
"Ayo Kita Pulang" ajak Alceo Pada Aisyah.
"Al... Malam ini ajak Aisyah pulang ke mansion, setelah resepsi pernikahan kalian baru boleh tinggal di rumah kalian sendiri. Lagian mama pengen lebih kenal dengan menantu mama Al." Pinta mama Alceo
"Tapi ma... Aisyah juga besok perlu kuliah, Al juga besok harus ke kantor duku baru ke kampus ma. Jauh klo dari mansion."ucap Alceo
"Alasan kamu saja, mama ga mau tau!Malam ini kalian pulang ke mansion!"jawab mama Alceo ketus, "Yuk sayang kita pulang...."ajak mama Alceo pada Aisyah.
"Tapi ma.... Gimana sama mas Al, Aisyah akan mengikuti kemanapun mas Al membawa Ai ma."jawab Aisyah.
"Oke fine... Kita pulang ke mansion!"jawab Alceo dengan nada yang dingin dan sedikit ketus. "Kamu pulang sama Aku!"ucap Alceo sambil mengandeng tangan Aisyah dengan erat.
"Ma... Pa.... Ai duluan ma." Aisyah berpamitan kepada kedua mertuanya.
"Anak itu... Dasar.... Pasti dia sudah jatuh cinta sama Aisyah, secara Aisyah cantik banget. Ga akan mama biarin Karol merusak rumah tangga Al."gumam Mama Alceo dalam hati.
"Udah ma... Ayo pulang!"ajak Papa Alceo
__ADS_1
Aisyah dan Alceo lebih dulu meninggalakn rumah sakit, mereka hendak kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang mereka. Bagaimanapun mereka masih harus melakukan rutinitas seperti biasa. Tidak ada cuti setelah menikah apalagi honeymoon.
"Emm... Pak."panggil Aisyah pada Alceo
"Hmm" jawab Alceo
"Apa bisa singgah di masjid terlebih dahulu, saya belum sholat maghrib."ucap Aisyah
"Hmm"jawab Alceo
"Saya bukan bapak kamu!"bentak Alceo
"Haa"Aisyah kaget dengan kata-kata Alceo barusan.
"Kenapa kamu berubah lembut, bukannya sebelum menikah kamu ketus dan kasar kepada Saya?"tanya Alceo
"Karena sebelumnya anda bukan siapa-siapa saya, dan sekarang anda adalah suami saya. Huffft.... Saya tidak tau rumah tangga ini kedepannya seperti apa, sayapun tidak berharap banyak seperti rumah tangga kebanyakan orang. Tidak pernah ada dalam mimpi saya sama sekali pernikahan seperti ini. Saya hanya akan berusaha menjalankan kewajiban saya sebagai seorang istri. Selebihnya terserah anda, saya tidak menuntut apapun terhadap anda. Bagaimanapun saya tau anda menikahi saya karena sebuah paksaan dan keterpaksaan. Sayapun tidak menginginkan pernikahan seperti ini. Tentu anda faham maksud saya bukan, impian pernikahan seperti apa bagi kami seorang wanita. Tapi hanya 1 yang selalu saya ingat yaitu nasehat kakak saya.
__ADS_1
Bahwa Mabi shalallaahu alayhi wasalam bersabda tentang agungnya kedudukan seorang suami,
"Sekiranya aku (diperbolehkan) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lainnya, niscaya akan aku perintahkan seorang wanita untuk bersujud kepada suaminya".
Bagi saya seorang suami adalah surga dan neraka saya, itu yang saya tau. Seorang istri tidak akan di tanya tentang dosa-dosanya di dunia, akan tetapi seorang suamilah yang akan di tanya karena seorang suamilah yang bertanggung jawab penuh kepada istri dan keluarganya. Jadi Saya tidak ingin menjadi istri yang durhaka, yang mungkin untuk melawan kata-kata anda yang kasar dan menyakitkanpun saya bisa."jawab Aisyah panjang kali lebar, semua yang ada di hatinya di keluarkan semua karena baginya pernikahan bukan hanya untuk 1 hari 2 hari tapi ibadah seumur hidup. Dia berharap pernikahannya hanya cukup sekali dalam hidupnya.
Alceo hanya mendengar sambil memikirkan semua apa yang di katakan oleh Aisyah. Kepribadian Alceo sebenarnya adalah orang yang baik, rendah diri, suka menolong dan ramah. Entah kenapa ketika di luar seakan dia adalah orang yang dingin tak tersentuh. Alceo cukup tertampar dengan kata-kata Aisyah barusan. Sebenarnya Dia sendiri tidak tau kenapa Dia seperti itu, Diapun tidak ingin menyakiti gadis yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya itu.
"Sholatlah, saya tunggu disini."ucap Alceo
"Baik, terima kasih mas...."jawab Aisyah dengan lembut dan segera keluar dari mobil.
Kamu gadis idaman, akulah sebenarnya yang harus bersyukur telah mendapatkan mu dan menjadikan mu istriku. Tapi aku masih bingung bagaimana aku akan membawa biduk rumah tangga kita ini kedepannya. Aku masih sangat mencintai Karol, dan bisa jadi aku juga sudah mulai mencintaimu sejak pertemuan pertama waktu itu. "Maafkan Aku Aisyah.... Maafkan Aku Istriku."gumamnya dalam hati sambil menatap istrinya yang masuk ke dalam masjid.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
......"Suamimu adalah Surga dan Nerakamu" (Aisyah)......
__ADS_1