Roller Coaster

Roller Coaster
Episode 4. Kata Hati


__ADS_3

Liburan telah usai. Dua bulan liburan semester merupakan liburan yang cukup panjang. Jadwal kuliah sudah


terpampang di web kampus. Jadwal kuliah di semester tiga kebanyakan masuk siang. Kuliah pertama sering dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Pertemuan belajar kelompok perdana dimulai. Oktia memasuki ruang koleksi di perpustakaan lantai dua. Dayat dan Anti sudah ada di sana. Oktia memilih duduk di sebelah kiri Dayat, supaya


sewaktu Dayat menjelaskan, Oktia bisa memperhatikan dengan jelas. Ibarat guru dengan murid, Oktia termasuk murid yang cerewet. Sedikit-sedikit Oktia bertanya pada Dayat ketika ada hal yang belum Oktia mengerti. Belajar bersama membuat Oktia tak malu untuk bertanya bila Oktia belum paham. Oktia yang masih penasaran


dengan permintaan Dayat supaya tidak mengajak yang lain menayakannya pada Dayat.


“Kenapa sih Yat, kok cuma bertiga aja yang kamu ajak belajar bareng?”


“Kata hati. Aku mendengarkan kata hatiku untuk kita berempat aja.”

__ADS_1


“Oh.. kata hati ya.”


Dalam hati Oktia salut dengan Dayat yang mendengarkan kata hatinya tanpa berpikir yang macam-macam.


“Baiknya kita tiap minggu lho belajar barengnya.”


“Aku sih bisa aja. Kan jadwal kuliah banyak masuk siang.”


Kuliah berlangsung seperti biasa. Tak ada yang istimewa. Hingga di suatu hari ketika Oktia berada di rumah karena sedang week end. HP Oktia berbunyi ada SMS masuk. Dari Anti.


Hari minggu merupakan hari di mana Oktia mewajibkan diri untuk di rumah bersama ayah, ibu, dan adiknya kecuali ada keperluan kampus yang tidak bisa ditinggalkan.

__ADS_1


“Belajar bareng di hari Minggu? Lebih baik aku belajar sendiri. Kalau aku tak paham baru aku tanyakan pada Dayat hari Seninnya.” pikir Oktia waktu itu. Langsung saja Oktia SMS pada Dayat yang menurutnya, dialah yang memprakarsai belajar bersama. Dayat dianggap Oktia sebagai ketua dalam kelompok kecil belajar bareng ini. Dia


pulalah yang menentukan kapan akan ada acara belajar bersama. Kalau Dayat nggak bisa pasti tidak akan ada belajar bersama. SMS ketua berarti anggota akan tahu juga.


“Besok Minggu ada belajar bareng ya? Maaf besok aku nggak bisa datang.” isi SMS Oktia pada Dayat, dan terkirim.


“Teman-teman, besok nggak jadi belajar bareng.” balas Dayat via SMS.


“Hah? Tadikan baru saja aku di-SMS Anti kalau besok ada belajar bareng. Kenapa Dayat SMS besok nggak jadi belajar bareng. Masak cuma gara-gara aku nggak bisa ikut belajar bareng, acara belajar barengnya dibatalin. Emangnya nggak bisa kalau belajar bareng tanpa aku. Emangnya aku siapa? Kalau nggak ada Dayat sih wajar,


diakan yang ngajarin. La ini gara-gara aku nggak bisa ikut kok jadi dibatalin.” pikir Oktia bertanya-tanya hal yang aneh.

__ADS_1


Minggu-minggu berikutnya nggak ada yang namanya belajar bareng. Oktiapun takut untuk menanyakannya pada Dayat. Karena gara-gara dia SMS nggak bisa ikut, belajar bersamapun jadi dibatalkan. OKtia belum begitu mengenal watak Dayat. Takutnya Dayat mutung, sehingga tidak lagi mengajak Oktia dan teman-teman yang lain belajar bersama.


“Aku sebenarnya bingung, belajar barengnya masih jalan atau nggak sih? Atau sebenarnya masih jalan tapi aku tidak diajak karena setiap hari minggu pasti aku tidak bisa ikut? Kalau mau tanya Dayat, takutnya dia marah gara-gara aku kemarin nggak bisa ikut.” batin Oktia mulai bimbang.


__ADS_2