
rara berakhir di kamar ini, dimana dulu dengan mudahnya rara memberikan harga dirinya kepada laki-laki yang tidak rara kenal, rara kembali mengingat semua itu padahal dia sudah berusaha untuk tidak mengingatnya
rara duduk diatas ranjang sambil memeluk dirinya sendiri
"rara mau keluar" gumannya, rara berlari kearah pintu lalu membuka knop pintu untuk membuka tapi pintunya di kunci
"rara mau keluar" lirih rara, matanya merah dengan kuat rara menahan air matanya tapi tidak bisa ia gak kuat, rara kembali menuju ranjang dan duduk di tepi ranjang
"Rara emang gak boleh bahagia ya" tanya rara pada diri sendiri dengan tatapan kosong
\-\*\-
Cklek
Rara menoleh ke suara itu sambil menghapus air mata yang ada di pipinya, seorang pria dengan baju formal.
rara yang sedang duduk langsung berdiri dan menatap pria itu dengan mata memohon. kalian tau pria itu pria yang sama
"rara gak mau hiks" ucap rara lirih, pria itu langsung menghampiri rara dan langsung memeluk tubuh rara yang bergetar, tangis rara pecah membasahi dada bidang davin
"rara gak mau kak" ucapnya pelan yang masih didengar oleh davin
"Saya gak apa-apain kamu, berhenti menangis"ucap davin sambil melepaskan pelukanya, rara menghapus air mata dengan punggung tangannya, davin langsung menarik rara keluar dari kamar tersebut menuju ke parkiran
\-\*\-
mereka sudah keluar dari area club itu dan sekarang rara sudah berada didalam mobil davin, davin memundurkan mobilnya lalu melajukan mobil meninggalkan club itu
Hening...
__ADS_1
tidak ada yang memulai pembicaraan, davin ya fokus dengan jalan.
rara mengusap perutnya yang datar sambil tersenyum
"Dia papah kamu sayang" ucap rara dalam hati dan senyumnya berubah jadi senyum kecut dengan tatapan kosong
"gimana kalo ini bener terjadi, rara gak mau dia tidak memiliki sosok ayah." batin rara
"ada apa?" tanya davin datar, rara tersadar dari lamunannya dan langsung menggelengkan kepalanya
"kak rara mau nanya?"
"apa?"
"kalo ada seorang wanita yang tiba tiba datang ke rumah kakak dan mengaku sedang mengandung anak kakak, gimana tanggapan kakak?" tanya rara panjang lebar, davin yang gak mengerti kenapa wanita disampingnya bicara seperti itu
"saya tidak perduli!"
deg...
/*//
"berhenti disini aja" pinta rara
"rumahmu dimana?" tanya davin
"stop disini aja kak"
"apa kamu tidak punya rumah, mau jadi wanita murahan dipinggir jalan" ucap davin pedas dengan nada dingin, rara menatap davin sekilas tidak menyangka dia akan mengatakan hal tersebut.
"rara emang murahan, tapi bukan itu yang rara mau" final rara lalu membuka pintu mobil davin dan meninggalkan mobil itu.
***
"kak keira" panggil seseorang digang sempit membuat rara menoleh, dan ternyata nita
"hai"
__ADS_1
"kakak abis dari mana?" tanya nita
"kakak abis jalan jalan aja" jawab rara, nita mengangguk
"nita udah makan?" tanya rara
"ini nita beli makanan buat mamah sama aku, kakak udah makan belum? kalo belum nanti barengan sama nita" ucap nita sambil menunjukan dia bungkus nasi
"kakak udah makan kok, rumah kamu dimana? kakak boleh kerumah kamu?" ucap rara seraya bertanya
"rumah aku kotor kak, nanti kakak kulitnya gatel gatel"
"udah gapapa" rara langsung menggandeng nita, nita menunjukan arah rumahnya
"ini rumah aku" ucap nita menunjukan rumahnya yang terbuat dari tripleks bahkan banyak tumpukan rongsokan di rumah nya, sebenernya tempat ini tidak layak tapi... kita harus bersyukur
"kak ayo masuk, ngapain melamun disitu" ucap nita yang sudah masuk kedalam rumahnya, rara pun masuk mengikuti langkah nita dari belakang, rara melihat seorang ibu yang sedang berbaring di ranjang yang terbuat dari kayu tanpa kasur hanya di balut karpet
"dia mamah aku kak, lagi sakit. maaf ya rumahnya jelek hehe" ucap nita sambil tersenyum rara tau senyum itu bukan senyum bahagia
"enggak kok rumahnya bagus, yaudah kalian makan aja"
***
huaaa aii ngetik apa seh gj pisan😭
jangan lupa like ya ya ya
Kngn gak sama cerita ini?
gak
ywdh
salam kangen dari istrinya kim taehyung🐯 🤣
__ADS_1