RETAK

RETAK
MESIN PENCETAK DUSTA


__ADS_3

“Erlangga!” Pekik Bu Meisy.


Meskipun mendapatkan gertakan dari guru BK nya, Erlangga tetap saja melompati pintu gerbang, bertemu dengan kekasih hatinya.


Sebelum memulai perjuangannya, menghadapi lembar demi lembar soal sanggatlah penting menambah nutrisi. Ujarnya maksa.


“Erlangga!” gadis manis dengan rambutnya yang khas di Gelung ke atas acak-acakan melambaikan tangan.


“Good morning my heart?”


“Morning to.”


“Nanti jemput ya, pulangnya.”


“Kan emang rutinitas.” Jawab Erlangga cengar-cengir, rasanya ingin langsung nyosor bibir mungil dan tipis itu, yang memang sangat menggemaskan.


Kinan terus berbicara panjang pendek lebar tinggi dan sebagainya. Entah-entah apa yang di katakan oleh Kinan. Erlangga hanya fokus melihat bibir Kinan yang tipis Merona, dan di basah-basahi oleh air liur.


Erlangga sangat bahagia melihat Kinan kembali seperti biasanya.


Jiwa menghalunya kambuh tidak karuan.


Tiba-tiba otaknya pergi ke pulau Bali dengan banyak kamar hotel kosong.


GLEK


Dia menelan ludahnya, sangat menginginkan sekelebat bayangan nikmat.


“Menunggu bel masuk, sangat nyaman bersamamu.” Jawab Erlangga sekenanya, asal jawab saja karena antara otak dan Suara tidak ingin bekerja sama.


Wajah Kinan merenggut, ada kesal yang sangat di sana, Namun kesalnya si balut oleh mimik wajah manja, sehingga membuat wajah itu begitu menggemaskan dan tidak terlihat sedang gundah gulana.

__ADS_1


Erlangga menyibakkan anak rambut Kinan yang menjuntai menutupi dahi.


Entahlah pagi ini sepertinya Kinan sedang menyimpan kemarahan yang sangat besar.


“Ada apa?” tanya Erlangga lagi, mengulangi kalimatnya, menunggu jawaban.


Kinan jelas-jelas menumpahkan kekesalan padanya, entah ada apa, Erlangga tidak ingin menambah ricuh suasana hati kekasihnya itu.


Menurut Erlangga Jika tidak ingin membicarakan masalahnya, itu berarti dia tidak ingin orang lain tau. Tidak masalah, tapi Erlangga tetap berharap bisa membantu kesusahan kekasihnya itu.


Hari Jum’at adalah hari terakhir ujian Nasional berlangsung. Itu berati akan menjadi hari-hari yang pendek untuk hubungan keduanya. Bahkan papanya sudah mulai mengurusi kepentingan kepergiannya.


Erlangga pikir Kinan uring-uringan karena hal itu, perpisahan mereka semakin dekat.


Dengan erat Erlangga menggenggam tangan Kinan.


“Kita jalan-jalan selepas ini, ya?” Erlangga menyentuh dagu Kinan, mencoba menguasai hempas nafasnya yang terasa panas.


Kinan menundukkan kepala, mencoba membuang bayangan Robby.


Perasaan aneh Kinan pada Robby semakin merajalela, tumbuh dengan liar. Menguasai ladang tandusnya. Tidak bisa di pungkiri, kini hanya Robby Robby dan Robby yang dia inginkan.


Tidak tau kapan itu di mulai. Yang jelas bertemu dengan papanya Erlangga adalah hal yang sangat di nantikan.


“What’s happening Baby?” Tanya Erlangga berulang -ulang.


Kinan benci mengapa setiap kali melihat sosok papanya Erlangga hatinya jadi kacau. Butuh waktu lama untuk bisa melupa, sementara akses bertemu cukup sering terjadi.


Kinan mengendurkan otot-otot lehernya, berusaha keras menguasai pikiran yang carut marut.


Bagaimana pun juga dia dan Erlangga sedang menghadapi ujian, akan menjadi masalah jika mood mereka rusak.

__ADS_1


Dia mencoba mengabaikan perasaan kesalnya. Menenangkan diri sendiri rupanya lebih sulit dari menenangkan Erlangga.


“Siapa cewek yang duduk di ruang tamu tadi?”


“Hah! Tante Wening maksud mu?” Erlangga terlihat terkejut dengan pertanyaan Kinan. Tidak menyaka Kinan akan ada pertanyaan yang melenceng dari angan -angannya.


“Dia cantik banget.”


Ha ha ha...! Erlangga tertawa tanpa jeda, menatap geli pada sang kekasih.


“Jadi My Baby! cemburu sama Tante Wening! Dia sekretaris baru papa. Nggak mangkinlah aku sama dia.”


Erlangga tidak menaruh curiga sama sekali, dia langsung duduk di samping Kinan dengan tawanya yang lepas. Sesekali dia mengekek kembali mentertawakan Kinan.


Lagian apa hubungannya dengan ku?


Pikir Kinan, tangannya menepuk jidatnya dengan keras.


Mau dengan siapapun papanya Erlangga! tidak ada hubungan sama sekali dengan ku! Kami tidak memiliki hubungan resmi!



#Tc, Kalimantan #


Selamat siang puisi!


Hari ini aku menemukan rindu yang kau titip pada embun yang menggantung di ujung daun


aku mendengar kepak cinta yang kau titip pada sayap-sayap burung


Tapi,

__ADS_1


aku juga melihat aksara-aksara menjadi kata terpampang pada layar-layar mesin pencetak dusta...


#wayahnyaNgopdud#


__ADS_2