
"Apa Aku harus menikahi Karol?"gumam Alceo dalam hati,"tapi aku tidak bisa begitu saja memutuskan, sebelumnya harus aku komunikasikan dulu dengan Aisyah." Gumamnya lagi dalam hati. Alceo memutuskan untuk merebahkan dirinya di sofa ruang tamu masih di apartemen Karol. Dia berfikir, besok harus berangkat pagi karena mau ke kampus untuk ikut kegiatan Aisyah yang sudah di janjikan. Akhirnya Diapun terlelap, Dia tidak peduli lagi dengan Karol yang sedang marah padanya, yang sudah jujur jika Dia sudah menikahi gadis yang bernama Aisyah.
Sungguh apa yang akan terjadi pada pernikahannya, Dia pun masih mengingat ketika Hafidz memberikan nasehat sebelum akad dan tanpa Aisyah tau.
Flashback On
Setelah mengantar Aisyah ke hotel untuk persiapan akad, Alceo kembali ke rumah sakit menemui Hafidz bersama kedua orang tuanya. Tentu Alceo tidak akan menyembunyikan hal besar ini pada keluarganya. Disana sudah ada kedua orang tua Alceo, Alceo, Hafidz dan asisten Alceo, Adam.
"Maaf.... Sebelum melakukan akad nanti sore. Izinkan saya memperkenalkan kedua orang tua saya terlebih dahulu. Beliau adalah papa dan mama saya. Jujur bagi saya ini sangatlah berat, saya bukan tipe orang pemaksa untuk adik anda menikah dengan saya. Saya hanya merasa, Saya harus bertanggung jawab atas apa yang menimpa Anda atas kelalaian Saya."
"Saya tau, adik anda adalah wanita yang baik. Dia sudah berusaha ikhlas dengan pernikahan ini, entah apakah semua ini adil bagi Dia. Disini sepertinya saya yang beruntung mendapatkannya, bukan Dia. Apakah Anda tidak takut jika saya tidak bisa membahagiakan adik Anda? Apakah anda tidak takut jika nantinya saya menikah lagi dengan perempuan pilihan saya?"tanya Alceo setelah mengucapkan semua uneg-unegnya.
"Saya tidak takut, karena ada Allaah yang akan selalu menjaga dan membahagiakan adik saya. Dan perlu Anda ingat, "Pernikahan bukan hanya sekedar menua bersama, tapi bagaimana ke syurga bersama".
βDunia ini adalah perhiasan/ kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/ kesenangan dunia adalah wanita shalihah.β Ucap Hafidz, "Dan jika di waktu anda sudah menemukan wanita lain, dan belum ada cinta di hati Anda untuk Adik saya. Maka bebaskanlah dirinya dan kembalikan pada saya. Saya buka mau menentang sunnah berpoligami, tapi saya akan berusaha untuk tidak menyakiti adik saya dengan melihat suaminya berbagi hati."
Semua terdiam mendengarkan ucapan Hafidz, Alceo yang masih jauh dari agamanya. Pun terbungkam dengan kata-kata hafidz.
"Nak Hafidz, Saya bolehkah bertanya?"Ucap Mama Tiara.
"Silakan Bu...,Apa yang akan Anda tanyakan?"jawab Hafidz.
__ADS_1
"Apakah nak Hafidz tau siapa kami atau siapa Alceo?"tanya Mama Tiara.
"Kami atau Saya tidak tau siapa Anda ataupun Mas Alceo. Kami sendiri baru 2 tahun di kota ini sebelumnya kami tinggal di kota B. Jika Anda menakutkan Saya meminta putra Anda untuk menikahi adik saya karena harta, itu salah besar. Saya juga punya usaha, walau mungkin hanya sebuah toko kue kecil-kecilan tapi untuk menghidupi adik saya masih mampu. Jangan kuatir mas Alceo, adik saya adalah seorang wanita yang sangat tawadhu' dan zuhud kepada dunia. Dia bukan tipe wanita yang haus akan harta dan mengejar-ngejar pria kaya. Jangan takutkan masalah itu."ucap Hafidz
"Maaf, bukan itu maksud saya nak Hafidz. Kami tidak pernah mempermasalahkan mengenai status sosial. Akan tetapi, kami perlu memberi tahu. Kami sekeluarga adalah keluarga pebisnis, bisa jadi di luaran sana banyak sekali musuh-musuh Kami yang membahayakan Adik nak Hafidz." Ujar mama Tiara.
"Anda tidak perlu kuatir masalah itu, Adik saya jago beladiri dan sudah sering memenangkan lomba kejuaraan beladiri. Adik saya bisa menjaga dirinya sendiri."ungkap Hafidz.
"Baiklah jika demikian, saya ikutan lega."jawab mama Tiara.
Flashback Off
ππππ
"Selamat pagi bi...."ucap Aisyah kepada wanita paruh baya yang sudah mulai berkutat di dapur. Tentu Aisyah memakai hijab dan cadarnya
"Ehhh.... Selamat pagi non.... Non istrinya den Al ya."tanya bi Karni.
"Iya bi, saya istri mas Al. Bibi mau masak apa?"tanya Aisyah.
"Untuk sarapan saja non... Sudah selesai non duduk saja."ucap bi Karni
__ADS_1
"Emm bi... Aisyah apa boleh tanya? Di rumah ini siapa saja yang tinggal?"tanya Aisyah
"Hanya nyonya dan tuan saja non, seperti biasa anak-anaknya memilih tinggal di apartemen mereka sendiri. Jadi disini sepi kasih nyonya dan tuan."keluh bi Karni, "Apa semalam den Al ndak pulang non?"tanya bibi
Hanya di jawab gelengan oleh Aisyah, "sabar ya non, den Al itu sebenernya baik lho non." Ujar bi Karni, Aisyah hanya membalas dengan senyuman. Setelah selesai dengan rutinitas paginya, Aisyah segera berangkat ke kampus. Sebelumnya Dia meminta Sinta menjemput ke rumah mertuanya. Aisyah berpamitan kepada kedua mertuanya, dan setelah itu berangkat dengan berboncengan dengan Sinta.
Entah suatu kebetulan yang menyakitkan, ketika Aisyah berhenti di lampu merah. Aisyah tidak ading dengan mobil yang ada di sebelahnya. Setelah dengan seksama melihatnya, Aisyah melihat benar itu suaminya. Aisyah terus menatap kedua pasangan kekasih yang saling berpagutan itu, merasa lampu merah segera berganti.
"Sin... Hidupkan klakson dengan kencang sekarang!"ucap Aisyah dengan nada kesal.
TINNNNNNNNNNN
Sepasang kekasih di dalam mobil yang sedang melakukan kegiatan romantisnya pun seketika menyudahi ritualnya. Ketika Alceo sudah kembali menatap kedepan dan melihat lampu lalu lintas, baru tersadar jika ada seseorang yang melihatnya. Dan seketika Alceo membeku, Aisyah menatap tajam padanya. Walau memakai cadar tetao saja sorot mata Aisyah masih terlihat kilatan amarahnya.
"Sin, turun biar aku yang bawa motor." Dia mengucapkan itu dengan masih menatap ke arah Alceo dengan tajam.
Aisyah segera turun dari motor dan mengantikan Sinta mengemudi motornya. Dia luapkan amarahnya dengan membawa motornya dengan kecepatan penuh.
"S***t!"umpat Alceo dalam hati, rasa bersalah kepada istrinya semakin besar. Dia ingin mengejar motor istrinya nun ada Karol bersamanya.
"Apakah ini jawaban, untuk ku mempertahankan Aisyah?
__ADS_1
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...βDunia ini adalah perhiasan/ kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/ kesenangan dunia adalah wanita shalihah.β...