sebenarnya tengah di rasakan olehnya. Juga, apa yang di bisikan si tukang parkir itu?


"Wening, eeeeeeeeeh....kamu pulang dulu, aku ada yang mau di kerjakan."


"Kok? tidak bisa gitu dong! hari ini jatah saya bersamamu!"


"No! pergilah pulang. Pak...!" Mata Robby mberikan isyarat tekanan pada pak Sholeh, untuk mengusir wening.


"Maaf Bu, mari saya antar."


Bukan main marahnya Wening melihat Robby yang sudah meninggalkan dia jauh, punggung Robby yang benar-benar terlihat tidak ingin memperbaiki ucapannya membuat Wening naik pitam dalam diam.


Wening jadi penasaran apa sebenarnya yang ada di ujung jalan Robby? apa yang di bisikkan tukang parkir sial itu?


"Saya bisa jalan sendiri!" Wening menghempaskan tangan pak Sholeh yang mencoba membimbing.


"Ada apa di sana?" Tanya Wening pada pak Sholeh, dia mencoba mengoda tukang parkir itu untuk mendapatkan informasi.


"Maaf, saya tidak tau ada apa, tugas saya hanya menjaga tempat parkir dan sebagai satpam menjaga keamanan."


Aku akan membalas!


Dengan sumringah Robby menaiki lift. Dia seperti sudah tidak sabar dengan kejutan untuknya.


Terlihat dari wajahnya yang berseri seri, dan gerakan tubuhnya yang tergesa-gesa. Bisa di pastikan sesuatu yang berada di ujung jalan adalah sesuatu yang istimewa.


Sebentar -sebentar Robby membenarkan baju, jaket, celana juga rambutnya. Seperti ABG yang akan bertemu kekasih hati, Robby lebih dari itu.


Ini mengemaskan, seorang laki-laki dewasa yang sedang jatuh cinta, bisa melebihi ABG. Mereka lebih cenderung menguasai dan tidak ingin berbagi, lebih terlihat seperti anak-anak yang selalu menagis, merengek dan mengemis jika menginginkan sesuatu.

__ADS_1


Bisikan pak Sholeh seperti sebuah lagu first love milik nikka costa dengan irama syahdu dan sangat merdu.


Kinan...Kinan...Kinan...


"Oh, tidak!"


Robby berhenti tepat di depan pintu ruangan pribadinya. Tertegun cukup lama menyadari dirinya yang berubah menjadi maniak.


Tepat ketika dia hendak berbalik untuk pergi, pintu terbuka. Seraut wajah ayu yang mengganggunya muncul.


"Om...."


Gadis itu langsung menyerang Robby dengan pelukan.


Manusia mana yang akan mampu menepis sebuah keinginan dan keadaan jika semua yang datang adalah sesuatu yang selalu hadir dalam pikiran.


Begitupun seorang Robby, sekuat apa imannya? dia tetap tidak sanggup mengabaikan perasaannya.


"Kinan! jangan Memeluk aku seperti itu di tempat terbuka!"


Kinan memeluk Robby begitu erat, menciumi wajah Robby sampai membuat duda itu tidak bisa bernafas.


"Kinan!"


"Kenapa Om Robby jahat sama Kinan?"


"Lepaskan pelukanmu!"


"Nggak! aku akan membunuhmu!"


kedua mahluk itu saling tatap dalam jarak yang cukup dekat, Kinan yang hanya setinggi dada Robby menarik tubuh duda itu untuk condong kepadanya.

__ADS_1


Gadis kecil itu tidak malu -malu untuk menghujani Robby ciuman, lagi dan lagi.


"Kinan!"


"Aku akan membunuh Om Robby! bisa-bisanya Om Robby membawa wanita ke rumah! apa karena dia memiliki buah dada lebih besar dari Kinan? atau karena pingulnya besar? atau .... jangan -jangan Om Robby pun sudah melakukan dengannya!"


"Hus! ngomong opo sih?"


"Om!"


Kinan menagis merengek sejadinya sembari memeluk Robby.


"Sudah -sudah, yang kamu bilang itu nggak bener!"


"is it true?"


"Ya, lepaskan, aku mau istirahat. Capek!"


"Gendong!"


Robby menatap Gadis kecilnya sesaat. Namun diapun melakukan apa yang di mau Kinan. Membopong tubuh kurus itu ke tempat tidur, dan menikmati kegelapan malam dengan sempurna.



Catatan ;


Gaes' ingat jangan sampai terjebak dalam hubungan rumit, nanti mumet!🤭


Salam manis tidak akan habis'


Salam sayang tidak akan hilang

__ADS_1


Terima kasih sudah sudi mampir ke karya Arjuna Bayu, 😘😘😘😘😘


__ADS_2