
Sudah hampir 2 jam sejak di pindahkan ke ruang rawat inap Aisyah belum juga siuman dari tidurnya. Alceo masih setia berada di sisi istrinya, menggenggam erat tangan istrinya yang masih bebas tanpa jarum infus yang menancap. Sama sekali situasi yang tak pernah Alceo harapkan. Melihat istrinya yang hampir saja diambang kematian. Merasakan bahagianya kabar kehamilan istrinya sekaligus melihat kehamilan istrinya yang dalam bahaya 2 jam yang lalu.
TRING TRINGGGG TRING TRINGGGG
Ponsel Alceo berdering tanda panggilan menyapa. Segera diangkatnya di lihatnya sekilas nama si penelphone, seorang perawat yang di berikan tugas menjaga Kakaknya Aisyah yaitu Hafidz selama pengobatan dan terapi di Singapura.
"Selamat malam"
"Selamat malam Tuan, maaf Tuan Hafidz ingin berbicara dengan Tuan Al."
"Berikan!"
"Baik Tuan!"
"Assalamu'alaykum Al."
"Wa'alaykumussalam Mas, gimana perkembangan terapi mas?"
"Alhamdulillaah sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan, oh iya Al dari tadi perasaanku tidak enak. Apa terjadi sesuatu dengan Aisyah?"
"Alhamdulillaah Aisyah sekarang sudah baik-baik saja mas, hanya belum sadar dari pingsannya."
"Aisyah pingsan! Apa yang terjadi Al?"
"Mas jangan kuatir.... Aisyah baik-baik saja, doakan Aisyah segera sadar ya mas. Tadi sempet pendarahan dengan kandungannya, Alhamdulillaah janinnya masih bisa di selamatkan."
"Alhamdulillaah.... Allaahu Akbar.... Mas bahagia mendengarnya Al, semoga kedepannya kandungan Aisyah sehat terus. Jaga baik-baik mutiara mas Al. Jangan lupa kasih kabar Al!"
"Baik mas, Semoga lekas sembuh dan pulih seperti sedia kala." Doa Alceo pada Hafidz.
Alceo menutup panggilan telphone dari Kakak iparnya, sungguh ikatan bathin yang sangat bagus antara mereka bisa saling merasakan jika salah satunya sedang kesusahan atau sedang kemalangan.
"Mas....."suara lirih Aisyah
Alceo segera beranjak dari tempat duduknya, iya tadi Alceo sengaja berpindah dari sisi Aisyah agar tidak terganggu dengan suara handphonenya.
"Iya sayang.... Kamu butuh sesuatu? Atau mau minum? Atau kamu sudah lapar?........"
Aisyah hanya tersenyum melihat suaminya yang sepertinya terkena virus cerewet. Ga berhenti-berhenti seperti kereta tak ada pemberhentiannya. Aisyah hanya menggeleng....
"Mas.... Ini bukan kamar kita, kita ada dimana?"
"Kita sedang di rumah sakit sayang, Kamu tadi sempat pendarahan lalu pingsan."
"Pingsan? Ai kenapa bisa pingsan mas?"
Alceo tersenyum menggenggam tangan Aisyah, dikecupnya lalu setelanya di tuntunnya tangan Aisyah ke perutnya.
"Tadi dedek bayi marah sama maminya karena maminya nangis terus."
"Mas....!"
__ADS_1
"Hmm.... Ada Alceo junior disini."
"Mas ga bohong kan?''
"Kenapa mas harus bohong! Sudah 3 minggu malah yank."
"Maa sya Allaah.... Allahu Akbar...." Airmata Aisyah meleleh kembali, buliran kristal itu mengalir dengan derasnya di pipi putih nan mulus itu.
"Ssstttt.... Jangan nangis lagi, nanti dedek marah lagi lho yank."
Dipeluknya erat istrinya, menyalurkan energi positif agar istrinya segera mereda tangisnya. Alceo mengelus lembut pucuk kepala istrinya.
"Kamu bahagia sayang?"
"Pasti mas, wanita mana yang tidak bahagia jika di dalam pernikahannya diberikan pelengkap dalam mengarungi ibadah panjangnya."
"Terima kasih Ai, terima kasih sayang. Sungguh tidak pernah mas bayangkan Kamulah kebahagiaan mas sesungguhnya. Jika mengingat di awal sebelum menikah sepertinya mas akan sulit meluluhkanmu namun semua telah sirna begitu Kamu sudah sah menjadi istri mas."
''Maafkan Ai mas, yang terlalu kekanak-kanakan."
"Sstttt.... Mungkin pertemuan kita diawal tidak mengenakkan, dan semoga dengan itu semua semakin menguatkan cinta kita sayang... Aamiin."
CUP
Alceo mengecup lembut pucuk kepala istrinya. Menyalurkan seluruh cintanya pada istrinya.
"Sudah malam sayang tidurlah, tidak baik wanita hamil bergadang."
"Nanti kamu kesempitan sayang, sudah tidur ya.... manut (nurut)!"
"Dedek bayi pengen bobo di peluk papinya mas ..." Dalam hati Alceo, mode manja bumil mulai on nikh sesuai yang di bilang mamanya tadi siang.
FLASHBACK ON
"Al ingat pesan mama, kamu harus lebih waspada. Kandungan istrimu lemah, kamu harus bisa menjadi suami yang siaga."
"Iya ma Al usahakan akan buat Aisyah selalu bahagia."
"Bukan hanya bahagia tapi juga aman sentosa."
Tring Tring
Panggilan telphone dari sahabatnya yang terpaksa harus Al jawab, karena Al menunggu kabar yang Dia nantikan sedari tadi."
"Hmmm"
"Ck... Ham Hem sariawan lu!"
"Cepet ada apa?"
"Ternyata Karol memang ngerencanain buat ngebunuh istri lo Al."
__ADS_1
"Gue sudah tau, Karol tidak akan menyerah begitu saja. Tetap pantau, sementara lepasin Karol dengan syarat hitam diatas putih. Bikin Dia berjanji ga akan ngeganggu gue dan istri gue lagi."
Tuttttttttttt
"Dasar temen lucknut ga ada akhlaq, untung gue sayang klo ga udah gue tendang tu anak ke bulan." gerutu Endrew
Setelah Alceo mematikan sambungan telphonenya. Alceo segera kembali duduk di sebelah mamanya.
"Apa yang mama bilang, kekasih gila Kamu itu ga akan ngebiarin Aisyah begitu saja."
"Iya ma Al tau, Al akan selalu ngusahain buat jaga istri Al."
"Hmm... Sekarang istri kamu lagi hamil. Wanita hamil itu moodnya berubah-rubah, Kamu harus lebih sabar lagi, apalagi nanti jika ngidam yang aneh-aneh Kamu juga harus turuti, Lebih manja juga namun ada yang sebaliknya. Jika manja Kamu ga bakalan bisa kemana-mana dan itu kamu juga harus sabar."
"Iya mama darling dadar guling ashiaaaaap."
FLASHBACK OFF
Alceo segera berbaring di sebelah Aisyah dan memeluk erat istri kecilnya.
"Mas....."
"Iya sayang..."
Aisyah mulai menelusupkan wajah ke dada bidang suaminya, mengendus-ngendus aroma tubuh suaminya.
"Sayang mas geli...."
"Ai emm....."
Alceo tahu istrinya sedang menginginkan dirinya saat ini, terlihat jelas di sorot mata yang penuh permohonan itu.
"Sayang ini saja ya."
Alceo menyentuh lembut bibir Aisyah, namun istrinya menggeleng.
"Besok kita konsultasikan dulu ya sama dokter, berbahaya apa tidak biat dedek dan tadi juga baru pendarahan sayang."
Aisyah mengangguk pasrah, namun Alceo tetap tidak tega melihatnya. Hormon kehamilan memang bisa mempengaruhi hal-hal yang bisa mengenakkan para suami. Namun sebagai suami yang sangat mencintai istrinya tentu tidak ingin grusa grusu dalam bertindak. Alceo mencoba menekan hasratnya, hanya memeluk erat mengecup bibir Aisyah sekilas. Namun itu malah jadi bumerang baginya. Aisyah membalas ciuman suaminya dengan lebih agresif, seakan tidak ingin melepas ciuman itu.
Alceo mengakhiri ciuman itu menyeka saliva yang ada di bibir istrinya.
"I love you sayang... Sekarang tidurlah hmm..."
Akhirnya istrinya luluh juga. "Maafkan mas sayang."
Mereka akhirnya terlelap dalam satu ranjang, sepasang suami istri yang di persatukan cintanya melalui ikatan halal Sang Pencipta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Semua berproses, Roda yang di kayuh akan terus berputar. Karena di setiap proses ada pembelajaran. Jika di percepat, Allaah ingin Kita bersyukur. Jika diperlambat, Allaah ingin kita bersabar....
__ADS_1