
WARNING⚠️
Adegan 18+ Anak kecil menjauh ai gak mau
nanggung dosa!
pria itu malah menunjukan senyum smirknya membuat rara takut karna tatapan itu. pria itu mendekat dan mulai menyentuh bibir rara seketika rara menengang karna ketakutan tangan pria itu mulai liar saat tangan sampai dipayudara rara, rara langsung menepis dengan kasar tangan pria itu sudah tidak menyentuhnya lagi tapi pria itu mencekram dagu rara dengan kasar
"kenapa, malam ini kamu milik saya" ucap pria tersebut dengan suara serak
"enggak, aku gak mau" ucap rara berusaha untuk melarikan diri karna pria itu sudah memberi jarak, tapi naas dia kalah cepat dengan pria itu
"mau kemana" kata pria itu lalu bangkit dari ranjang dan mendekat ke rara, rara yang ketakutan hanya mundur saat pria itu maju, tapi rara berhenti saat punggungnya menabrak tembok dan kemudian pria itu mengapit tubuh rara dengan tangan kanannya di samping kepala rara jarak mereka sangat dekat bahkan hembusan nafas pria itu terasa diwajah rara.
rara menundukan wajahnya air matanya jatuh begitu saja, apa mungkin dia harus pasrah atau tidak tapi buat apa dia melawan gak akan ada hasilnya, memang mungkin ini takdirnya. takdir buruk yang selalu melimpahnya, kapan takdir yang baik datang kedirinya. kapan kebahagian datang kepada rara, rara rindu masa kecil rara bersama mamah dan papah rara rindu kebahagian itu rara mau kebahagian itu datang lagi, rara capek hidup begini hidup yang selalu dicampakan dibuang bahkan dijadikan bahan pencetak uang, rara capek, rara lelah retih dengan kehidupan ini kalo rara boleh milih lebih baik rara gak dilahirin didunia ini kalo cuma mengalami penderitaan yang berat, rara mau hidup bahagia seperti orang-orang.
air mata rara mengalir deras menatapi nasib kelamnya, saat pria itu menggendong rara dan meletakan rara dirajang rara tidak membrontak karna dia belum sadar
__ADS_1
"astagfilullah allazim" istigfar rara saat melihat pria itu membuka jas nya dan menindihi rara
"aku mohon jangan lakukan ini, aku bakal mengabdi sama kamu, tapi aku gak mau ngelakuin hal keji ini"
pria itu tidak mendengarkan ucapan rara, bahkan dia merobek baju sialan itu. sekarang rara setengah telanjang dia hanya menggunakan dalaman, rara menegang saat tangan pria itu meremas payudara rara dan bibirnya setia dibibir mungil rara.
rara menyadari wajah pria ini seperti seorang bos ternama.
"ka.....mu k.....aakk daahhhh.........vin shhhh aaahh" ucap rara desahan lolos dibibir mungil rara saat jari davin ya pria itu davin mengocok didalam milik rara
"kamu mengenalin saya, panggil nama saya sayang didalam desahan mu"
"argghhh sakitt" jerit rara sambil menangisss
"bertahan...ahh sayang dikit lagi" ucap davin.
jleb!
__ADS_1
tertanam penuh milik davin didalam rahim rara, davin merasakan ada yang mengalir ternyata darah segar yang keluar dari ************ rara.
"saa......kittt" cicit rara pelan davin mulai menggenjot miliknya membuat sensansi panas yang menjalar ditubuh rara
"minum ini" ucap davin mengambil satu kablet bulat dan langsung memasukan ke dalam mulut rara, rara tidak tahu obat apa itu dia langsung menelannya
***
pagi hari rara terbangun karna sinar mata hari yang masuk melalui jendela, rara mengerdapkan matanya berkali kali dia asing dengan kamar ini, saat mau turun dari ranjang ************ rara terasa perih, rara mengingat kejadian malam, dia udah memberikan keperawanannya kepada pria yang jelas bukan suaminya di kotor.
"kenapa rara bodoh, pria itu mana? kenapa ya allah" ucap rara lirih sambil menjambak rambutnya frustasi
"Sekarang mana ada yang mau sama gadis kotor seperti rara" tangis rara pecah seketika mengingat kejadian kelam tadi malam, dia melirik kenakas ada uang berwarna merah dan tebal, rara enggan mengambil uang itu ia memilih untuk keluar dari neraka dunia ini.
"rara benci diri ini" ucap rara sambil memukul dadanya yang nyesek gak karuan, rara berjalan dengan pelan lalu membuka lemari yang ada di kamar itu, bajunya tidak ada yang tertutup tapi ya sudah lah yang penting tidak terlalu terbuka.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa likee and coment
vote!