RETAK

RETAK
PART 9


__ADS_3

"kenapa rara ada disini" ucapnya bingung saat tiba-tiba sampai di depan rumah yang sangat besar, pagarnya terbuka sedikit karna rara penasaran dia mengintip dan tiba-tiba sosok pria keluar dari dalam rumah tersebut dengan baju piyama-nya, rara hanya menganga saat tau pria itu siapa?


"rara harus minta pertanggung jawaban dia" ucap rara, lalu dengan berani masuk ke dalam tapi naas ditahan sama pria yang bertubuh kekar sepertinya satpam


"mba mau apa?" tanya satpam itu


"aku mau ketemu sama tuan davin boleh"


"apa anda sudah membuat janji" ucap satpam satunya, janji? kaya mau masuk kekantor saja


"pak saya mohon ini sangat penting" ucap rara memohon


"lepaskan saja" ucap seseorang dari belakang satpam, itu adalah davin dua satpam itu pun mengangguk lalu meninggalkan mereka berdua.


"ada apa? langsung to the point saja" ucap davin datar, rara memberikan benda kecil dan panjang itu kepada davin, davin mengambil benda itu menatap benda itu dengan kesal


"apa ini?" ucap davin sedikit membentak, rara gak pernah di bentak rara menundukan wajahnya


"aku hamil" ucap rara pelan tapi bisa didengar oleh davin, davin mencekram bahu rara membuat rara kesakitan


"lebih kencang"


"aku sedang mengandung anak tuan" ucap rara


"lantas apa yang buat saja percaya? bisa saja anak yang ada dikandunganmu itu bukan anak saya melainkan anak orang" ucap davin pedas menusuk ke hati rara


"aku melakukan itu hanya dengan mu" ucap rara


"saya gak sudi punya anak dari rahim wanita seperti kamu"


Deg!


tadinya rara menunduk dengan berani menatap manik hitam milik davin dengan tatapan sendu sungguh tega dia

__ADS_1


"kamu butuh apa? uang? itu kan ya kamu butuhkan saya akan berikan itu" ucap davin saat ingin beranjak untuk mengambil kan cek tanganya ditahan oleh rara


"aku gak ingin uangmu aku hanya mau kamu bertanggung jawab? aku gak mau nanti anak ini tidak mempunyai ayah."


"hahaha akting kamu sangat bagus, saya tau maksud kamu, kamu hanya menginginkan uang bukan" kata davin sambil tertawa sinis


"aku tidak butuh uang kamu"


"pergi dari sini" ucap davin masih dengan mode datar, rara enggan untuk pergi


"pergi dari sini" ulang davin sambil mendorong rara untuk keluar rumahnya sampai rara terjatuh.


"jangan pernah datang kesini lagi karna saya tidak sudi punya anak dirahim wanita seperti mu" final davin


"Astagfillulah" istigfar rara saat membuka matanya dia masih di kuburan, hari sudah pagi,


'tadi hanya mimpi kenapa begitu nyata' batin rara


"kalo mimpi itu bener-bener nyata bahwa rara hamil, lebih baik rara tidak usah meminta pertanggung jawaban dia, lebih baik rara tanggung sendiri saja" ucap rara berusaha untuk tegar menerima ujian ini


"mulai hari ini rara berusaha untuk mengikhlaskan semuanya" ucap rara tersenyum palsu


"kalo kamu bener ada disini, mamah akan jaga kamu? tapi maafin mamah, kamu tercipta dengan cara yang salah" ucap rara sambil mengusap perut datarnya


"mamah akan berusaha jadi mamah dan papah untukmu?"


"mah, pah rara pulang dulu ya? sekarang rara udah berusaha tegar kok tenang aja rara pasti bisa lewati masalah ini, mamah dan papah jangan khawatir ya" ucap rara bangkit meninggalkan area permakaman sudah tiga hari dia tidak mandi tubuhnya sangat lengket


***


rara keluar area permakaman. ya seperti biasa rara jalan sesuai kakinya.


tiin

__ADS_1


tiinn..


suara klakson motor dari belakang rara membuat rara menepikan jalannya. tapi motor itu seolah menghampiri rara, rara menatap seseorang yang naik motor karna orang itu menggunakan full helm membuat rara bingung, saat dia membuka helmnya.


"Rara" panggil al, ya pria itu al


"iya al kenapa?" tanya rara berpura-pura baik-baik saja


"kamu mau kemana?"


"aku tidak kemana-mana" ucap rara sambil tersenyum simpul


"ayok naik ra"


"gak usah al"


"ayok, al lagi banyak uang. al traktir apa aja yang rara mau," ucap al diakhiri tawa, rara pun tertawa krna tawa al sangat menular


rara pun menaiki di jok belakang alfian.


"al gak jalan kalo rara gak pegangan" ucap al rara yang mendengar itu hanya mendengus kesal lalu memegang pundak alfian tapi rara bingung motor al kenapa tidak jalan-jalan


"kamu kira aku ojek, pegengnya disini" ucap al sambil menuntun tangan rara ke pinggangnya membuat rara memeluk al.


"dah gini aja, biar kaya orang-orang. soalnya aku capek ngeliat ke-uWu-an mereka" kata al sambil tertawa


"ya sudah jalan lah rara sudah lapar" ucap rara


***


**bersambung..


jangan lupa vote and like ny🐇🐰**

__ADS_1


__ADS_2