RETAK

RETAK
PUISIKU


__ADS_3

Pagi ini Erlangga sedikit geram! Dia mengerang pada diri sendiri dan terus mengumpat dalam hati.


Bagaimana tidak?


Kinan langsung bergabung dengan keempat sahabatnya tanpa lambaian tangan atau kecupan selamat tinggal! Tidak seperti biasanya, Kinan yang selalu rewel! Banyak sekali pesan -pesan bijak, juga nasehat yang berbaris ngantrin macam terbitan koran lokal dari A sampai Z di bicarakan.


Ini bukan Kinan! Pikir Erlangga memastikan. Tapi, Erlangga tidak memiliki keberanian untuk bertanya -tanya. Aura kesal di perlihatkan Kinan padanya sepanjang pagi.


"Kinan!" panggil Erlangga dari kejauhan.


"Tidakkah kamu ingin...'' Erlangga menunjukkan pipinya dengan cara menyodorkan gerakan menginginkan ciuman.


Meskipun Erlangga bingung dengan sikap Kinan yang berubah 180 derajat, Erlangga masih mencoba membuat lelucon agar suasana hati Kinan cepat membaik.


Kinan Pasti hanya terbawa emosi sesaat! pikir Erlangga menghibur hatinya.


Heh! Erlangga tersenyum sarkas, menatap Kinan yang sudah memunggunginya. Dia merasa konyol sendiri.


Dengan menyeringai dia mengolok olok dirinya yang bodoh.


"Bodok Mamat! yang terpenting Kinan tidak lagi marah!" Ucap Erlangga lirih, sembari memutar motor kesayangannya.


“Kinan...!”


Erlangga melambaikan tangan selamat tinggal.


Kinan tampak tidak menghiraukan Erlangga, dia melangkah pergi begitu saja! bahkan meninggalkan teman -temannya yang masih sibuk menyoraki Erlangga.


Sejak meninggalkan rumah pagi tadi, Kinan terus uring-uringan tidak jelas. Dia yang biasanya penyabar menjadi sangat agresif.


Saat di tanya mengapa, Kinan hanya menggeleng dan mengangkat bahunya.


Erlangga memutar kendaraannya secara sembarangan. Kekesalannya pada sang kekasih tidak bisa di sembumyikan.


Motor king kesayangan Erlangga yang memiliki nama lengkap Kinanti, memasuki gerbang sekolahnya yang memang hanya di seberang jalan.


Sejarah seperti sudah menulis di papan prasasti sebagai pengingat bagi semua murid baru, lama, bahkan para senior alumni yang sudah bertebaran menjelajahi dunia persilatan. Bahwa kedua sekolah menengah yang bertetangga itu sudah bermusuhan sejak lahir, sejak di dirikan.


ketidak Akuran kedua sekolah itu sudah mendarah daging, turun temurun dari nenek moyang, cicit poyang.


Bahkan ke dua sekolah yang bertetangga itu selalu terlibat perkelahian massal hanya untuk masalah sepele sekalipun.


STM poncowati dan SMA tunas bangsa. Selalu memiliki masalah di setiap momennya.


Erlangga mengacuhkan ancaman dan ultimatum dari para siswa cowok dari sebrang. Menurut Erlangga alasan mereka melarang anak-anak poncowati memiliki hubungan cinta dengan siswa tunas bangsa tidak masuk akal.


Karena Erlangga bersikeras, cinta buka soal sekolah tapi soal hati. Jadi itu masalah pribadi, tidak ada satu mahluk pun boleh ikut campur dalam urusan percintaan siapa pun.


"Gasak-gasak aja!" kata Erlangga pada teman -temannya.


Kaum hawa sangat mahal di sekolah Erlangga bisa di hitung pakai jari dari seribu siswa laki-laki. Sementara di depan gedung sekolah mereka, berdiri gedung sekolah megah yang memproduksi banyak bidadari.


Perselisihan yang selalu terjadi antara kaum Adam kedua sekolah yang bertetangga itu kebanyakan berawal dari kisah cinta lima langkah.


“Good morning pak bakat! Good morning Bu Meisy...?” Sapa Erlangga menggoda.


__ADS_1


Melihat guru BK nya hanya melengos di tegur, Erlangga berinisiatif menuju tempat parkir dengan buru -buru, dia ingin cepat -cepat kembali menghampiri wanita cantik itu dan menggodanya.


“Halo boy!” tegur farel pada Erlangga.


Teman satu servernya itu sudah duduk santai di pojokan gedung kelas satu. Siap menggoda anak baru atau yunior yang Sudi di dipersuntingnya.


“Dah dapat mangsa?” tanya Erlangga turun dari motornya.


Dengan elegan Erlangga mengelus kepala motornya,


“Kamu tunggu aku sampai selesai ujian, nanti kita jjs, Alias jalan jajan santuy!” Ucap Erlangga pada motornya, dia mengelus -elus motor itu seolah itu ada kekasihnya.


“Hoi! Sadar!" pekik Farel geli.


Erlangga memeluk motornya dengan mesra.


"Apa kabar cewek mu? Belum bosan?”


Farel berdiri menghampiri Erlangga yang masih memeluk motornya.


“Belum! ngapa emang? mau kau gantikan posisi aku?"


Mendengar pertanyaan Erlangga farel hanya nyengir, dia naksir berat dengan Kinan, dan farel tidak berusaha menyembunyikan rasanya pada Erlangga.


"Belum bosan gw, Goblok! tunggu sampai gw mampus! baru ambil Kinan?"


“Anjai hari gini belum dapat Makan malam! Huuuuuu...!" gerutu farel, matanya berkeliling mengitari seluruh tempat.


Makan malam bagi Erlangga dan teman-temannya adalah wanita yang dapat mereka nikmati untuk pesta pada malam hari.


"Ikutan yok!" ajak Farel pada Erlangga.


"Ayok kita cari mangsa?"


“Gw malah nafsu sama Bu Meisy! Siapa tau dia mau ambil perjaka ku, sebagai kenang-kenangan.”


"Camen! jadi Lo masih perjaka? Anjir!"


Teman -teman Erlangga yang lain ikut berkumpul menghampiri Erlangga. Mereka langsung bercanda membully Erlangga yang ternyata masih ting-ting.


"Beneran Lo masih perjaka?!"


Ha ha ha...! Tawa riuh langsung menggema.


“Kalau Bu Meisy bukan ambil perjaka mu, tapi menodai kesucianmu!” Ucap Rio ngajak ribut.


“Podo wae, goblox!” Erlangga memukul kepala Rio dengan keras. Dia memilih pergi untuk mendatangi Bu Meisy.


"Mendingan aku berjuang mendapatkan Bu Meisy."



*Puisiku*


Jika kamu cukup berani mengatakan 'selamat tinggal', kehidupan akan menghadiahimu dengan pertemuan yang baru.


Satu kata pemantik hati

__ADS_1


untukku yang enggan beranjak pergi


Kamu pemilik cinta yang pernah menjadi raja di hatiku


Hari ini tepat hari dimana kamu memutuskan untuk pergi


Hari ini, hari dimana aku tidak ingin berpisah dengan mu


Aku melepaskan dirimu dengan kebebasanmu


Tuhan telah selesai hari ini, aku berjuang untuk dia


Tapi, bagaimana dengan Aku ?,


Waktu kita berjalan beriringan telah selesai masa kontrak kita


Namun mengapa aku masih termangu berdiri disini memandang punggungmu yang kian menghilang,


akankah ada ragu atau menyesali


Tuhan kuatkan hati


keputusan ini berarti


sakit adalah siksa


aku akan melanjutkan langkah


Punggung yang pernah menjadi sandaranku,


kini benar -benar telah pergi merampas senyumku


Aku ingin berteriak


jangan pergi! aku membutuhkan mu


aku takut sendirian


aku takut melangkah kan kaki tanpamu


aku takut...


Jika kontrak waktu kebersamaan kita telah usai, apalah arti teriakku,


Akhir yang tak ingin ku akhiri


Something spesial for JACK


Liwa, 22 Agustus 2022


Ditulis oleh Rahayu di sempurnakan oleh Arjuna Bayu


Foto by Little photographer Aan_r17


Wikipedia:


Dahlia coccinea adalah spesies tanaman berbunga dari keluarga daisy Asteraceae. Nama umumnya adalah dahlia merah, meskipun bunganya bisa berwarna oranye atau terkadang kuning, serta merah yang lebih umum. Spesies ini asli Meksiko tetapi telah lama dibudidayakan di negara lain karena bunganya yang mencolok.

__ADS_1


* By: Arjuna Bayu*


__ADS_2