RETAK

RETAK
RISAU


__ADS_3

Kinan menyeka air matanya sebelum bertemu dengan teman-temannya.


Motor king peninggalan Meylana sang mama pujaan hati berhenti meraung! tepat di depan gerbang sekolah.


Dengan senyuman menawan Kinan menghampiri ke empat sahabat bagaikan kepompongnya itu.


Mereka bersorak di depan pintu gerbang, tidak peduli dengan sorotan mata tetangga. Buat mereka bertemu Erlangga adalah nutrisi yang tidak boleh di lewatkan.


Bagi ke empat sahabat Kinan, Erlangga adalah sosok cowok kece dan manis.


Meskipun urakan, Erlangga tetap memiliki prestasi di atas rata-rata! Kata mereka membenarkan tindakannya.


"Kinan, bolehkah aku mencicipi nya?" Bisik Yuli pada Kinan yang masih belum bisa menguasai gusarnya.


Kinan mencoba menciptakan garis melengkung si sudut bibirnya dengan susah payah. Dalam senyumnya, tersimpan banyak keluh kesah dan derai yang tak terurai.


“Senyumnya itu lhooooo, Nay...” mimik muka Anik menjadi emot melelehnya Olaf’frozen.


Tidak di pungkiri oleh Kinan, Erlangga memang sosok idaman. Selain wajahnya yang tampan mirip om Robby...Erlangga juga sosok yang lembut.


Mungkin turunan dari mamanya! jika di lihat dari Om Robby yang dingin macam kulkas dua pintu. Jelas Kinan pada Anik mencoba santai.


"Eh, tapi papanya Erlangga juga... wooooow!"


Kinan mendelik menatap wajah teman-temannya. Dia tidak berani mengatakan banyak hal dalam kesalnya.


Kinan langsung pergi begitu saja, tidak mengindahkan mereka yang begitu antusias menikmati wajah Erlangga yang bagai matahari pagi, indah penuh nutrisi.


"Dasar eror!" Sebut kinan pada teman-temannya yang senewen.


"Erlangga pasti mengikuti gen mamanya, lembut dan manis."


Di dalam kelas pun mereka masih membahas Erlangga Robby dan mamanya.


Iiiiih! jadi jengah.


"Tapi dia cool! pasti kayak papanya."


"Nay!" Kinan berteriak tidak nyaman. Akhirnya keluar juga kekesalan Kinan.


Mata keempat sahabat Kinan langsung tertuju pada Kinan yang tiba-tiba menampilkan wajah drakula wanita.


"Why?"


"Erlangga manis kayak mamanya," ucap Yuli tidak peduli dengan kinan.

__ADS_1


"Ganteng and cool kayak papanya."


"He eh,"


Empat gadis maniak Om-om itu tidak peduli dengan wajah Kinan yang terlihat tidak nyaman oleh obrolan mereka.


"Aku mau lho, di cicipi sama om Robby!"


"Kinan! kenalin kita sama mereka!" ke empat nya bersama menampilkan emboji memohon.


"Nggak!"


Kinan kesal! dengan semua orang. Yang seolah selalu menginginkan Robby.


"Kenapa nggak!" jawab ke empat wanita sahabat Kinan dengan wajah gahar.


Wajah mereka langsung menghakimi Kinan yang memperlihatkan wajah udang rebus.


"Ada apa?!"


"Heh! kenapa kamu malu -malu? dan uring-uringan?!"


"Jangan -jangan kamu sudah anu sama mereka, mendahului kami!"


"Nggak papa, kami bisa jaga rahasia! tapi..."


"Bagi!" teriak mereka bersama.


Antara malu dan mengingat kenikmatan bersama Robby, Kinan terus mundur, hingga sampai pada titik dia sudah bersandar di dinding dan tidak dapat bergerak lagi.


Membayangkan tubuhnya yang di sentuh oleh duda itu, menjadi desiran rasa yang hebat, rasa menginginkan terus hadir menjadi dilema yang sulit di hindari.


Mana mungkin Kinan jujur pada sahabat -sahabatnya. Dia tidak sanggup berbagi.


"Uuuuh," lenguhnya pelan.


"Eh, Kinan! hayoooo..."


Yuli memperhatikan perubahan wajah Kinan dengan teliti.


Saat Kinan melenguh pelan, Yuli mengernyitkan keningnya.


Di tambah dengan perubahan wajah Kinan. Jika tidak salah tembak, Yuki tau aura apa yang sedang di rasakan Sahabatnya itu.


Kinan merasa wajahnya memerah dan memanas.

__ADS_1


"Erlangga seorang yang sangat perhatian suka memberikan kejutan istimewa." Potong Yuli mengalihkan perhatian teman yang lain, dia ingin sekali bertanya pada Kinan secara langsung, apa yang sudah terjadi.


“Erlangga....” desah Kinan keras.


“Bagi cowokmu Kinan!” ucap mereka bercanda.


"Sudah -sudah!" tepis Yuli menyelamatkan Kinan.



KASIHKU TERBUNUH SEPI


Arjuna Bayu


Aku menjawab semua tanya pada setetes hening


Dalam gema doa yang


aku kumandangkan dalam sunyi


Rinduku telah mati


kutikam berkali-kali


Karena milik ini salah


pulang pada rumah yang tidak bisa kutinggali


merajut seribu keluh kesah dalam sujud ditengah malam sunyi


kasihku telah menghilang


Aku tengelamkan seluruh rinduku pada cinta yang terlarang


hati,


kuatkan meskipun tersakiti


meski hancur raga


biarkan


kasihku mati terbunuh sepi


LAMBAR 11102022/22.39

__ADS_1


__ADS_2