
"AYO BERANGKAT"ajak Alceo tanpa ada seoatah kata apapun pada Aisyah setelah Aisyah membuka cadar untuknya.
Mereka menuju rumah sakit tempat Hafidz di rawat, di rumah sakit semua sudah di siapkan dengan baik. Kamar tempat hafidz di rawatpun sedikit diberikan sentuhan agar terlihat ada acara pernikahan disana, walau hanya akad sederhana nantinya.
Tak membutuhkan waktu lama, Merekapun telah sampai di rumah sakit. Aisyah sempat ragu untuk keluar dari mobil, tapi Aisyah terus mencoba menguatkan dirinya. Jika sekali melangkah ke depan maka aku tidak lagi bisa menebus waktu yang telah berlalu dengan begitu Diapun tidak akan bisa mundur kala itu.
"Keluarlah apa yang kamu tunggu!"ucap Alceo yang seketika membuyarkan lamunan Aisyah.
"Ba...baik pak!"jawab Aisyah
Mereka berjalan beriringan menuju kamar rawat Hafidz. Aisyah bahkan tidak bisa membayangkan jika di kamar kakaknya kini sudah ramai orang. Termasuk orang tua Alceo, teman-teman Aisyah, dosen-dosen di kampus dan para saksi tentunya.
CEKLEK
"Assalamu'alaykum" ucap bersamaan Aisyah dan juga Alceo
"Wa'alaykumsalam" jawab semua orang yang ada di kamar dengan serempak.
"Calon pengantinnya sudah datang, acara sudah bisa di mulai."ucap Ibu Tiara mama dari Alceo. Iya nama mama dari Alceo adalah Tira Anggita Pratama dan nama papa dari Alceo adalah Daniel Barata Yudha. Tentu tidak akan asing dengan kedua orang tua Alceo. Masing-masing adalah konglomerat yang sama-sama sudah terkenal namanya di kalangan pebisnis sejak dulu dan bahkan hingga sekarang.
Penghulu sudah menunggu di meja, dan sedang menyiapkan dokumen-dokumen yang harus di tanda tangani oleh oengantin baru nantinya. Alceo bahkan sudah mendaftarkan pernikahannya sehingga oernikahannya mereka nantinya sudah tercatat baik di Agama ataupun Negara. Itu juga atas saran Mama dari Alceo.
Keputusan Alceo untuk menerima tawaran menikahi Aisyah tentu tidak lepas dari kedua orang tuanya. Alceo hanya memberikan foto Aisyah yang sudah berhasil dia ambil ketika sedang menunjukkan kebolehannya ketika di kampus waktu itu. Dan mamanya langsung seketika menyukai Aisyah, entah apa yang gadis unik itu punya hingga mama yang biasanya overprotektif bagai kerbau dicucuk hidungnya dengan mudah mengiyakan begitu saja.
"Apakah sudah siap?"tanya pak Penghulu.
__ADS_1
Hafidz, kakak Aisyah sudah duduk di sebelah penghulu. Kondisinya masih lemah, itupun perlu di pegangngi oleh perawat laki-laki. Hafidz begitu terlihat gagah dan ganteng dengan setelan jas dan kemejanya serta songket hitamnya.
"Sudah siap pak"jawab Alceo.
Hafidz segera menjabat tangan Alceo dengan erat.
"Bismillaah... Adinda Alceo Yudistira Radeotiharjo bin Daniel Barata Yudha saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adik saya Aisyah Salma Mahfuzah binti Zainal Abdulloh dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang 2 miliar dan emas 100 gram tunai." Sambil mengayunkan tangannya Hafidz memberikan kode kepada Alceo Untuk menjawabnya.
"Bismillaah.... Saya terima nikah dan kawinnya Aisyan Salma Mahfuzah binti Zainal Abdulloh dengan mas kawain tersebut tunai!"jawab Alceo
"Bagaimana saksi?" Tanya pak penghulu
"SAHHHHHHHH...."Jawab hampir semua orang disana.
Setelah prosesi tukar cincin dan tanda tangan, serta acara sungkeman. Hafidz menasehati adiknya dengan banyak.
"Dek, kini kamu bukan tanggung jawab kakak lagi. Tapi kakak berharap, teruslah bersabar karena sabar kunci masuk surga. Taatlah pada suamimu selama dalam kebaikan. Ingatlah sabar." Nasehat singkat dari kakaknya, karena kakaknya harus segera disiapkan untuk segera dibawa ke singapura.
"Aisyah...."panggil Mama Tiara
"Iya Bu...."jawab Aisyah
"Jangan panggil ibu, panggil mama seperti Al memanggilku." Jawab Mama Tiara. "Aisyah bolehkah mama melihat wajahmu?"tanya mama Tiara dengan oenuh kehati-hatian.
"Boleh ma."jawab Aisyah, Aisyah segera bergeser sedikit dari tempat duduknya untuk membelakangi tamu yang ada tersisa di ruangan itu sekarang. Akhirnya didepan mama dan papa Alceo Aisyah membuka cadarnya walau hanya sebentar cukup membuat perasaan kedua orang tua Alceo lega.
__ADS_1
"Maa sya Allaah.... Kamu cantik sekali Aisyah, sungguh mama sangat bersyukur putra mama mendapatkanmu."ujar mama Tiara
"Terima kasih ma." Jawab Aisyah, karena baginya mereka masih ading bagi Aisyah.
Semua persiapan sudah selesai kini, Aisyah dan Alceo hendak mengantar kepergian kakaknya untuk berobat.
"Kak... Ai titipkan kakak keoada sebaik-baik tempat penitipan, Ai akan merindukan kakak. Ceoat sembuh dan cepat kembali ya...." ucap Aisyah dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan masih berusaha menahan tangisnya.
"Jangan Kuatir kakak pasti cepat sembuh, bersabarlah sabar itu tidak berujung. ingat agungnya kedudukan suami dek."
"iya kak, in sya Allaah Aibakan selalu ingat nasehat kakak."jawab Aisyah.
Sudah sampai sini saja ga usah ikut ke bandara, kamu pasti sudah capek."ucap Hafidz pada Aisyah. "Al... bawalah istrimu pulang dia pasti sudah capek."ucap Jafidz kepada Alceo.
"Semoga lekas sembuh kak, kami akan selalu menantimu."ucap Alceo pada Hafidz.
Dijawab anggukan oleh Hafidz,dan setelahnya Dia dibawa berangkat oleh dokter dan juga di bantu dengan perawat yang sudah di bayar oleh Alceo.
"Ayo kita pulang!"
#
#
#
__ADS_1