Roller Coaster

Roller Coaster
Episode 28


__ADS_3

Stalker


            Hari


jumat memang tidak ada kuliah. Namun, masih ada praktikum. Oktia berangkat


menggunakan motor. Sesampinya di kawasan laboratorium, Oktia mengegas motornya


dengan sedikit pelan. Ia menengok ke belakang melalui kaca spion motornya. Ia


melihat seseorang mengendarai motor berwarna merah mengenakan baju koko warna


biru. Ia mengenali orang itu. Nudi. Orang itu adalah Nudi. Nudi mengikuti


langkah Oktia meskipun Oktia mengendarai motornya dengan pelan. Oktia


memarkirkan motornya. Nudi pun memarkirkan motornya di depan Oktia memarkirkan


motornya meskipun tidak di depannya tepat.


            “Ke labnya entar aja


deh. Nudi biar duluan. Dari tadi kayak diikutin Nudi.” batin Oktia.


 Nudi


memainkan HP di atas motornya. Nudi tak kunjung jalan ke laboratorium. Oktia


mulai lelah menunggu Nudi duluan ke laboratorium. Ia menyerah. Ia melangkahkan


kakinya ke laboratorium melewati Nudi. Nudi ikut melangkah menuju laboratorium.


Pada akhirnya, Oktia dan Nudi berjalan bersama berdampingan menuju laboratorium


Elektronika dan Instrumentasi melewati ruang lobi, anak tangga menuju lantai


dua. Sesampainya di lorong lantai dua yang ada washtafel-nya, Nudi cuci tangan. Oktia berfikir dia tidak diikuti


lagi. Namun ternyata, setelah di lantai tigapun, Oktia masih diikuti. Di depan


laboratorium fotografi, Nudi tidak lagi berjalan bersama Oktia.


“Tugasmu sudah selesai ya Nud? Aku sudah sampai


dengan selamat tanpa lecet sedikitpun kok Nud.” batin Oktia.


Sampai di depan laboratorium Elektronika dan


Instrumentasi, Oktia tidak langsung masuk lab. Ia pergi ke kamar mandi untuk


cuci tangan. Setelahnya, Oktia masuk ke lab. Belum banyak orang yang datang.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Dayat datang, duduk di pojok depan lab.


“Aku tadi malem mimpi apa ya kok lupa?” kata


Dayat.


“Emang kamu tadi malem tidur Yat?” tanya Nudi.


“Eh, iya ding. Semalem aku nggak tidur.” kata


Dayat. “SIPO, PIPO, KEPO.” “Cinderella.”


“KEPO? Aduh, dia tahu nggak ya kalau kemarin aku


ngepo dia? Dia juga bilang Cinderella juga.” batin Oktia.


Waktu terus berjalan. Risma datang lalu mencolek


tengkuk Oktia.


“Kacang!” kata Risma sambil mencolek tengkuk


Oktia.


“Au!!” teriak Oktia yang kaget. Heni yang latah


mengikuti jeritan Oktia. Semua orang menoleh ke arah Oktia.


Risma sampai tertawa cekikikan hingga terduduk


di pojok belakang lab. Oktiapun ikut cekikikan bersama Risma terlebih setelah


mendengar kata ‘kacang’ terucap dari mulut Risma.


“Risma itu kenapa?” tanya Wulan penasaran.


“Nggak apa-apa kok.” Kata Oktia menjawabkan


pertanyaan Wulan pada Risma.


“Ris, udah ketawanya. Entar yang lain pada


curiga.” saran Oktia.


“Habisnya aku geli lihat Dayat. Jadi keinget ‘kacang’.”


bela Risma.


Ketika praktikum masih berlangsung, Dayat menyanyikan sebuah lagu


yang dipopulerkan Michel Telo yang berjudul Ai

__ADS_1


Se Eu Te Pego.


“Nossa, nossa Assim você me mata Ai, se eu te pego, Ai, ai, se eu te pego.” nyanyi Dayat.


“Ehem ehem.” dehem Wulan.


“Pit, cintaku bertepuk sebelah tangan.” kata


Dayat pada Pita.


“Siapa? Tita?” tanya Pita.


Setelah praktikum selesai mereka berfoto-foto di


dalam laboratorium. Setelah selesai praktikum, mereka pulang melewati ruang


lobi yang sedang digunakan untuk pameran. Melihat teman-teman yang lain


mengunjungi pameran, Oktia mampir sebentar. Setelah selesai mengunjungi


pameran, Oktia dan Risma pulang bersama.


“Ti, kayaknya Nudi tadi ngawasin kamu lho.”


“Nudi ngawasin aku? Kalau Dayat?”


“Nggak tahu. Tapi yang kelihatan ngawasin kamu


itu Nudi.”


“Aku jadi bingung Ris. Yang suka denganku itu


Dayat atau Nudi. Kok Nudi malah ngawasin aku.”


“Nggak tahulah. Aku juga bingung dengan sikap


mereka.”


“Akhir-akhir ini Nudi jadi sering berangkat pagi


terus duduk di sebelahnya Damar. Dia itu pengen misahin aku dengan Damar atau


biar Puput nggak duduk di deket Damar?”


“Tapi, kalau dia mau misahin Damar dengan Puput,


kenapa Puputnya juga masih duduk di depan?”


“Nggak


tahu ah! Aku bingung.”

__ADS_1


__ADS_2