SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 45 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

BRUKKKK


AKHHH.... MASSSS!!!!


Alceo berhasil melompat ke kuda Aisyah, walau sempat Dia merasakan kesakitan di bagian Pa***tnya. Namun tak di hiraukan lagi oleh Alceo. Dalam benaknya hanya ada keselamatan istri serta putranya.


"Kamu baik-baik saja kan sayang?"


Aisyah menggeleng pelan, karena mulai merasakan sakit di bagian perutnya. Alceo semakin panik, Dia berusaha menghentikan kuda milik Aisyah yang sudah di ambil alih. Dengan posisi Aisyah di depannya sambil menahan rasa sakitnya.


"Endrew telp ambulance cepat!!!!!!" teriak Alceo mengelegar


Endrew yang terkaget-kaget dengan secepat kilat menelphone ambulance untuk segera datang.


Setelah sekian menit akhirnya, kuda itu bisa di hentikan dan segera di bantu oleh pawangnya. Alceo segera menurunkan Aisyah dari atas kuda, sungguh Alceo di buat syok karena di tempat yang diduduki Aisyah ada segenangan darah yang mengalir berjatuhan kebawah. Alceo segera lompat dan segera mengendong istrinya. Alceo berlari ke menuju ke arah loby gedung olahraga tersebut dan sudah di sambut oleh ambulance yang sudah menantinya.


"Endrew.... gue serahin sama elo, siapin orang buat nyusut kasus ini sampai tuntas. Lo pasti tau, jangan libatkan aparat sebelum gue kasih pelajaran."


"Oke, percayakan sama gue. Lo cukup jaga istri dan dampingi istri lo!"


"Oke thanks!"


Alceo segera menyusul ambulance yang sudah menuju rumah sakit terlebih dahulu, di dalam perjalanan Alceo segera menghubungi Mama serta Papanya. Tak ayal hal ini membuat kedua orang paruh baya itu syok. Sama seperti Alceo papanya dengan gemeretak keras di rahangnya Dia tidak akan membiarkan orang yang menyakiti menantunya yang sudah seperti putrinya itu begitu saja.


Setelah sampai di rumah sakit Aisyah segera dibawa ke ruang IGD. hampir 20 menit Aisyah berada di dalam, membuat Alceo semakin frustasi menanti kabar kondisi istrinya.


Tap


Tap


Tap


Dari kejauhan terlihat dua orang paruh baya berlari menuju ke arah Alceo.


"Ma....." Alceo segera menubrukkan tubuhnya ke mamanya.


"Sabar sayang doakan istri dan anakmu baik-baik saja."


"Al takut ma...."


"Sstttt.... Berdoalah agar istrimu segera selesai di tangani."


CEKLEK


"Dokter bagaimana kondisi istri saya dokter?"


"Maaf Tuan, kondisi istri anda saat ini sangat kritis. Istri anda mengalami benturan yang mengakibatkan pendarahan. Sejauh ini bayi yang di kandungnya masih dalam keadaan baik-baik saja. Namun jika tidak segera di keluarkan bisa berbahaya untuk janinnya. Dari usia janin sudah bisa di lahirkan namun masih harus di rawat secara intensif karena terlahir premature nantinya. untuk berat badan bayi dengan 2.6 kilo itu sudah bagus karena biasanya bayi premature kebanyakan berat badannya kurang dari 2 kilo. Hanya organ - organ dalamnya yang belum sempurna hingga harus di tempatkan di inkubator. Kami perlu persetujuan Tuan untuk segera menandatangani surat untuk segera kami ambil tindakan cecar."


"Lalukan yang terbaik untuk istri saya dokter, apa saya bisa menemani istri saya dokter?"


"Kami usahakan Tuan, dan maaf lebih Anda menunggu disini kami usahakan yang terbaik untuk istri Anda."


Papa Alceo menepuk punggung Alceo, berusaha memberikan kekuatan pada putranya itu. Dia tau posisi yang di rasakan oleh putranya sekarang. Karena hampir sama dengan yang di rasakannya ketika Alceo lahir dulu.

__ADS_1


"Doakan istrimu, percayalah mereka akan baik-baik saja."


"Makasih pa."


"Sayang......" Mama Tiara memeluk Alceo sangat erat.


"Ma.... Al takut ma...."


"Sstttt..... Jangan takut percayalah mereka akan baik - baik saja. Mama pernah di posisi sama persis seperti Aisyah. Dan putra mama sehat dan kini akan menjadi seorang ayah."


"Maksud mama?"


"Iya kamu dulu juga terlahir premature sayang, tapi lihatlah kau tumbuh menjadi anak yang cerdas,pintar dan sehat plus tampan lagi."


"Semoga begitu juga dengan putraku ma."


"Berdoalah, semoga istri dan anakmu dalam kondisi baik."


"Al.... Kenapa bisa terjadi seperti ini?"tanya Papa Daniel.


"Kuda Aisyah ada yang menyabotase pa, hampir sebulan menjelang final semua aman pa."


"Pasti ada yang ingin mencelakai Aisyah Al."


"Iya Pa, Al minta tolong sama Endrew untuk nge handle dilokasi. Semoga segera ketemu siapa pelakunya!"


Mereka akhirnya hanya bisa menunggu, hampir satu jam belum juga selesai Aisyah di meja operasi. Alceo sudah semakin khawatir dan cemas. Tak berapa lama dokter yang menangani Istrinya keluar.


"Selamat Tuan, putra Nada sudah lahir dalam kondisi sehat dan sempurna tanpa kurang satu apapun. Hanya masih perlu di rawat dan observasi. Istri anda Alhamdulillaah sudah melewati masa kritis. Setelah obat biusnya habis istri Anda kami pastikan akan sadar kembali. Kami ucapkan selamat sekali lagi. Saya izin undur diri." Dokter menganggukan kepalanya dan segera berlalu.


"Maaf Tuan ini putra Anda," segera kain yang menutupi di buka. Terlihat bayi mungil sedikit cubby di pipinya sedang terlelap dari tidurnya.


"Sayang cucu mama ganteng sekali,Pa lihat pa cucu kita pa maa sya Allaah sungguh sangat mempesona."


Airmata Alceo tak terbendung lagi, Dia sangat bersyukur dengan kondisi putranya. Tak pernah di bayangkan jika secepat ini Dia akan jadi seorang ayah.


"Kami akan bawa ke ruang bayi, nanti Anda bisa kesana untuk mengadzani putra Anda Tuan."


"Baik terima kasih suster."


"Selamat sayang."


"Selamat Al." ucap mama dan papa Alceo bersamaan


"Terima kasih ma... pa..."


Alceo segera menghubungi Endrew untuk memberotahu kondisi istrinya.


Tutt


Tutt


Tutt

__ADS_1


"Gimana kondisi Aisyah Al?"


"Alhamdulillaah Aisyah sudah lahiran dan putraku juga dalam kondisi baik-baik saja. Haya Aisyah belum sadarkan diri. Apa kamu sudah menemukan pelakunya?"


"Sudah Al, dan gue harap elo harus ambil jalan yang paling benar untuk saat ini."


"Memang siapa pelakunya Drew!"


"ARUNA!"


DEG


"LO SERIUS!"


"Ck.... Terserah elo percaya apa ga, mau di apakan orang suruhan Aruna?"


"Serahkan ke polisi, jangan lupa buktinya lo bawa sekalian!"


"Siap beres!"


"Thank Drew."


"Oke!"


"Huftttt...." gara - gara gue lagi istri gue hampir celaka.


"Gimana Al?"


"Pelakunya sudah tertangkap Pa."


"Siapa?"


"Aruna menyuruh irang melakukannya."


"Dasar wanita licik! Kamu sekarang sudah tau kan wanita - wanita yang ada di sekitar Kamu selama ini. Mereka hanya berambisi mendapatkan mu karena hartamu hanya itu!"


"Iya pa.... Semoga setelah ini tidak akan ada lagi terjadi seperti ini."


"Mulai sekarang kamu harus tegas kepada wanita di luaran sana! Kamu boleh bersikap dingin jika di luar tetapi bersikap hangat lah ketika di rumah kepada istri dan keluargamu. Hanya istrimu tempat pulang mu, tempatmu berkeluh kesah. Hanya istrimu yang berhak mendapatkan perhatian dan seluruh cintamu bukan wanita di luar sana yang tidak ada harga diri."


"Akan Al selalu ingat kata-kata papa."


"Masuklah sepertinya Aisyah sudah sadar dan mencarimu!"


"Beneran pa!" Papa Daniel hanya menganggukkan kepalanya, dan di susul secepat kilat Alceo masuk ke ruangan Aisyah.


"Sayang....."


"Mas..." ucap Aisyah lirih


"Maaf..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


... ~Akan Aku katakan pada Allaah bahwa Kamu adalah titipan terbaik yang Allaah berikan padaku, duhai suamiku.~...


__ADS_2