
Kinan langsung pergi begitu saja selepas makan malam. Anak itu benar -benar tidak bisa bersembunyi dari apapun, wajah kesalnya di perlihatkan dengan sangat jelas.
"Ke mana Kinan, Er?" tanya Robby basa basi.
"Pulang!" Jawab Sulastri santai.
"Kok, tumben?"
"Er, coba susul Kinan."
("Er, aku main ke tempat Yuli, dia sakit! tolong sampaikan pada ibu.")
Awalnya Erlangga marah mengetahui Kinan pergi ke rumah sahabatnya. Tapi, Erlangga mengingat bahwa suasana hati kinan beberapa hari ini sangat buruk.
"Bu, Kinan minap ke rumah Yuli."
Sulastri menatap Erlangga sejenak. Dia teramat kasian melihat Erlangga yang selalu menjadi bahan pelampiasan kekesalan Kinan.
"Er, sebenarnya kalian ada apa? coba ceritakan sama ibu."
Akhir akhir ini Sulastri pun dapat melihat bahwa emosi Kinan sedikit berlebihan. Mengurung diri di kamar, tidak mau berkomunikasi, sulit makan, juga sering mempermasalahkan hal -hal kecil dan sepele.
Sebelumnya kinan adalah anak yang ramai, mudah bergaul, baik dan lembut. Entah apa yang terjadi pada Kinan, sehingga dia bisa seagresif sekarang.
Aaaah...
Sulastri mendesah pendek, tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari Erlangga.
Erlangga tidak jauh beda dengan anak gadisnya, diam saja jika di tanya Sola pribadi.
"Mbak Dian aku nggak bantu beres-beres Yo? aku mau pulang, khawatir sama anak gadis."
Dian hanya mengacungkan jempol sebagai tanda setuju menanggapi pamitannya Sulastri.
"Mbak Dian, aku pun ikut keluar, mau bantu Wening mengerjakan PR."
Dengan serampangan Robby mengambil jaketnya. Tidak menunggu jawaban dari Dian yang sudah asyik dengan pekerjaan dapur.
"Pa!"
Robby menatap Erlangga sebentar. "Mau ke mana? aku sendirian lho!"
__ADS_1
"Cuma sebentar, nanti juga pulang."
"Ayok Wen!"
"Sudah malam lho Rob...!" Ujar Dian mendukung keinginan Erlangga.
"Aku tau Mbak, wening pasti sibuk hari ini. Jadi aku mau bantu dia sebentar."
Robby tetap saja pergi meninggalkan rumah. Meskipun Erlangga dan Dian asisten rumah tangganya seperti kurang setuju.
Huuuuuuuufffg... terdengar hembusan nafas mbak Dian yang pasrah.
Wanita paruh baya itu hanya menatap punggung Robby yang berlalu pergi.
Malam ini Robby duduk di kursi penumpang, dia tidak ingin duduk bersebelahan dengan Wening.
Selain dia enggak mengendarai mobilnya, rasa malas begitu menguasai jiwa raga Robby, dia ingin rebahan di ruang pribadinya, tanpa harus memikirkan apapun.
Ada keinginan di hatinya untuk menjaga perasaan Kinan.
Wait!
Robby membekap wajahnya dengan keras. Untuk apa dia menjaga perasaan Kinan?
Di otaknya hanya memikirkan Kinan, di matanya hanya melihat bayangan Kinan. Aaaah!
HAH!
"Mau kemana mas?"
"Pak! acara pacar bohongan sudah selesai."
"Yaaaaa, cuman sebentar!" Keluh wening kecewa. Wajahnya merenggut seperti anak balita yang menginginkan es krim.
"Maunya?"
"Setidaknya sampai pagilah!"
Heeeeem
Kali ini Robby tidak ingin bermodus -modus atau bermanis-manis. Dia lebih fokus pada pikirannya yang berantakan.
__ADS_1
"Kita ke mana mas?"
"Pak! bukan mas! Lagian nggak ada siapapun, jadi nggak perlu pura -pura."
"Saya mau sampai pagi, jadi pacar bohongan mas Rob...by!"
Robby melirik Wening dari kaca spion. Wanita satu ini mulai berani dengannya.
"Kenapa mas? atau mas mau aku kasih tau ke Erlangga, bahwa mas naksir Kinan."
"Wening! tolong kasih batasan ya?"
"Oke! tapi saya mau imbalan untuk pekerjaan saya sebagai pacar bohongan mas! mas Rob...by sudah menyita waktu kerja saya cukup banyak."
"Apa?"
"Habiskan malam ini bersama saya, besok tidak ada apapun yang terjadi."
"Okay! kita ke ruang pribadiku, kita habis'kan malam ini sebagai sepasang kekasih."
Mobil melaju melewati gemerlap lampu yang berjejer rapi di sepanjang jalan. Tidak ingin kalah saing dengan langit yang terlihat cerah dengan kelip gemintang.
"Sampai!"
Wening memarkir mobilnya dengan pelan dan hati-hati.
"Tuan?"
Pak Sholeh tukang parkir yang sudah lama bekerja di perusahaan Robby, dan sangat bisa di andalkan oleh Robby itu berlari tergopoh-gopoh menghampiri Robby.
Robby hanya menajamkan tatapannya pada lelaki di hadapannya yang terlihat lelah.
"Tuan...?"
Tukang parkir itu mendekat wajahnya ke telinga Robby berbisik.
Wajah Robby langsung berubah warna, antara bahagia atau sulit percaya, bisa jadi bingung yang pura pura.
Catatan :
__ADS_1
Gaes' jangan pernah lelah kasih semangat ya untuk saya yang ke ce ini, biar saya tambah bahagia, dan bahagia....
love you,...😘