SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 44 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Pagi ini mereka akan berangkat lebih awal ke tempat perlombaan di adakan. Aisyah dan Shinta sepakat untuk langsung ketemuan di tempat saja.


Aisyah sudah selesai menyiapkan sarapan pagi sederhana untuknya dan suaminya. Menu kesukaan suaminya yang juga menjadi kesukaannya saat ini. Tak berapa lama Alceo turun dan segera menuju meja makan, Aisyah segera mengambilkan makanan dan di tempatkan ke dalam piring suaminya. Mereka makan dengan hikmat dengan sesekali di selingi gurauan dan rayuan Alceo.


Setelah selesai, Aisyah menyiapkan dirinya dan Alceo membantu membereskan sisa makan dan piring kotor untuk di bawa ke dapur.


"Sudah selesai sayang...."


"Sudah mas, Yukk jalan."


"Sebentar duduk sini." Alceo membawa istrinya untuk duduk di sofa ruang tamu, mendudukkan istrinya dengan lembut.


"Sayang, Kamu sudah siap untuk hari ini?"


"In sya Allaah sudah mas."


"Mas tahu ini bukan hal yang baru buat mu, dan bahkan sudah berkali-kali kamu mengikutinya. Tapi ini adalah yang pertama bagiku, melihatmu dalam posisi ini. Bolehkah Aku memintamu, jaga diri baik-baik, jaga dirinya untukku?" Sambil Alceo mengelus perut istrinya yang kini sudah tepat berusia 7 bulan 1 minggu.


"Boy.... Jaga mama, jangan nakal di dalam sana okay! Papa akan selalu menjaga kalian, Boy bantu mama agar lebih rileks dan tidak panic... Papa percaya anak papa pasti smart seperti mamanya." Aisyah melihat itu hanya bisa mengulas senyum syukurnya, berharap ujian yang terjadi sudah berakhir.


"Adek janji papa jagain mama."Suara Aisyah menirukan suara anak kecil.


Keduanya tertawa bahagia, setelahnya mereka beranjak dan segera berangkat. Selama di perjalanan Alceo selalu mencoba meredam rasa tidak nyamannya. Perasaan khawatir pada istrinya serasa semakin menjadi hari ini. Alceo hanya berharap semoga tidak terjadi apa-apa pada istrinya. Alceo berusaha percaya istrinya pasti mampu melindungi dirinya sendiri.


"Ingat apapun yang kamu hadapi nanti satu, *don't panic alraight!"


"Yess sir*!"


"Mas percaya sama kamu sayang, kamu akan bisa melindungi dirimu sendiri. Dalam situasi sesulit apapun ingat tetap harus berfikir secara jernih, ambilah solusi dari keputusan yang menurutmu baik... Hmm."


"In sya Allaah akan Ai ingat nasehat mas."


Setelah perjalanan yang cukup panjang tepat pukul 08.00 Mereka sampai. Disana sudah ada Shinta bersama suaminya Endrew. Shinta sudah siap dengan baju dan perlengkapannya.


"Assalamu'alaykum...."


"Wa'alaykumussalam, baru sampai Ai?"


"Iya Shin..."

__ADS_1


"Are you ready?"


"sure i'm ready."


"Are u nervous?"


"i'm not."


"I think so."


"Acara akan di mulai sesuai jadwal yang sudah di umumkan oleh panitia. Setelah selama satu bulan penentuan untuk hari ini. Akhirnya terpilih juga 5 orang yang akan merebutkan juara 1, juara 2 dan juara 3. Shinta dan Aisyah mendapat nomor urut 4 dan 5. Aisyah di nomor urut 5.


Sesuai prosedur yang sudah di jelaskan, shoot masing-masing akan dilakukan sebanyak 3 kali dengan berbeda tempat di waktu yang sudah di tetapkan. ada 3 jenis kategori, triangle shoot, blind shoot, dan horse shoot. Masing-masing akan di lakukan sebanyak 3 kali shoot, berbeda dengan horse shoot akan di lakukan sebanyak tiga kali putaran dengan bidikan yang berbeda tempat.


"Relaks okay!"


"Hmm.... I will." ucap Aisyah sambil mengelus rahang tegas suaminya, Dia masih melihat raut wajah khawatir pada suaminya. Namun Dia juga harus berusaha terlihat baik-baik saja. Walau sebenernya dia sungguh merasakan apa yang juga dirasakan oleh suaminya. Tidak seperti biasanya, yang selalu enjoy tanpa beban fikiran dan rasa khawatir. Fikiran Aisyah bisa jadi karena Dia sekarang sedang hamil jadi berusaha berfikir ubtuk menjaga baik-baik dirinya dan juga janinnya agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan.


Tepat pukul 9 pagi, babak final di mulai. Masing- masing peserta akan mengambil posisi masing-masing


"Sayang.... I love you be careful hmm."


Kecupan hangat dan manis mendarat di kening Aisyah. Aisyah merasakan suaminya sangat berat melepaskannya.


"Tunggu di sini ya mas, in sya Allaah Ai akan baik-baik saja."


Alceo hanya membalasnya dengan anggukan saja. Bersama dengan Endrew, Alceo duduk tepat di barisan paling depan agar lebih dekat dan lebih jelas melihat istri-istri mereka. Endrew tak jarang berteriak menyemangati istrinya, yang membuat Alceopun tergerak mengikuti ulah Endrew.


Setiap kategori hampir semua di lakukan dengan baik oleh kelima peserta. Persaingan sangat ketat karena sama-sama kuat dan bagus skillnya.


Kini akan di mulai kategori horse shoot, yang akan di mulai dari peserta nomor urut pertama. Sesuai penjelasan, mereka akan melakukan putaran dan melakukan shoot di masing-masing bidikan yang ditentukan sesuatu urutan putaran. Area horse lebih sedikit jauh dari kategori sebelumnya. Hingga Endrew dan Alceo hanya bisa melihat dari kejauhan istri-istri mereka.


Setelah peserta ke tiga selesai kini giliran Shinta yang sudah mengambil posisi, dan akan memulai memacu kuda di hitungan ketiga. Putaran demi putaran, bidikan demi bidikan di lakukan dengan cukup sempurna oleh Shinta walau sedikit meleset beberapa centi dari top center.


Kini giliran Aisyah yang akan mengambil posisi dan yang sekaligus peserta terakhir. Alceo terpesona dengan aura sang istri bak srikandi yang sudah siap turun kemedan peperangan. Sorot matanya terlihat tajam, dengan sikap yang tegas dan tanpa takut aral rintangan yang akan menerjang.


Aisyah memulai memacu kudanya, di pertengahan putaran pertama Aisyah merasa ada yang tidak beres dengan sanggurdi yang di pijaknya. Aisyah mulai merasakan pijakannya mulai renggang, Dia pastikan jika dia melakukan shoot yang kedua ketika sanggurdi tadi sudah terlepas. Sehingga sebelum itu terjadi Aisyah melepaskan kedua kakinya dari sanggurdi. Dan memacu kudanya dengan manual. Kondisi itu tak lepas dari pandangan tajam Alceo.


"Aisyah...."suara panggilan Alceo sekaligus khawatir kepada Aisyah itu tak lupit dari Endrew dan Shinta.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan Aisyah, Al?"


"Aku tidak tau!"


Tetiba ponsel yang ada di saku celananya berdering, tertera nama anak buahnya yang telah menghubunginya.


"Iya ada apa?"


"Pak... Cegah Nona Aisyah untuk menaiki kudanya!"


"Maksud kamu!"


"Ada yang sudah menyabotase kuda Nona Aisyah."


"Kenapa kalian baru katakan sekarang!"


Alceo segera berlari ke arah Aisyah, dan melemparkan ponselnya pada Endrew.


"Apa yang terjadi?"


"Ada yang menyabotase kuda Nona Aisyah Pak."


"S***t!!!!"


Endrew segera berlari mengikuti Alceo, Alceo sudah berdiri di tepian menunggu istrinya yang hampir selesai menyelesaikan putaran ketiganya. Di detik shoot terakhir Aisyah, yang seharusnya kudanya harus segera tenang dan berhenti, kuda itupun seakan kehilangan kendali. Terus saja memacu dan mengelilingi lapangan, Aisyah sempat tidak bisa berfikir jernih. Dia takut terjadi sesuatu dengan janinnya, Dia takut suaminya kecewa. Aisyah mencoba mengikuti apa yang di lakukan oleh si kuda, Aisyah memejamkan matanya sejenak mengingat semua nasehat yang di berikan suaminya. Alceo yang sudah berteriak-teriak sama sekali tidak terdengar oleh Aisyah. Alceo menyambar satu kuda dan memacunya mengejar kuda Aisyah. Alceo berusaha terus mengejar dan mendekati kuda Aisyah.


Setelah Aisyah merasa tenang Aisyah mulai membacakan suroh Al Adiyat. Surah Al Adiyat yang berarti kuda perang yang berlari kencang, menggambarkan kerugian kebanyakan manusia pada hari terjadinya kiamat. Yakni mereka yang ingkar kepada nikmat Allah, bakhil karena cinta dunia dan tidak mempersiapkan diri menghadapi akhirat. Aisyah terus melantunkan suroh itu dengan merdu dan khusyuk. Dia hanya memohon kepada Allaah sebaik-baik penakluk ada Dia Sang Pencipta. Kuda itu mulai melemah, tidak sekencang sebelummya. Dan kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Alceo.


"Aisyah!!!!


BRUKKK


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...~*Manusia seringkali merasa hidupnya berat, karena ia mengurusi urusan yang sebenarnya menjadi urusan Allaah ~...


...****************...


Jangan lupa votenya, likenya ya kakak-kakak readers biar tambah semangat lagi. Apalagi di tambah hadiah maa sya Allaah tambah bersyukur semakin happy pastinya. ❤️🌹*

__ADS_1


__ADS_2