SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 32 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Setelah mengarungi surga dunia dua anak manusia terlelap seketika karena tenaga yang terkuras habis karenanya. Hampir 2 jam mereka terlelap, belum juga ada tanda-tanda mereka bangun dari tidurnya. Aisyah justru malah memperat pelukannya, menikmati rasa nyaman sambil menikmati irama denyut jantung sang suami.


Alceo mulai mengerjapkan matanya, melihat jam di handphone yang di taruhnya di atas nakas di sebelah tempat tidurnya.


"Hah... jam 5! Sayang.... Bangun yuk kita belum sholat ashar waktunya sudah mau habis. Kita mau ke rumah sakit juga kan?"


"Eughhh.... Mas... Jam berapa?"


"Sudah jam 5 sayang."


"A...Apa mas!"


Aisyah segera bangkit dari tidurnya, yang itu sangat tidak di sarankan oleh ibu hamil. Sehingga Aisyah seketika merasa pusing dan hampir saja jatuh.


"Sayang.... Pelan-pelan, klo tadi jatuh gimana. Duduk aja sebentar mas ambilkan air hangat."


"Maaf...."Lirih Aisyah


"Dimaafkan sayang, lain kali hati-hati.'' Sambil memberikan segelas air putih hangat untuk istrinya. Aisyah segera meneguk habis air yang diberikan suaminya, tentu masih dengan adab minum 3 kali nafas.


Anas bin Malik radhiallahu’anhu menceritakan,


كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يتنفَّسُ في الشرابِ ثلاثًا ، ويقول : ( إنه أَروى وأبرأُ وأَمرأُ )


“biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bernafas tiga kali ketika minum. Dan beliau bersabda: ‘Sesungguhnya dengan begini haus lebih hilang, lebih lepas dan lebih enak‘” (HR. Al Bukhari 5631, Muslim 2028, dan ini adalah lafadz Muslim).


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “ini adalah dalil dianjurkannya bernafas 3 kali ketika minum” (Majmu’ Al Fatawa, 32/208). Maka jelaslah bahwa hal ini hukumnya sunnah, tidak sampai wajib. Karena hukum asal dari perbuatan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah sunnah.


Namun perlu dicatat, bahwa bernafas yang dimaksud di sini bukanlah bernafas atau mengeluarkan nafas di dalam gelas atau tempat minum. Namun yang dimaksud adalah di luar gelas. Karena dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


إذا شَرِبَ أحدُكم فلا يَتَنَفَّسُ في الإناءِ


“jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah bernafas di dalam bejana (tempat minum)” (HR. Al Bukhari 153, Muslim 267).


Jadi caranya: meneguk air, lalu berhenti dan keluarkan nafas di luar gelas, lalu teguk lagi, lalu berhenti dan keluarkan nafas di luar gelas, lalu teguk lagi, lalu berhenti dan keluarkan nafas di luar gelas, selesai.


Sumber: https://muslim.or.id/24183-hukum-minum-dengan-sekali-nafas.html


Mereka menyelesaikan ritual mandi dengan cepat karena memburu waktu ashar yang hampir habis. Setelahnya mereka melakukan ibadah sholat ashar berjama'ah. Dan segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Aisyah.


Hampir satu jam perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah sakit bertepatan dengan adzan maghrib. Akhirnya mereka memutuskan setelah mendaftarkan antrian Mereka singgah ke mushola yang ada di rumah sakit.


Kini mereka sudah duduk menunggu antrian tepat di depan ruang dokter kandungan langganan mertua Aisyah.


"Ibu Aisyah Salma...." Tak berapa lama nama Aisyah di panggil. Mereka berdua masuk ke dalam.


"Selamat sore Ibu Aisyah."


"Selamat sore dokter."


"Bagaimana kabarnya, ada keluhan?"


"Alhamdulillaah baik dokter, tidak ada dokter sejauh ini aman dokter."


"Baik kalau begitu mari Kita cek bersama-sama ya...!"Dokter mengajak Aisyah untuk berbaring di tempat pemeriksaan yang juga di ikuti oleh Alceo.


"Alhamdulillaah dedek bayinya sehat ya Ibu Aisyah, berat badannya sekitar 25 gram dengan panjang 7,5 centi. Nah bisa di lihat ya, semua organnya berkembang dengan bagus. Dan sudah bisa di lihat jenis kelaminnya, nah silakan dilihat baby boy nya sehat sekali. Nah sekarang kita dengarkan sama denyut jantung adek bayinya ya, Alhamdulillaah sehat ya nah bisa di dengar Bu Aisyah. Alhamdulillaah sudah selesai."

__ADS_1


Aisyah dan Alceo masih terpana dan terharu mensyukuri keindahan sebuah nutfah yang berkembang menjadi seorang janin yang sehat. Setelah Aisyah dibersihkan perutnya dari gel, Alceo membantu istrinya turun dari tempat tidur yang dibpakaj untuk memeriksa tadi.


"Ada yang perlu di tanyakan bu..pak?" Dokter bertanya setelah mereka duduk tepat di kursi di meja prakter sang dokter.


"Emmm ini dokter....." Aisyah ragu hendak bertanya sambil melihat ke arah suaminya.


"Ada apa?" tanya Alceo


"Janji jangan marah ya, Ai lupa tadi mau ngomong sama mas."


"Hmm.... Katakanlah..."


"Ini dokter 3 bulan lagi saya ikut lomba woman archerry dan salah satunya ada berkuda, apakah kira-kira berbahaya untuk ibu hamil dokter?" Aisyah bertanya sangat hati-hati takut suaminya marah.


"Tidak masalah dan tidak berbahaya. Asalkan dilakukan dengan hati-hati, dan sebaiknya memang untuk mereka yang sudah bisa dan biasa. Enggak apa-apa, kan olahraga, enggak berbahaya." Jawab dokter


"Baik terima kasih dokter."


"Nah ini resep vitamin dan obat tambah darahnya ya bu silakan di tebus. Dan bisa kontrol lagi bulan depan, selalu bersenang hati ya ibu."


"Baik dokter terima kasih, permisi selama malam.!"


Mereka berdua keluar dari ruang dokter, tidak ada obrolan dari keduanya. Setelah menebus obat mereka pun beranjak untuk pulang ke mansion, karena selama hamil harapan ibu mertua Aisyah mereka tetap berada di mansion.


Tak berselang lama merekapun sampai di mansion, Alceo tanpa basa basi keluar dati mobil dan meninggalkan Aisyah.


"Kenapa dengan suamiku ya Allaah, apa dia marah karena pertanyaanku ke dokter tadi? Tapi bukannya jawaban dokter tidak ada masalah dan tidak berbahaya!"


Aisyah keluar dari mobil dan masuk ke mansion.


DEG


"Assalamu'alaykum...."


"Wa'alaykumussalam sayang, yuk masuk." Ajak mama Alceo


Di ruang tamu ternyata ada tamu, 2 orang paruh baya dan juga wanita yang memeluk erat suaminya.


"Sini sayang mama kenalin sama temen mama..."


"Mbak Yus kenalin ini menantu Saya, nanya Aisyah..."


"Aisyah tante..."Aisyah mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita paruh baya itu namun hanya sekilat sebatas menempel di ujung jari.


"Dan kenalin ini Aruna, Aruna ini Aisyah istrinya Alceo."


"Aisyah.."


"Aruna.."


jabatan tangan Aisyah sama sekali tidak di indahkan, Aruna malah dengan senangnya bergelayut manja di di lengan Alceo tanpa rasa canggung di depan Aisyah.


"Bagaimana tadi pemeriksaannya sayang?"


"Alhamdulillaah sehat semua ma, in sya Allaah baby boy ma." Cerita Aisyah dengan senang hati, Alceo sama sekali tidak menganggap Aisyah ada disana. Akhirnya Aisyah memutuskan untuk masuk ke kamarnya saja untuk istrirahat.


"Ma Ai ke kamar ya, maaf Ai lelah..."

__ADS_1


"Iya sayang istirahatlah..."


Aisyah berjalan ke kamarnya yang sebelumnya pamit terlebih dahulu ke mertua dan tamu mertuanya. Termasuk ke Alceo namun Alceo hanya membalas dengan deheman saja.


"Ada apa dengan suamiku ya Allaah, childish sekali suamiku..."gumam Aisyah dalam hatinya sambil berjalan ke kamarnya.


Itu tidak luput dari perhatian mama Alceo.


"Al... mama mau bicara sebentar..." mama Alceo berlalu dan Alceo pamit terlebih dahulu setelahnya mengikuti ke arah mamanya. Setelah mereka sampai di kamar mama Alceo, Alceo segera menyusul mamanya yang duduk di sofa.


"Kamu ada masalah dengan Aisyah?"


"Tidak ada!"


"Jangan bohong!"


"Tidak ada ma..."


"Lalu kenapa sikapmu seperti itu ke istrimu, Bahkan kamu dengan nyamannya berpelukan dengan Aruna! Tidak kah kamu berfikir jika ada istrimu di belakangmu!"


DEG


Alceo tidak memikirkan hal itu, karena rasa dongkol dan marah kepada istrinya lebih mendominasi.


"Setiap ada masalah selesaikan dengan kepala dingin, jangan saling mendiamkan karena masalah tidak akan selesai. Selesaikan masalah rumah tanggamu sebelum tidur nyenyakmu hingga masalah itu tidak berlarut-larut. Ada hati istrimu yang harus di jaga walau mama tahu kamu hanya menganggap Aruna ada sahabat kecilmu. Dan perlu kamu ingat tidak ada persahabatan seorang wanita dan laki-laki yang tanpa berakhir saling mencintai. Mama tidak ingin Kamu menyakiti hati istrimu!"


"Iya ma Al faham."


"Temani istrimu di kamar ga usah turun, mama melihat Aruna tidak suka!"


"Hanya perasaan mama saja itu ma."


"Hanya kamu bilang? Awas saja Kamu!!!"


Alceo pergi ke kamarnya, setelah masuk Dia melihat istrinya sudah berbaring dan membelakangi Aisyah. Namun tidak seperti biasa Alceo sama sekali tidak melihat istrinya, tidak ada kecupan hangat. Aisyah yang sebenarnya belum tidur hanya bisa menangis tanpa suara, berusaha menahan agar tidak terlihat atau terdengar oleh istrinya.


Alceo sudah selesai berganti baju dan kembali keluar dari kamarnya. Di ruang tamu masih ada kekuarga Aruna beserta mama dan papanya.


"Al mau kemana?" tanya Aruna


"Ga kemana-mana!" Namun Aruna mengikuti Alceo, karena Aruna tau pasti Alceo akan ke taman belakang.


"Al... Are u okay?"


"Hmm... I'm okay!"


"Al... "Aruna memeluk erat Alceo dari belakang.


"Aku mencintamu Al."


PRANGGGGG


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Ikhlasku mulai di uji,...


...Tetaplah memang harus bersabar,...

__ADS_1


...Karena susungguhnya Surga di kelilingi dengan hal-hal yang tidak enak, menyakitkan dan penuh rasa sakit....


...~❤️Bersabarlah Duhai Hati ❤️~...


__ADS_2