
"Mas...."
Aisyah sudah mulai sadar dari pingsannya, Memanggil suaminya lirih namun masih terdengar oleh Alceo. Segera Alceo melompat ke arah Aisyah, dengan kelegaan namun masih di barengi dengan kecemasan akan kondisi istrinya.
"Sayang maafkan mas karena tidak bisa melindungimu."Alceo di penuhi rasa bersalah, karena Dia istrinya jadi korban.
Aisyah menggeleng pelan,"Bukan salah Mas kok, Ai aja yang pandai jaga diri."Ucap Aisyah menghibur istrinya, Dia tahu wanita tadi oasti kekasih dari suaminya. Dan Ia juga jafi tahu jika suaminya sudah berusaha melepaskan wanita tadi.
"Maafkan Aisyah, karena kehadiran Aisyah Mas harus berpisah dengannya."ucap lirih Aisyah yang masih bisa di dengar oleh Alceo.
Alceo segera meraih tubuh istrinya dan memeluk erat istrinya. Alceo masih merasa tubuh istrinya yang gemeteran, Dia mulai mengurai pelukannya dan menatap wajah istrinya lekat-lekat. Tanpa isakan air kata istrinya meleleh dengan tatapan kosong kedepan.
"Kakak..... Aisyah malu."Dengan air mata yang terus meleleh ke pipinya, tnpa disertai isakan dan sesengukan.
"Sayang.... Aisyah ini mama nak, mana yang sakit sayang."
Aisyah menggeleng pelan,"Aisyah baik-baik saja ma..."jawabnya dengan lirih.
"Ma... Aisyah boleh peluk mama?"pintanya
"Boleh banget sayang, sini...."
Aisyah memeluk mertuanya dengan erat, "Ma.... Aisyah malu ma, Mereka ga mau lepasin Aisyah, mereka mencengkeram tangan Aistah sakit ma...."Aisyah menumpahkan semua isi hatinya kepada wanita paruh baya yang berstatus ibu mertuanya.
Alceo segera melihat pergelangan tangan istrinya membuka sedikit lengan baju istrinya yang menutupi, terlihatlah oergelangan tangan istrinya yang sudah memerah keunguan. Wajah Alceo memerah, kemarahannya memuncak Dia beranjak keluar menemui sahabatnya.
"HEI LO MAU KEMANA AL????"
"GUE MAU BUNUH PREMAN-PREMAN SIALAN ITU!!"
"LO GA INGAT ISTRI LO HAMIL,HAH!!!!"
"Iya Al calm down okay, sekarang hanya fikirkan kondisi istri dan kandungannya biar Mereka kami yang urus."
"Pergelangan tangan istri gue memar, Dia pasti merasa sakit. Gue mau mereka merasakan apa yang istri gue rasakan!!!"
"Okay, lo mau gue apakan mereka. Dan lo ingat mereka suruhan Karol, mau lo apain cewek br*****k lo itu ha!!!"
"CK.... LO BISA DIAM GA DREW!!!"
Alceo masih diliputi dengan jatinya yang oenuh demgan amarah, yang Dia inginkan sekarang hanya menghabisi orang yang sudah menyakiti istrinya. Dia tidak pernah seperti ini, emosinya sama sekali tidak terkontrol lagi.
"ALCEO!!!!!!"
Teriakan Mamanya membangunkan dirinya dari rasa amarahnya, Dia segera berlari ke dalam ruangan pribadinya. Dia sudah melihat istrinya kesakitan memegang perutnya.
__ADS_1
"Astaghfirullaah.... Ma sakit... Ma Ai ga kuat ma...!
"AL CEPAT BAWA ISTRIMU KE RUMAH SAKIT!!''
Alceo segera mengendong Aisyah, yang sebelumnya menutupi Aisyah dengan jas milik Alceo yang tadinya juga di pakai untuk menutupi Aisyah.
"Adam cepat telpon rumah sakit stand by sekarang!!!!"
Mereka semua panik, mamanya melihat ada darah di gamis milik Aisyah.
"Darah!!! Al cepat!! Mama ga mau ada apa-apa sama cucu mama Al, CEPAT!!!!"
Julio dan Endrew yang turut berlari di belakang tiga orang itupun di bikin kaget dan cemas. karena ceceran darah sudah menetes dari tubuh Aisyah. Alceo tidak lagi mempedulikannya tujuannya sekarang hanya cepat membawa istrinya ke rumah sakit.
Supir sudah standby di lobby dan segera membawa mereka ke rumah sakit, Aisyah sudah dalam keadaan pingsan.
"Sayang jangan bikin takut mas, bangunlah anak kita pasti baik-baik saja!"
"Ma kenapa Aisyah teteiba begini ma?"
"Mama juga ga tau Al, tetiba Aisyah memekik kesakitan ketika kita berdua berpelukan."
"Ma.... Al takut terjadi apa-apa sama mereka ma?"
"Semoga ga terjadi apa-apa sama mereka. Kamu harus kuat Al."
Perjalanan ke rumah sakit yang hanya memakan waktu 20 menit, cukup lama bagi Alceo. Sesampainya di rumah sakit segera Alceo mengendong iatrinya dan mbawamya ke ruangan IGD.
"CEPAT SELAMATKAN ISTRIKU DAN KANDUNGANNYA, KLO SAMPAI KALIAN GA BERHASIL GUE OECAT KALIAN SEMUA!!!!"
Semua orang yang ada disana memucat seketika, tak terkecuali papa dan mamanya.
"Anakmu sudah gila ma!"
"Ck.... Dia anakmu juga pa!"
"Cintanya terlihat sangat besar pada Aisyah."
"Iya apalagi istrinya sedang mengandung cucu kita pa, pasti Dia akan sangat terpukul jika sampai terjadi sesuatu pada istri dan kandungannya."
"APA CUCU!"
"Ck... lha ang tadi papa ga dengar Al bilang apa? Dasar lemot! Maklum aki-aki loadingnya udah lamban providernya udah siap pensiun!''
"Beneran ikhlas klo papa pensiun, mau bukti klo papa masih buat adek buat anak-anak.''
__ADS_1
"Coba aja klo berani!"
"Cemburu ni ye!!!"
"Idih ga tau umur, siapa kiga yang cemburu. Kan mama cuma bilang COBA AJA KLO BERANI , maksudnya encok ga tu kira-kora bikin adek untuk anak-anak." sok-sok an, dasar orang tua gemblung ga inget umur udah pikun juga klo kemarin batu se ronde udah ngeluh sakit pinggang dasar gumam dalam hati mamanya Alceo.
CEKLEK
Dokter keluar dari ruangan tempat dimana Aisyah di ambil tindakan.
"Dokter bagaimana istri saya?"
"Istri Anda sudah melewati masa kritisnya, usia kandungan istrinya anda masih 3 minggu sangat rentan mengalami pendarahan apalagi kondisi kehamilannya sangat lemah. Hindarkan dari stres atau tekanan yang membuat psikisnya tergoncang. Itu pengaruhnya sangat besar biat kandungan istri Anda dan berakibat fatal Pak Alceo. Alhamdulillaah kandungan istri Anda bisa di selamatkan namun harus bed rest total selama trimester pertama."
Serasa tubuh Alceo di siram oleh air dingin, penuh dengan kelegaan yang Dia rasakan. Dia bersyukur istrinya baik-baik saja, dan kandungannya juga terselamatkan.
Brankar Aisyah keluar dari ruangan tindakan dan di gladak ke ruangan perawatan. Aisyah masih belum sadar, semoga segera sadar itu bantin dalam hati Alceo. Alceo mengiringi brankar istrinya dengan menutupi wajah istrinya dengan jas yang tadi Dia pakai untuk menutupi Aisyah.
"Pak Istri Anda baik-baik saja tidak perlu di tutupi kepalanya!"Tegur perawat yang mendorong brankar Aisyah.
"Istri saya tidak memakai hijab dan cadarnya!"
Terbungkam sudah perawat yang sedang mendorong dan beberapa perawat lainnya. Mode protektif dan posesif Alceo mulai di setting ON.
*Dia ga mau lagi dan lagi kecolongan cukup sekaki saja aebagai pelajaran yang sangat berharga untuknya. Setelah ini Dia akan selalu menjaga istri dan anak yang ada dalam kandungan istrinya. Tidak akan sesekali menjauhkan mereka dari pandangan matanya. Jika bisa 24 jam selalu ada di dekatkan.
Cinta tidak mengenal waktu, tidak mengenal hati milik siapa tempat Dia bernaung. Namun cinta akan berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat juga.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Telah Tertulis di Lauhul Mahfudz...
...Setiap Langkah Perjalanan Kita...
...Dengan Siapa Kita Kenal...
...Dengan Siapa Kita Berteman...
...Dengan Siapa Kita Berjodoh...
...Dan Kapan Ajal Kita Akan Tiba...
...Jadi Tidak Perlu Risau Tentang Perjalanan Hidupmu...
...Kita Yang Berencana Tapi...
__ADS_1
...Allaah Sebaik-Baik Perencana...