SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 46 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

"Maaf....." ucap lirih Aisyah.


"Sttttt..... Yang penting kamu dan putra kita baik-baik saja hmm....."


"Ai ga bisa jaga diri dengan baik, ga bisa jaga putra kita dengan baik. Dia harus lahir lebih cepat sebelum waktunya. Ai takut adek kenapa-kenapa mas."


"Sstttt.... Adek sehat sayang, hanya perlu sedikit waktu lebih lama agar adek lebih siap di bawa pulang."


"Mas.... Ai pengen lihat Adek mas ...."


"Nanti mas antar ya, tapi kita tunggu dulu dokter visit oke. Kita perlu tahu kondisi kamu terlebih dahulu."


"Mas...."


"Nurut ya sayang, Mas pastikan dulu kondisi Kamu, melihat kondisi kamu kemarin mas bener-bener takut sayang..."suara Alceo mulai tercekat Dia tak mampu lagi meneruskan air matanya mulai berjatuhan. Tak bisa lagi Dia menahannya.


"M...Mas... Kenapa?"


"Maafkan Mas Ai, sejak bersama mas kamu selalu mengalami kejadian-kejadian yang membahayakanmu."


"Mas.... Mas bicara apa, ketika akad di layangkan. Disitulah segala sesuatu yang terjadi di dalam rumah tangga kita, kita sama-sama menanggungnya. Tidak ada karena mas atau karena Aku. Sini....." Aisyah meminta suaminya mendekat, dan memeluknya dalam posisi Aisyah masih terbaring karena belum bisa menggerakkan badannya.


"Aku dan Kamu sudah menjadi Kita, jangan pernah menyesali apapun yang sudah terjadi. Tapi apapun itu yang akan tiba harus kita hadapi bersama. Sudah ada dedek juga, jangan nangis donk malu tau...."


Lihatlah wanita ini masih bisa menghiburku, entah apa pikiranku yang sempit atau Aku yang terlalu sering menyakiti wanita ini hingga Aku sangat merasa bersalah. Jujur didalam pelukannya semua sesak di dalam dada serasa melebur seketika. Sehebat itukah wanita ini, hingga Akupun dibuatnya luluh dengan egoku sendiri.


Rahasia yang di takdir kan oleh Tuhan padaku sama sekali tak pernah terbayangkan. Di pertemukan dengan seorang wanita yang sama sekali di luar kriteriaku. Seorang wanita yang pandai menjaga dirinya, yang selalu menjaga pandangannya. Aku merasa kerdil dihadapannya, Aku yang seharusnya menjadi imam justru Aku yang sudah di bimbingnya.


Ya Allaah tuntunlah hamba menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, menjadi imam yang bisa membawa keluarga kecilku menuju surgamu. Ya Allaah Aku berjanji akan berubah menjadi hambaMu yang taat, syukurku telah menjadikan wanita surgaMu sebagai pendampingku. Telah melahirkan seorang putra bagiku, jadikanlah putraku putra yang sholeh Ya Allaah. Sembuhkanlah istri dan putraku ya Allaah. Hamba kerdil di hadapanMu Ya Allaah, ampunilah dosa-dosaku yang banyak ini Ya Allaah...


"Mas.... Kok bengong, ada yang apelin lho nanti."


"Siapa?"

__ADS_1


"Tuh yang di pojokan."


"Mana?"


"Ga kelihatan udah pergi juga Dia!"


"Ngaco!"


"Eits.... siapa yang ngaco?"


"Kamu yank!"


"Idih di bilangin ga percaya, tau ga jin itu juga ciptaan Allaah. Dunia mereka juga sama dengan kita, hanya kita tidak bisa melihat mereka."


"Terus apa hubungannya sama di apelin?"


"Hmm.... Kita di anjurkan untuk selalu mengingat Allaah, Beristighfar misalnya bukan malah bengong jiwa kosong yang ada kesurupan!"


"Ihh... Amit - amit masak cakep - cakep gini kesurupan!"


"Bilang aja gengsi bilang mas cakep!"


"Emang EN - GGA!" Aisyah meledek suaminya dengan menjulurkan lidahnya saking gemesnya Alcro segera menangkup wajah dan membungkam bibir istrinya. ******* dan menyesap bibir istrinya, cukup lama mereka terbuai dengan rasa saling membelit. Seakan menumpahkan segala kekhawatiran, kegelisahan, kesedihan yang mereka lalui sebelumnya


"I Love U Sayang...."


"I love u too papa dedek yang ganteng cintanya Aisyah."


"Nah gtu donk ga usah pake gengsi bilang suaminya ganteng." Mereka terbahak bersama sambil berpelukan mesra, bersempit-sempit ria di ranjang Aisyah.


"Mas.... Gimana kabar kak Hafidz,apa sudah tau kalau Ai sudah melahirkan?"


"Mas Hafidz baik dan sehat, dan sudah mas kabari."

__ADS_1


"Alhamdulillaah... Makasih ya mas, mereka lanjut berpelukan hingga sama-sama tertidur pulas."


Disebuah kantor polisi, Aruna beserta orangtuanya sedang di mintai keterangan oleh polisi. Disana sudah ada Endrew yang sedang di temani juga oleh Julio. Semua bukti sudah di berikan kepada pihak berwajib oleh Endrew, termasuk saksi hidup alias orang suruhan Aruna.


Aruna memberontak dan berkelit jika bukan Dia pelakunya, Dia merasa telah di fitnah. Sedangkan orangtua dari Aruna sudah pasrah, dengan apa yang di alami putrinya. Papa dari Aruna sudah sangat kecewa kepada Aruna dan istrinya. Sudah sering di nasehati agar tidak lagi mengusik hidup keluarga Radeotihardjo namun sungguh bebal dia manusia betina itu. Papanya sama sekali tidak ikut campur malah meninggalkan ibu dan anak itu untuk menyelesaikan masalah yang mereka sendiri perbuat.


Endrew dan Julio melihat itu dangat prihatin, karena sebuah ambisi mereka menghalalkan segala cara, merendahkan harga diri dan berakhir di bui ckckckck sungguh malang sekali nasibnya.


"Sungguh bersyukur kita di pertemukan dengan wanita-wanita yang baik, klo sampai kita salah jalan entah jadi apa kita. Tidak bisa membayangkan posisi laki-laki itu jika aku mengalaminya."


"Hmm.... Gue akui itu, sejak Alceo menikah dengan Aisyah sungguh perubahan itu sangat banyak, jika di bilang Dia cassanova tidak juga karena hanya dengan satu wanita dan tidak sampai masuk goa, kini Alceo sudah sangat berubah. Akupun merasakan diriku sejak menikah dengan wanita seperti Shinta, sungguh sangat beruntung. Wanita yang selalu menjaga pandangannya, aurotnya, bahkan kitalah yang pertama memegang tangannya dengan mesra setelah papanya."


"Sama dengan yang Aku rasakan, malah mereka yang menutup Aurot. Jika didalam rumah dan di depan kita suhu semua menaklukan kita. Bikin kita klepek-klepek, mereka tau cara agar kita ga berpaling dari mereka. Berhias hanya di depan kita, malah kebalikan dari wanita-wanita di luar sana di rumah malah ga berhias endingnya pelakor masuk celah."


"Celah apa Jul?"


"Celah nestapa.... hahahaha!"


"Dasar!"


"Sepertinya kita sudah selesai, kita tinggal nunggu kabar aja. Gue udah kangen ayank beb, gue cabut dulu!"


"emang lo aja yang kangen ayank bebeb, gue juga kangen. Gue cabut dulu... bye!"


"Hehhh dasar semprul gue malah di tinggal!"


"Ckkk.... Ga udah baper apa lo mau guling - guling sekalian."


"Dah ah, ngurusin lo ga bakal habisnya. Gue cabut dulu, istri gue lagi hamil kasihan bro!"


"Oke bye, thanks Jul!"


"Yup!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...”Orang yang jujur akan diberi rejeki oleh Allaah berupa kewibawaan dan kemuliaan. Sehingga siapa yang melihatnya, maka Dia akan segan dan mencintainya.“...


__ADS_2