
Setelah mengantar para bidadari sang pemilik hati, ketiga lelaki itu segera membawa para wanita untuk segera pulang.
Selama di perjalanan baik Shinta ataupun Endrew diam tanpa ada yang mau memgeluarkan suara. Mereka berdua sibuk dengan fikirannya masing-masing. Shinta sibuk memikirkan sang mantan sedang Endrew sibuk memikirkan rencana 2 hari melamar Shinta.
Setelah mereka mengantar Alceo dan Aisyah mereka pun beranjak pergi dari sana. Selain Aisyah yang terlihat letih ada kuga Roro yang juga terlihat keletihan. Apalagi sepanjang jalan Roro mual muntah tak henti-henti.
Endrew sudah sampai di depan rumah Shinta setelah beberapa menit lalu mengantar Julia dan Roro terlebih dahulu. Endrew dan Shinta tak segera turun dari mobil, Endrew melihat sekilas ke wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya.
"Sayang...."Panggil Endrew pada Shinta, namun belum ada respon dari sang kekasih.
"Shin.... Sayang...."Shinta masih saja asik demgan dunia lamunannya.
"Shinta Cantika Mahardika!!!'' teriak Endrew yang sudah tidak bisa menunggu lagi. Dia perlu tau ada apa dengan kekasihnya itu.
"A.... Apa mas?"
"Kamu kenapa dari tadi mas lihat kamu melamun terus,ad panggil-panggilpun juga ga ada respon. Apa yang kamu fikirkan?"
"Ah.... Ti...tidak ada mas."
"Jika tidak ada, lalu kamu kenapa bangong hmm?"
"Aku ga pa-pa mas!''
"Are u sure?"
"Yes i'm!"
"but I don't believe it, there's something you're hiding from me!"
"Ga ada mas, sungguh."
"Ya sudah terserah jika kamu tidak mau jujur. Hanya jika Aku nanti tau apa yang terjadi dan kamu sembunyikan dariku Aku sulit maafkan itu. Turunlah kita sudah sampai, Aku antar kamu ke dalam." Ucapan Endrew seketika menyadarkan Shinta, dan Shintapun melihat keluar. Dia baru tersadar juka sudah sampai.
"Turunlah!" Endrew terlihat dingin dengan ucapannya, Shinta serba salah jika ingin menceritakannya.
Endrew mengantar Shinta masuk ke rumahnya dan sekaligus Endrew pamit kepada kedua orang tua Shinta. Shinta mengantar Endrew ke teras sebelum beranjak masuk ke mobil Endrew memandang wajah kekasihnya.
"Maafkan Aku dengan ucapan kasarku tadi, Selesaikan masa lalumu yang belum selesai. Selamat malam, Assalamu'alaykum....."
"Mas...." Shinta tercenung dengan apa yang di katakan oleh Endrew, Dia baru merasa jika Dia sudah melakukan kesalahan. Namun semua sudah terjadi, besok Dia akan menjelaskan semua kepada Endrew.
*
*
Dia Apartemen Aisyah
Alceo bersama istrinya baru saja selesai membersihkan tubuhnya, Kini mereka sudah sama- sama duduk di ranjang dan menyandar pada headboard ranjang mereka.
"Sayang....."Alceo merebahkan tubuhnya dengan posisi kepala berbantalkan paha istrinya, Dia mengecup dan mengelus perut istrinya.
"Iya mas...."
"Hari ini Kami berhasil membuat mas ketakutan!"
"Hm...."Aisyah memicingkan matanya.
"Iya, Mas takut ketika Kamu tetiba sudah ada di atas kuda. Tapi kamu juga berhasil membuatku takjub, ketakutanku itu tak beralasan hingga pernah menyakitimu."Ucap Alceo sendu.
"Karena itu kenapa ketika kemarin-kemarin berlatih Aku tidak memberitahu kepada mas, takut menambah masalah dan posisi kita juga sedang ada masalah."
"Iya maafkan mas...."
"Iya, sudah jangan minta maaf lagi. Siapa tau nanti terulang lagi, jadi buat stok nanti-nanti lagi."
"Mas janji ga ngulangin lagi sayang..."
"Jangan berjanji mas, karena sejatinya dalam sebuah hubungan bukan hanya janji yang perlu di tepati. Namun ada yang lebih penting dari semuanya yaitu Hati."Ucap Aisyah
__ADS_1
"Seperti halnya Jika kita selalu merasa bahwa Allaah berada di dalam hati kita yang terdalam pasti kita akan merasa takut jika melakukan sebuah dosa. Kita merasa di awasi oleh Allaah, sehingga kita selalu berhati-hati dalam tindak tanduk kita. Makanya ketika sholat kita baik, maka seluruh amalanpun akan baik.
Begitupun dengan hati seorang wanita apalagi seorang istri, Dia akan berusaha menjaga hatinya hanya untuk suaminya. Dan itu juga yang di harapkan oleh seorang istri pada suami."
Alceo memeluk erat tubuh istrinya, Dia yang selama ini selalu menyakiti hati istrinya. Dia belum bisa menjadi suami yang baik untuk istrinya. Dia akan berusaha mulai selarang menajdi suami yang baik buat istrinya.
"Tidur mas sudah malam!"
"Hm..."
*
*
Hampir dua hari Endrew tidak berkomunikasi dengan Shinta, sengaja Endrew tidak menghubungi Shinta. Karena malam ini Dia akan membuat kejutan buat kekasihnya. Dengan bantuan Alceo dan Julio berharap malam ini Dia berhasil mengikat Shinta.
Sedang di lain tempat Shinta merasa gelisah sudah hampir dua hari Endrew tidak menghubungi dan tidak bisa di hubungi.
"Sayang.... Mama sama Papa malam ini ga pulang makan, Kamu kalau mau keluar boleh asal sebelum jam 10 malam sudah di rumah."Mama Shinta, Nyonya Lastri
"Baik ma.... Memang mama mau kemana ma?"
"Ada deh..."
"Is Geunit!"
"Iri bilang aja!"
"Siapa ya iri sama mama....?"
"Wajahmu sayang, tidak bisa di bohongi."
"Ish.... Ya sudah Shinta berangkat kuliah dulu ya ma, Assalamu'alaykum..."
"Wa'alaykumussalam... Have a nice day sayang...."
"Me too mom..."
"Shin...!''
"Astahgfirullaah ngagetin aja sih!"
"Yeeyyy lo aja kali yang ga denger, jiwa dimana raga dimana!"
"Dah ah, dah telat cepet masuk!"
"Okayyyy lets go!"
Hampir 2 jam mereka berada di kelas menyimak dosen killer yang juga suami sahabatnya.
"Huffft... Akhirnya bisa napas juga. Suami kamu aneh deh Ai, giliran gini nyerin banget sumpah!''
"Kayak ga tau aja!''
"Tapi klo dah di luar area bener dah layak kerbau di cucuk hidungnya, nurut, wajahnya juga sekaku di dalam lokal."
"Hmm.... Sudah yuk jalan!
"Shinta ya?"
"Iya benar!"
"Ini ada titipan!"
"Oh oke thanks!''
"Ku tunggu jawabanmu sekarang di aula!''
~Endrew~
__ADS_1
Seketika Shinta menegang, bagaimana Dia harus menjelaskan? Apa nanti yang akan terjadi jika Dia berkata jujur? Jujur di dalam hatinya Dia tidak mau kehilangan Endrew. Namun Shinta segera bergegas jalan menuju Aula kampus, di ikuti oleh Aisyah dan juga Roro.
CEKLEK
Suasana sangat gelap, tetiba lampu sorot menyorot tepat di pusat seseorang yang Shinta Kenal.
"Endrew....."Lirih suara Shinta.
Petikan gitar mulai terdengar, suara lagu yang di nyanyikan oleh Endrew mulai di mulai.
Melamarmu by Badai Romantic Project
Ku pandang tajam bola matamu
Cantik dengarkanlah aku
Aku tak setampan don juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tahu ku ingin melamarmu
Aku tak setampan don juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku, jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tahu ku ingin melamarmu
Jadilah pasangan hidupku, jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku (di sampingku)
Aku tak main-main (main-main) seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tahu oh satu yang ku mau, ku ingin melamarmu
Endrew menyanyikan dengan penuh penghayatan, sambil berjalan mendekat ke arah Shinta. Di akhir lagunya, Endrew segera berlutut dan melihat ke arah Shinta. Di saat itu juga Lampu di ruangan menyala sepenuhnya dan ternyata sudah banyak orang disana termasuk kedua orang tuanya.
"Shinta Cantika Mahardika Will You Marry me?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Menikah tidak lah seindah padangan melihat pegunungan dari kejauhan....
...Namun akan banyak rintangan yang di hadapi, seperti ketika mendaki gunung akan banyak di temui berbagai rintangan....
__ADS_1
...Kuncinya adalah Kepercayaan....