Roller Coaster

Roller Coaster
Episode 3. Rencana Belajar


__ADS_3

Ujian semester dua telah usai. Namun, ada satu yang masih menjadi tanggungan. Mata kuliah pengukuran. Ujian take home  Pengukuran tak serta-merta menjadikan teman-teman sekelas Oktia bebas dengan yang namanya ujian. Untungnya, ujian dikerjakan kelompok. Oktia satu kelompok dengan Widi, Puput, dan Nugraha. Mereka berencana mengerjakan ujian take home di kost Widi. Berhubung mereka belum punya alat yang akan digunakan untuk ujian, Widi dan Puput akan membelinya terlebih dahulu. Oktia tak membawa motor. Widi menyarankan Oktia untuk ke kost-nya dulu bersama Nugraha.


“Nug, kamu dan Okti ke kostku dulu aja. Ini kuncinya. Aku dan Puput mau beli dadu dulu.” kata Widi pada Nug.


“Ya, la kunci kost-mu mana?” tanya Nug.


“Ini.” kata Widi sambil menyerahkan kunci kost-nya. Kemudian Widi bersama Puput membeli dadu untuk mengerjakan ujian.


“Bentar Nug, agak susah naiknya.” kata Oktia yang memang kesulitan untuk naik motor karena menggunakan rok panjang.


“Udah belum?”


“Udah.”

__ADS_1


“Kalau sudah ya turun.” canda Nug. Nugraha, kata Padma dia orangnya jahil. Sewaktu SMP Padma dan Nug adalah teman dekat. Sedangkan semasa SMA, Padma adalah teman dekat Oktia. Oktia dan Padma satu meja selama tiga tahun pada masa mereka SMA, sehingga sewaktu Oktia dan Padma bertemu, tak mustahil untuk membicarakan tingkah Nug yang jahil. Kata Padma, jahilnya Nug itu seperti jahilnya Tyo teman sekelas


Oktia. Namun, menurut Oktia, Nug itu tak sejahil Tyo.


Nug mulai mengegas motornya. Dengan cepat dia menaikkan kecepatan motornya. Oktia yang duduk menyamping di atas motornya ketakutan. Rasanya ingin menepuk bahu Nug dan menegurnya agar tidak terlalu cepat mengendarai motornya. Namun, hal itu Oktia urungkan. Oktia takut kalau Nug malah marah. Dengan cepat mereka sudah sampai di kost Widi. Oktia membuka pintu kostnya. Nug masuk dan mengacak-acak kost Widi. Berhubung Widi dan Puput agak lama, mereka menunggu Widi dan Puput sambil noton TV dan membicarakan Padma teman mereka. Nug berbaring di kasur Widi sambil menonton TV, sedang Oktia duduk di dekat pintu sambil menonton TV juga. Pertemanan Oktia dan Nug memang unik, dipertemukan oleh Padma yang mana Padma adalah teman dekat Nug sewaktu SMP dan teman dekat Oktia sewaktu SMA. Pembicaraan mereka jadi nyambung ketika membicarakan Padma. Terlebih, Padma sedang berulang tahun, sehingga mereka saling mengingatkan untuk memberi ucapan selamat ulang tahun pada Padma.


Widi dan Puput akhirnya tiba juga. Mereka langsung mulai mengerjakan ujian terlebih hari sudah sore. Sewaktu mereka galau mengerjakan soal ujian, mereka memilih untuk beristirahat sejenak. Sewaktu istirahat, ndrett-ndreet.


HP Oktia bergetar. Ada pesan masuk dari Dayat.


“Ok. Aku mau.” balas Oktia. Dengan polosnya Oktia mau-mau aja. Siapa sih yang nggak mau diajak belajar untuk maju lebih terdepan.


“Tapi, jangan ajak-ajak yang lain. Cuma kita berempat aja yang tahu. Alasanya tak kasih tahu pas kita belajar bareng aja.” cegah Dayat via SMS.

__ADS_1


“Sip.” balas Okti via SMS. Dalam hati, sebenarnya Oktia bingung juga dengan SMS Dayat tadi.


“Yang lebih pintar untuk membahas BOAS kan banyak. Kenapa yang dipilih buat belajar bareng cuma aku, Anti dan Zizah. Apa karena Dayat mau mendekati seseorang? Tapi siapa? Anti kan sudah punya pacar, atau mungkin Dayat mau mendekati Zizah. Diakan kalau sama Zizah lumayan akrab. Lagian Dayat kalau manggil Zizah ‘mamah’ kalau


Zizah manggil Dayat ‘papah’. Kalau aku kayaknya nggak mungkin deh. Emangnya aku siapa?” batin Oktia bertanya-tanya.


Waktu sudah terlalu sore. Mereka memutuskan untuk pulang dan melanjutkan mengerjakan ujian di hari kemudian. Setelah usai menempuh semua ujian. Mereka akan libur hampir dua bulan lamanya.


Setelah liburan dimulai, Dayat memposting sebuah puisi di blognya. Sepuah puisi yang ia tujukan kepada pujaan hatinya. Pujaan hati yang hanya ia tahu namanya. Oktia membaca postingan puisi yang ditulis oleh Dayat.


“Wah, puisinya bagus. Buat siapa ya? Buat Diba? Diakan pernah posting di blognya kalau dia suka sama Diba?”


Selain itu, ada postingan foto liburan di grup. Foto Dayat dengan Zahro sedang berdua di sebuah pantai saat liburan. Mungkin hanya candaan karena Dayat memanggil Zahro mamah sedangkan Zahro memanggil Dayat papah. Tapi, bukan sebuah candaan bagi Oktia.

__ADS_1


“Tuh kan? Kan? Lebih jaga jarak lagi sama Dayat mulai sekarang. Dia memang baik sama aku. Tapi, cuma teman. Nggak mungkin lebih. Dia nggak mungkin suka sama aku. Sudah terbukti dia suka sama seseorang dilihat dari puisi yang dia buat. Tapi, mustahil itu aku.” batin Oktia setelah melihat postingan foto yang ada digrup.


__ADS_2