Roller Coaster

Roller Coaster
Episode 17


__ADS_3

Sobat


Hari di


mana diadakan ujian pertama untuk mata kuliah Matematika Fisika dimulai. Oktia


duduk di barisan nomor dua. Bangku sebelah kiri Oktia masih kosong. Dayat datang,


kemudian duduk di samping kiri Oktia. Beberapa waktu kemudian, Wulan datang,


duduk di barisan terdepan, tepat di depan Oktia. Sebelum ujian dimulai, mereka


bertiga ngobrol sebentar. Dayat ngobrol dengan Wulan dengan sedikit mendekatkan


bahunya pada Oktia. Oktia melihat sesuatu yang aneh. Wulan tampak terbengong


setelah melihat tingkah Dayat.


“Apa Wulan itu, nggak tahu kalau yang dimaksud


‘Titik’ kemarin aku?” batin Oktia.


Dosen datang membawa beberapa soal untuk menguji


kemampuan mahasiswanya. Tempat duduk diatur karena tempat duduk waktu itu


terlalu rapat. Maka, antar mahasiswa diberi jeda satu kursi kosong.


Setelah ujian selesai, Oktia dan Dayat saling


bertanya jawaban yang benar. Mereka keluar kelas bersama Kinan dan Gita.


Berhubung masih ada kuliah, mereka langsung menuju ruang kelas untuk kuliah


berikutnya di kelas pojokan.


Risma yang sepertinya keheranan melihat Oktia


berjalan berdampingan dengan Dayat sedangkan Gita dan Kinan ada di belakang


Oktia dan Dayat, menyapa Oktia.


“Oktia!” sapa Risma.


Hari telah berganti. Kuliah diadakan jam 7.00.


Oktia duduk di barisan terdepan. Dayat datang lalu duduk di samping kiri Oktia.


Beberapa waktu kemudian, Wulan datang. Dayat meminta Wulan agar duduk di


samping kirinya.


“Wul, theme


song-ku sekarang udah ganti.” kata Dayat memberi tahu Wulan.

__ADS_1


            “Ganti apa Yat?”


tanya Wulan.


            “Sobat.” jawab Dayat


kemudian menyanyikan lagu yang sedang menjadi theme song-nya.


Sobat...


Aku sungguh tak mengerti


Semua ini bisa terjadi


Setelah perkenalan itu


Aku terhanyut


Aku sebenar-benarnya tak kuasa


Mendambakannya merindukannya


Kutahu dia milikmu tercinta


Sebagai kembang yang kau pilih


Namun hatiku hatinya


Mengisyaratkan rasa


Ingin memetik, merangkai, menjadikan ikatan abadi


Sobat maafkan aku mencintainya


Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti


Mencoba menahan himpitan rasa itu


Merajam keruhnya jiwaku


Ternyata hidupku dan dirinya terikat rasa tulus


Takkan menyusutkan pelukku dan rindunya


            Setelah


kuliah jam pertama selesai, mereka pindah ke gedung lain untuk mengikuti


perkuliahan berikutnya. Sebelum dosen masuk ke kelas. Teman-teman yang lain


sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Dayat duduk di kursi pinggir jendela


kelas bersama Nugraha.


“Yat, kalau udah gitu, segera diminta

__ADS_1


baik-baik.” nasehat Nugraha pada Dayat.


Sepertinya, teman-teman dekat Dayat sudah tahu


semua tentang masalah perasaan Dayat. Sehingga, memberinya masukan agar Dayat


meminta baik-baik pada gadis yang disukainya.


Setelah kuliah selesai, Dayat mengajak Oktia ke


perpustakaan untuk belajar bersama. Oktia memilih untuk kembali ke kost


terlebih dahulu karena belajar bersama dilaksanakan pukul 13.00 sedangkan


kuliah selesai pukul 11.00. Sesampainya di kost, Oktia membuka laptopnya untuk


memutar lagu Sobat yang ada di laptop Oktia. Oktia mencoba memahami isi hati


Dayat dari lagu Sobat yang dijadikan Dayat sebagai theme song.


            “Apa jangan-jangan


yang dimaksud sobat dalam lagu itu adalah Damar? Kalau memang iya, berarti


nggak cuma Mbak Sina aja yang tahu perasaan Damar padaku. Iya sih, kalau emang


Damar, sebenarnya aku juga sudah tahu sejak dulu. Tapi kok aku nggak yakin


kalau Damar itu emang suka padaku. Aku kan belum pernah melihat tatapan mata


yang dimaksud Mbak Sina waktu kuliah Matfis dulu. Lagian dia juga nggak pernah


bilang.” batin Oktia.


            Oktia sudah sampai


di perpustakaan lantai dua tempat di mana biasanya mereka belajar. Berhubung


hari Senin kelompok Oktia akan presentasi, Oktia meminta bantuan Dayat untuk


mengajarinya. Beberapa waktu Oktia menunggu, akhirnya Dayat datang. Ia duduk di


samping kiri Oktia. Kemudian disusul Okti dan Ana. Yang terakhir adalah Rahma.


Belum sampai dia duduk, ia menyapa Dayat.


            “Lho... kok ada


Dayat?” tanya Rahma yang mungkin keheranan kenapa bisa ada Dayat padahal Dayat


bukan anggota kelompok yang akan maju presentasi besok Senin.


            Tak hanya pada


Wulan, Dayat menceritakan theme song barunya. Namun juga pada Rahma.

__ADS_1


            “Rahma, sekarang theme song-ku Sobat lho.” kata Dayat


pada Rahma.


__ADS_2