
Rara keluar kamar tersebut dengan menahan sakit dibagian bawah, rara mencari pintu keluar tapi sulit sekali ditemukan club ini terbilang besar.
"Rara" panggil seseorang yang rara dengar rara menoleh kebelakang tapi tidak ada orang, mungkin ini cuma perasaan rara
'ya allah bantu rara keluar dari sini' batin rara air matanya mengalir seperti sungai, rara melanjutkan jalannya tapi ada sebuah tangan yang menggenggam pergelangan tangan rara membuat rara berhenti.
"Ini rara" tanya pria tersebut, rara mengalihkan pandanganya lalu menepis tangan pria itu dengan lembut
"Ra, aku tau ini kamu?" pria itu menangkup dagu rara membuat rara menatap manik hitam milik Alfian
"kamu kenapa?" tanya alfian dia bingung melihat wajah rara yang sangat menyedihkan lihat saja hidung merah mata sembab.
"tadi rara kelilipan" dusta rara sambil menundukan kepalanya
"oh, kamu ngapain kesini?"tanya alfian mampu membuat rara gelagapan
"hmm..itu anu....Aku-rara nemenin ibu arisan, yah itu. kalo kamu sendiri ngapain?" ucap rara gelagapan
"oh gitu, aku cuma reunian sama temen SMA"
"ikut rara yuk" kata rara sambil menarik alfian.
"mau kemana"
"mau keluar, mana jalannya al aku bingung" ucap rara polos
alfian menunjuk ke pintu sebelah rara"Itu pintu keluarnya" Rara pun menoleh kepintu itu sambil tersenyum kikuk, lalu menarik al keluar dari club tersebut.
'alhamdulillah,' batin rara
__ADS_1
"al bawa motor?" tanya rara, alfian mengangguk
"al satu hari ini mau jalan sama rara?"
"selamanya juga al mau kok jalan sama kamu" ucap alfian sambil tersenyum tulus, dilubuk hati rara sangat kecewa tapi senyum itu pasti yang akan buat rara rindu. senyum manis yang selalu al berikan untukku mungkin senyum ini bakal jadi yang terakhir untukku
"ayo naik" ucap alfian etss tunggu sejak kapan dia sudah diatas motornya, ah mungkin rara terlalu banyak bengong, rara langsung menaiki jok belakang, al menyalahkan motornya lalu berjalan meninggalkan tempat itu
▫️▫️▫️
"Rara mau kemana"
"kemana aja al" ucap rara
"oke" alfian pun mengikuti kemauan rara jarang-jarang juga rara ingin jalan2 bersama dirinya, oh alfian sungguh senang
"kenapa?"
"lupain rara, rara gak pantes untuk alfian. cari wanita lain saja yang lebih baik dari aku, aku minta maaf al" jelas rara
"siapa yang bicara seperti itu ra, kamu pantes kok untuk al" ucap alfian, al memilih untuk mengomongkan ini dengan duduk, motor al berhenti di taman gembira, rara turun dari motor al, al pun turun mereka mencari tempat duduk untuk mengobrolkan ini. mereka duduk dikursi panjang diatas pohon rindang
"jelasin sama aku kenapa kamu bicara seperti itu"
"al, maafin kesalahan rara selama ini ya" kata rara semakin ngaur, pandangan rara lurus kedepan menatap jalan kosong
"ra, al salah apa sama kamu sampai kamu bicara seperti itu. ra, al sayang sama rara"
"tapi rara gak bisa al, rara bukan wanita baik-baik. kamu pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku, rara juga sayang sama al maafin rara" ucap rara matanya sudah berkaca mengingat kejadian semalam yang membuat nya putus asa sama hidup ini
__ADS_1
"al, kalo rara ditengah jalan itu pasti rara ketabrak ya. setelah ketabrak rara tergeletak, rara mau coba boleh al" ucap rara menunjuk jalan yang banyak mobil melintas
"istigfar kamu ra, bukan cuma tergeletak nyawamu juga terancam"
"nyawa, rara emang punya nyawa al" ucap rara seperti orang linglung
"Ra sadar" bentak alfian sebelumnya al gak pernah bentak rara dia sangat lembut dengab wanita tapi kali ini ia sudah tidak sanggup melihat sosok wanita yang ia sayang seperti sudah lelah dengan hidupnya, rara pun tersadar dan air matanya luluh begitu saja.
al yang menyadari itu langsung memeluk erat tubuh wanita yang ia cintai. rara menangis dipelukan al.
"maafkan aku ra, aku gak bermaksud membentakmu" ucap al merasa bersalah
"Nggakpapa ko, kamu masih perduli sama rara. tapi al mending kita tidak punya perasaan ini kita belajar melupakan ya, rara yakin kita pasti bisa, emang seharusnya perasaan ini tidak ada al. maafin rara ya, kita bisa jadi sahabat setelah ini, atau..." ucap rara terpotong
'...kamu tidak bisa melihat aku selamanya, maafin aku al' Sambung rara dalam hati
"atau apa ra?" tanya al penasaran
"atau apa hayo" ledek rara sambil tersenyum
"mana mungkin aku bisa"Ucap al pelan
"bisa, rara yakin. udah ah rara mau es krim" minta rara manja, al pun menuruti kemauan wanita yang ia cintai.
**BERSAMBUNG....
APA KALIAN MAU VISUALNYA PEMAIN RETAK?????
JAWAB**:
__ADS_1