
Sore ini akhirnya Aisyah bersama Alceo benar-benar memutuskan pindah ke apartemen. Tidak lupa dua ART di rumah mama Alceo turut dibawanya karena permintaan mertuanya.
Selama perjalanan sama sekali tidak ada obrolan, sepi.... Bahkan dua ART berhasil tertidur pulas karena jarak yang cukup jauh dari mansion menuju apartemen Alceo.
Aisyah memutuskan akan membicarakan semua masalah yang terjadi, mencoba berbesar hati untuk meminta maaf dulu kepada suaminya. Pada intinya jika sama-sama bertarung ego, maka tidak akan pernah ada penyelesaian. Salah satunya harus melunak dan mengalah.
Mereka sampai tepat ketika adzan maghrib berkumandang, Aisyah segera masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan berwudhu. Dia tetap mendiamkan suaminya, bagaimanapun dihati kecil Aisyah ingin mendengar langsung penjelasan suaminya.
Aisyah keluar dari kamar mandi dan di gantikan dengan Alceo, Aisyah menyiapkan baju sholat untuk suaminya. Menggelar sajadah dan menunggu suaminya.
CEKLEK
Alceo melihat baju koko dan sarungnya sudah di siapkan oleh istrinya. Diapun melihat istrinya sedang membaca Al qur'an ketika Dia baru keluar dari kamar mandi. Aisyah segera menyudahi bacaannya dan bersiap untuk sholat.
"Kopyah mas mana sayang?"
"Sebentar...."Aisyah beranjak mengambil kopyah milik suaminya yang ada tersimpan di dalam lemari. Sebenarnya bukannya Alceo tidak tau, hanya Dia mencari kesempatan agar bisa ngobrol dengan istrinya.
Aisyah memberikan kopyah putih kepada suaminya. Dan Alceo bersiap-siap untuk sholat berjama'ah bersama sang istri. Di lihatnya sang istri sudah siap berdiri di belakangnya Diapun memulai takbirotul ikhramnya. Setelah selesai salam, Alceo segera berbalik dan memandang wajah istrinya lekat-lekat, dilihatnya wajah sang istri dengan mata yang terpejam sambil berdzikir.
"Sayang.... Apakah kamu masih marah sama mas?"
"Tidak...."
"Lalu kenapa kamu menghindariku dan mengacuhkanku?"
"Karena ketika aku melihatnya aku belum bisa menghapus bayanganmu berpelukan dengan wanita lain. Maafkan Aku...."
"Maafkan mas sayang....."
"Sudah berapa kali mas berucap kata maaf? Apakah tidak ada yang mau mas jelaskan kepada Aisyah?"
"Jika mas jelaskan apakah kamu tidak marah?"
"Menurut mas, apa yang terbaik mas lakukan saat ini. Menceritakan semua atau menutupi semuanya?"
"Sayang... Mas takut menyakitimu lagi!"
"Lalu? Jika cerita mas dengan wanita itu belum usai, selesaikanlah namun selama itu berikan waktu saya untuk menata hati. Untuk masalah pertanyaan Ai ke dokter kemarin, yang mungkin karena itu juga mas mendiami Aisyah. Bukan hanya mas yang kecewa tapi Ai Juga kecewa. Ai minta maaf, bukan karena Ai tidak menghargai mas sebagai suami. Namun Ai terlupa membicarakan itu kepada mas terlebih dahulu. Namun semua itu bisa di bicarakan tanpa kendiamkan, jika yang mas lakukan seperti kemarin bukan mas menyelesaikan masalah namun semakin menambah masalah.
Semua terserah pada mas, Aruna mencintai mas. Bahkan kenangan mas lebih banyak dengannya di banding Aku. Denganku masih dalam hitungan bulan, masih bisa dikikis pelan-pelan sebelum rasa cintaku sama mas Al meninggi. Jika mas telah mendapatkan keputusan nanti, segeralah beritahukan padaku karena aku harus tau langkah apa yang harus ku ambil, dan kemana kakiku membawanya nanti."
"Ai.... Sayang...."
"Ai capek mas, maaf..."
Aisyah beranjak menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya, tak butuh waktu lama gadis itu segera terlelap. Aisyah bukan hanya capek fisik nun juga bathinnya.
🍀🍀🍀
Seminggu sudah waktu berlalu, setelah malam itu mereka berbicara. Namun tidak ada perbaikan dengan istrinya, Aisyah dengan rutinitas kuliahnya, dan Alceo dengan aktifitas mengajar dan kerjaannya. Dan selam itu juga Alceo tidak bertegur sapa dengan istrinya. Dia serba salah, antara jujur atau tetao bungkam.
Dan juga tanpa sepengetahuan Aisyah, Suaminya sering bertemu dengan Aruna. Aruna hampir sepekan ini selalu mendatangi kantor Alceo. Dengan rasa cinta pada Aruna yang masih tersimpan rapi di bilik hatinya, Alceo tak bisa memungkiri jika Dia bahagia melihat Aruna kembali. Selama sepekan itu juga kedua sahabat Alceo tak henti-hentinya menasehati Alceo agar tidak terlalu dekat dengan Aruna. Namun nihil, dan sepertinya mereka semakin dekat.
__ADS_1
Siang ini ada jam ngajar untuk Alceo di kampus, dengan rasa tak bersalahnya Aruna menyambangi kantor Alceo di kampus. Dia menunggu Alceo di ruangan milik Alceo selama Alceo masih mengajar. Dilihatnya di meja ada foto Alceo berdua dengan istrinya. Tatapannya terlihat sekali jika tidak suka.
"Aku pastikan sebentar lagi tidak akan ada lagi foto ini disini!"Aruna menyeringai licik.
CEKLEK
DEG
"Aruna!!!! Apa yang kamu lakukan disini?"
"Sayang, Aku kangen sama kamu!"
"Tapi ini di kampus Runa!" Istriku mahasiswa di kampus ini juga, jika Dia melihatmu atau melihat kita berdua Dia bisa salah paham."
"Sudahlah tenang saja, bukannya setelah istrimu melahirkan akan kamu ceraikan."
"Aku tidak akan pernah menceraikan istriku Aruna!"
"Ah sudahlah Aku mau kembali ke kantor!"
Aruna mengikuti Alceo, dari kejauhan Dia melihat Aisyah sedang berjalan dengan sahabatnya. Kesempatan itu diambil dengan cepat oleh Aruna. Aruna mengandeng tangan Alceo, memegang erat tangannya walau Alceo sudah berusaha melepasnya nun sangat sulit baginya.
"Ai.... Pak Al...."
Aisyah seketika melihat Alceo sedang berjalan di depannya menuju ke arah tempat parkir kendaraan dengan mengandeng tangan Aruna. Terlihat sangat mesra bahkan mereka terlihat seperti sedang asik berbicara tanpa Alceo sadari jika istrinya melihatnya.
"Yuk....!"
"Ai... Kamu baik-baik aja kan!"
"Kita lewat sana!" ajak Roro, Roro sengaja mengajak Shinta dan Aisyah melewati jalan yang jika mobil itu keluar dari parkiran pasti melihat mereka. Dan benar saja Alceo seketika menegang melihat istrinya. Dia berharap istrinya tidak melihatnya berdua dengan Aruna.
Shinta sengaja mengirim video Alceo kepada Endrew, berharap Endrew bisa menjelaskan hubungan mereka berdua.
Drrttt.... Drrttt....Drrttt
"Sayang....."ucap Endrew di seberang. Ya Endrew dan Shinta mereka sudah jadian sejak dua bulan yang lalu, kegigihan Endrew membuahkan hasil.
"Hmm.... Bisa jelasin ga, mereka sudah lama jalan berdua!"
"Sayang... itu bukan urusan kita, jangan ikut campur ya...''
"Oh gtu.... Tapi Ai bukan orang lain bagiku, Kamu mau cerita atau Kita putus?"
"Kok gtu Yank?''
"Iya sebelum melengkah jauh, Aku ga mau tersakiti siapa tau kalian sama!"
"Oke-oke Yank.... Sejak seminggu ini mereka selalu bersama.''
Di tengah-tengah Shinta sedang berbicara di telphone dengan Endrew, tetiba Aisyah merasakan perutnya kesakitan.
"Ai!!!!"
__ADS_1
"Awww.... Sakit Shin!!!!"
"Kita ke rumah sakit!!!"
"Sayang!!!! Ada apa, apa yang terjadi dengan Aisyah?"
"Mas... Aisyah kesakitan perutnya, mau kami bawa ke rumah sakit nanti aku sharelock!''
Tutttttttt
Shinta dan Roro sangat ketakutan, takut terjadi apa-apa dengan kandungannya. Dalam perjalanan ke rumah sakit Aisyah meminta pada Shinta dan Roro untuk tidak memberitahukan ini kepada Alceo.
"Shin.... Jangan kasih tau ke mas Al!" Setelahnya Aisyah pingsan bertepatan mereka sampai di rumah sakit, jarak yang tidak terlalu jauh antara kampus dan rumah sakit sangat menguntungkan mereka hingga Aisyah bisa segera di tangani.
"Sayang!!"Endrew dan Julio datang dengan wajah panik. "Bagaimana Aisyah?"
"Sedang di tangani mas."
"Jul... Telp Al cepat!"
"Jangan mas! Aisyah bilang jangan kadih tau pak Al."
"Tapi, Al harus tau sayang."
"Itu permintaan Aisyah mas.''
CEKLEK
"Keluarga Ibu Aisyah?"
"Kami teman-temannya dokter, bagaimana kondisi teman kami dokter."
"Ibu Aisyah baik-baik saja, namun jika ini sering terjadi akan berakibat fatal. Akibat stress yang berlebihan kandungan ibu Aisyah mengalami kontraksi, di umur kehamilan yang masih terbilang muda bisa mengakibatkan keguguran. Hindarkan pasien dari hal-hal yang memicu emosi yang berlebihan. Sementara ibu Aisyah harus di rawat selama tiga hari untuk memastikan kondisi ibu Aisyah stabil."
"Baik dokter terima kasih."
"Pasien sebentar lagi akan di pindah ke ruang rawat inap."
"Baik dokter, sekali lagi terima kasih dokter." Kini Endrew yang menjawab, Karena Shinta dan Roro cukup shock. Sungguh mereka sangat takut terjadi apa-apa dengan Aisyah. Mereka mengikuti brankar Aisyah yang sedang di dorong oleh perawat untuk menuju ruangan rawat inap.
Kondisi Aisyah masih belum sadar, mereka masih menunggu dengan penuh kecemasan. Bingung harus mengikuti kata Aisyah atau harus menghubungi Alceo. Dengan tekad bulat Endrew pergi ke kantor milik Alceo berdua dengan Julio.
BRAKKKKK
Alceo di buat kaget, dengan pintu yang tiba-tiba di dobrak dengan kasar. Sungguh pemandangan yang sangat membagongkan, Mereka melihat Alceo dan Aruna sedang berciuman.
"DASAR BRENGSEK!!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...If You'r finish changing, You'r finished!!!"...
...Kalau kamu berhenti berubah, Kamu akan selesai dan Kamu akan ditinggalkan!...
__ADS_1
...~Endrew~...