
Keinginan Wening untuk mendapatkan gulali dari Robby gagal total alias Gatot!.
Wanita itu membanting tubuhnya di kursi kerja. Rasanya percuma dia meluangkan waktu, jika akhirnya pun dia tetap tidak mendapatkan apapun.
Seandainya saja malam ini dia bisa tidur lagi bersama Robby kemungkinan kesempatan untuk mendapatkan duda legit itu lebih banyak.
Tidak mungkin Robby akan meninggalkan dirinya jika saja dia bisa berpura-pura hamil. Atau, bisa saja Wening membuat dia hamil dengan orang lain, seharusnya apapun bisa di halalkan untuk mendapatkan hasil dari harapan. Soal jalan apa yang di gunakan, itu tidak penting! karena yang terpenting adalah hasilnya.
Rencana sudah di susun rapih oleh wening dari jauh hari, harusnya ini menjadi kesempatan baginya untuk melancarkan usahanya. Tapi, gagal karena sesuatu yang di bisikkan satpam sialan itu!Wening mengepalkan tangan gemas sekaligus penasaran, apa dan siapa yang menunggu Robby sebenarnya.
******
ROBBY
"Assalamualaikum..."
Wanita separuh baya yang menjadi asisten rumah tangga Robby sekaligus sebagai kakak angkatnya memandang Robby tidak berkedip.
Pagi -pagi sekali wanita yang akrab di panggil dengan sebutan mbak Dian oleh Robby itu sudah ada di rumahnya.
"Tumben mbak sudah datang."
"Bukan sudah datang Robby, tapi tidak pulang! kamu yang dari mana?"
"Kenapa, kok Judes gitu?"
"Rob! kamu bilang semalam cuma sebentar, kok baru pulang?''
"Aku ketiduran, Mbak!"
"Ketiduran atau sedang asyik-asyikkan sama sekertaris papa!" Senyum Erlangga sarkas tanpa menoleh papanya.
Erlangga muncul dengan wajah berantakan baru bangun tidur. Dia melangkah menghampiri kulkas dan mengambil botol air mineral.
"Pa, serius dikit lah sama perempuan, papa itu sudah tua, harus lebih mementingkan diri sendiri. Aku akan pergi jauh, tidak bisa menemani papa selamanya."
"Maafkan papa,"
"Dah biasa pa! tapi setidaknya papa mikir masa depanlah."
Robby menghampiri Erlangga.
"Kamu sebentar lagi pergi, bisa kita ziarah ke makam mamamu?"
"Kapan pa?"
__ADS_1
"Hari ini, papa sengaja mau menghabiskan waktu bersamamu saja."
"Basi!"
Ck!
Robby berdecak sedikit kesal mendengar semua sindiran Erlangga.
"Aku bawa Kinan ya?"
"Hmmmm."
“Papa nggak tidur? Mata papa memerah terlihat kurang tidur."
“Aku mau ganti baju dulu.” Ucap Robby sambil lalu, rasanya tidak ingin berlama-lama berada di sekitar Erlangga. Ada dinding yang kini menjadi pemisah hubungan bathin keduanya.
Huaxks...huh!
Robby menguap lepas dengan menggerakkan ke-dua tangannya ke atas.
Membenarkan letak bajunya yang berantakan.
“Om!” panggil Kinan pelan.
"Eh,"
Setelah malam yang mereka lewati. Kinan pulang lebih awal, kurang lebih pukul empat sebelum subuh.
Sementara Robby sendiri setelah mencarikan taksi untuk Kinan memilih berlari Santai.
“Pagi?”
Gadis kecil itu duduk di depan Robby, memaksa Robby untuk duduk juga. Tetapi matanya yang masih sangat ngantuk, terlihat memohon untuk di pejamkan.
Huuuuaaxss
“Nggak kerja, Om?”
Kinan memang terlihat seperti bertanya, namun pertanyaannya sangat terlihat hanya sekedar basa basi.
Gadis itu tertunduk saat bertemu dengan mata Robby yang memicing mesum.
Robby menguap berkali-kali dengan wajah masam.
Beberapa botol minuman berdiri kosong diatas meja, juga sampah kulit kacang berserakan.
__ADS_1
"Siapa yang habis minum -minum?"
"Me," Jawab Erlangga Santai sembari melangkah ke kamarnya, dia menarik tangan Kinan untuk turun masuk.
Kinan urung membersihkan meja dia ikut melangkah dengan buru-buru.
Duren itu tidak bergerak dari duduknya. Dia melanjutkan acara tidur nyamannya di atas kursi panjang ruang tamu, hanya bisa menatap punggung kedua anak ABG itu berlalu.
KAMU
by Arjuna Bayu
Kamu...
Yang dengan manisnya membawa aku terbang ke langit biru
membawaku ke negeri kayangan
membangunkan aku istana mimpi
menikmati aroma cinta para dewa dewi
menari dan bernyanyi bersama bintang -bintang
Kamu...
Yang dengan indahnya menyajikan puisi bak pujangga
hingga aku terbuai dalam peluk cinta yang kau cipta
Dan...
Di saat aku menyadari
ternyata aku telah kau lempar ke tepi lautan hitam yang tak berujung
Kau jatuhkan aku dari tingginya khayalku
Kau ciptakan air mata dalam telaga yang sama
hari yang begitu indah
kau muramkan seketika
__ADS_1
kamu menipuku dengan puisimu
KOPI SENJA 02022023