
Setelah terdengar suara pintu kamarnya di tutup dan pertanda suaminya keluar kamar, Aisyah segera bangun dari tidur pura-puranya.
Dia merasakan lapar namun malas untuk keluar kamar, akhirnya Dia hanya mengambil segelas air putih dan membawanya ke balkon kamarnya. Dia berdiri disana mencoba meredam rasa kecewa pada suaminya.
Tak berapa lama Aisyah mendengar suara seorang wanita dan juga suara suaminya. Dia masih terpaku melihat apa yang ada di depannya. Sungguh apa ini, tak ada dari niatannya untuk melihat semua ini. Dia hanya ingin melepas rasa kecewa pada suaminya, berusaha setelahnya ikhlas nrimo dengan mengalah kepada suaminya. Namun apa yang di lihatnya kini......
Al... Are u okay?"
"Hmm... I'm okay!"
"Al... "Aruna memeluk erat Alceo dari belakang.
"Aku mencintamu Al."
PRANGGGGG
Dua orang yang sedang berpelukan tak ayal langsung menoleh ke arah sumber suara. Walau tak terlihat ada orang disana tapi ceo tau jika itu adalah balkon kamarnya.
"Aisyah...."gumamnya lirih.
Aisyah masih setia sembunyi di balik tembok setengah badan itu, Dia takut akan kelihatan oleh suaminya hingga Dia masih bertahan dengan posisinya. Sambil menunggu Aisyah mencoba memunguti pecahan gelas itu.
"Awww......"Jerit kesakitan Aisyah akhirnya terdengar oleh Alceo.
Aisyah tak sengaja menginjak pecahan gelas yang tak terlihat karena pecahan yang yang cukup kecil. Niat untuk masuk ke kamar dan agar tak ketauhan suaminya justru malah membuatnya kesakitan.
Alceo yang mendengar segera bertiak....
"Sayang.... Ai kamu kenapa?''
Namun karena tak ada jawaban dari Aisyah Alceo langsung lari menuju kamarnya. Pintu kamar sudah lebih dulu di kunci okeh Aisyah, karena Dia tidak mau suaminya melihat wajah kecewanya yang di penuhi air mata.
"Kenapa Al?"
"Aisyah ma!"
Semua segera lari menuju kamar Alceo, tak terkecuali Aruna beserta kedua orang tuanya.
"Apa yang kamu lakukan Alceo?"
Alceo tak menjawab pertanyaan mamanya, Dia fokus mengetuk pintu Aisyah yang sudah lebih dulu di kunci oleh istrinya.
"Alceo jawab mama!"
"Ta...Tadi sepertinya istrinya Alceo melihat kami berpelukan dan tepat Aruna menyatakan perasaan ke Al kami mendengar suara pecahan dari balkon kamar Al."
PLAKKKKK
"Apa yang kamu lakukan Alceo!
Mama Alceo sangat marah, baru beberapa menit yang lalu Dia bicara ke anaknya namun tidak di indahkannya.
"Sudah ma.... Sebaiknya kita coba buka pintu kamar Al."bujuk Papa Alceo
"Al minta pak tarjo kunci duplikat kamarmu CEPAT!"
Alceo cukup terkaget dengan bentakan papanya. Alceo segera berlari mencari pak Tarjo, sesuai dengan intruksi Alceo akhirnya pak Tarjo membawa seikat kunci duplikat rumah itu. Namun sayangnya mereka perlu mencoba satu per satu.
Mama dan papa Alceo sudah sangat tegang, dan takut terjadi apa-apa dengan menantunya.
"Mama kecewa sama kamu Al! Jika kamu belum bisa move on dari masa lalu, setelah melahirkan ceraikan Aisyah. Namun Mama berharap kamu tidak terlena dengan masa lalumu, masa depanmu lebih cerah dari pada masa lalumu. KALAU KAMU GA MAU MEMBUANG MASA LALUMU, KAMU YANG AKAN MAMA BUANG!"
__ADS_1
"Begitu juga papa Al, papa kecewa sama kamu. Jika kamu tidak bisa tegas pada diri kamu sendiri, seperti kata mama setelah Aisyah melahirkan lepaskan Dia. Dan kamu boleh pergi dari rumah ini, dan hari itu juga kamu bukan bagian dari keluarga Radeotihardjo. Jangan bawa sepeserpun harta kami."
Sengaja mama dan papa Alceo bicara demikian apalagi di depan tamunya yang sekaligus sabahatnya.
Flashback On
Tak berapa lama setelah Aisyah masuk kamar dan juga Alceo yang masuk kamar untuk mandi. Mama Alcro kembali ke tuang tamu untuk melanjutkan ngobrol dengan sahabat dari suaminya itu.
"Jeng.... Barusan itu istrinya Alceo, kolot banget sih jeng masih cantikan lagi putri saya. Udah cantik, pinter, seksi ga bakalan mali klo di bawa-bawa ketemu relasi bisnis."
"Iya mbak Yus benar, barusan itu istri Alceo menantu saya satu-satunya. Dan saya ga akan ngebiarin menantu saya di sakiti walaupun itu oleh putra saya sendiri menantu saya juga pintar, super cantik dan juga seksi pastinya, namun hanya di depan suaminyalah Dia seperti itu tidak di publikasikan. Dan yang pasti menantu saya cocok di juluki Alpha Women! Tau kan mbak maksud dari aplha women."
Mama Alceo sudah merasa jika kedatangan sahabat dari suaminya itu ada udang di balik rengginang eh salah ding, udang di balik rempeyek enaknya jadi nge bayang makan pecel pake rempeyek....
"Bibit pelakor ga akan aku biarin merusak rumah tangga anakku!"gumam mama Alceo dalam hatinya.
"Ma...."
"Ehmm... iya pa?"
"Ini Aruna jika tinggal disini bagaimana, sementara selama belum dapat kerjaan?"
"Kenapa ga cari kost-kostan atau kontrakan rumah misalnya?"
"Hanya sementara kok jeng...."ucap mamanya Aruna
"Maaf saya tidak mengizinkan."
Mama Alceo Tidak mau pakai hati dan perasaan untuk masalah ini, perasaan dan hati menantunya lebih berharga dari mereka. Jika Dia membiarkan Aruna tinggal disini sama saja memelihara ular nantinya.
Flashback Off
Setelah berhasil terbuka Alceo beserta papanya segera melesat ke dalam. Dia melihat banyak darah disana.
"Sayang..... Aisyah.... Buka pintunya Ai....."
Belum juga ada tanda-tanda jika Aisyah akan membuka pintu kamar mandi.
"Ai.... Sayang.... Buka pintunya....."
"Dobrak Al!"
BRAKK
BRAKK
BRAKKKKKK
"Aisyah!!!!"
"Cepat angkat Al!"
Aisyah pingsan di kamar mandi, tidak ada yang tau sekuat-kuatnya seorang Aisyah pasti ada sisi lemahnya. Aisyah masih trauma melihat darah, semenjak kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya.
"Ma cepat telphone dokter Wahyu!"
"Jangan ma!"
Aruna tersenyum tipis mendengar penolakan Alceo.
"Dasar wanita manja!"gumam Aruna dalam hatinya.
__ADS_1
"Cari dokter wanita saja ma!"Ucap Alceo
"Al ganti dulu baju istrimu!"Sanggah Papa Alceo
"Ga usah biar mama saja, keluar kamu ajak sahabat kecilmu keluar dari rumah ini!"
"Ma.....!"
"Apa kau sudah mulai membantahku Al, hanya karena wanita tidak tau malu sepertinya!"
"Tante....!"
"Apa! Kalau bukan wanita tidak tau malu lantas harus di sebut apa? Sudah tau Al punya istri dengan tidak malunya memeluk dan menyatakan cinta?"gerutu mama Alceo.
"Pergi kalian semua, kalau sampai terjadi sesuatu dengan menantu saya. Saya tidak akan pernah memaafkan kalian!!!"
"Saya juga tidak terima tante memoerlakukan saya seperti ini!"
"Terserah!!!!"
"Ayah..... Bunda.... Jangan pergi tinggalin Ai, Ai ikut Yah, Bund....."Aisyah bermimpi dalam pingsannya
"Ayah.... Bunda."Rintihan itu terus berlanjut.
"Hubungi Hafidz Al, tanyakan apakah Aisyah ada trauma!"
Kring..... Kring.... Kring....
"Mas Hafidz pa!"
"Bener-bener ikatan batin yang kuat."gumam lirih papa Alceo
"Assalamu'alaykum mas..."
"Wa'alaykumussalam Al..."
"Al... Apakah terjadi sesuatu dengan Aisyah?"
"Iya mas, Aisyah menginjak pecahan gelas dan kakinya berdarah nun Aisyah pingsan dan belum sadarkan dari tadi. Tapi Dia terus saja menggigau memanggil Ayah dan Bunda."
"Cepat bangunkan Al... Cara apapun cepat bangunkan.... Hangatkan badannya gosok-gosok punggungnya.... CEPAT!!!!"
"I..Iya mas!"
"Hafidz ini papa nak."
"Iya pa... Tolong selamatkan Aisyah pa, Dia ada trauma berat, hal ini sudah pernah terjadi dan berakibat Aisyah koma beberapa bulan. Usahakan membuat Dia segera sadar pa."
"Ya sudah papa tutup dulu, nanti kami kabari lagi"
Iya Aisyah mengalami itu semenjak melihat tubuh orang tuanya yang di penuhi dengan darah selepas kecelakaan dan berakhir dengan meninggal semakin memperparah.
Penyebab fobia darah bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah pengalaman negatif atau traumatis yang berkaitan dengan darah. Faktor genetik merupakan salah satu faktor yang dapat membuat seseorang phobia darah. Selain itu, faktor kecemasan atau stres jangka panjang yang berkaitan dengan darah maupun situasi lain yang serupa juga bisa meningkatkan risiko hemophobia.
Alceo berusaha membangunkan Aisyah, Dia merasa bersalah dengan sikapnya tadi.
"Aisyah bangunlah sayang.... Aisyah.... Maafkan Mas sayang!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Penyesalan selalu berada di belakang....
__ADS_1
...Tapi bisa sebagai bahan pembelajaran untuk tidak terulang lagi....