
"ASTAGHFIRULLAAH!"
Alceo segera berlari ke box bayi tempat putranya, segera mengendong sang putra agar tidak menangis lagi. Usahanya untuk mendiamkan putranya ternyata tidak mudah. Melihat istrinya yang pulas dengan wajah lelahnya. Alceo memutuskan untuk membawa putranya keluar dan meminta bantuan sang mama.
"Lho kenapa dengan Razka Al?"
"Ga tau ma, dan ga mau diam."
"Apa lapar? Aisyah kemana?"
"Aisyah sedang tidur ma, mungkin karena terlaku lelah hingga tidurnya sangat pulas dan tak mendengar suara Razka menangis!"
"Ya sudah sini kasih mama, dan kamu minta tolong si mbok untuk buat susunya."
"Iya ma..." Alceo segera berlalu ke dapur dan meminta bantuan mbok Darmi untuk membuatkan susu putranya. Walaupun ASI Aisyah lancar namun dokter tetap menyarankan di dampingi dengan susu khusus bayi lahir berat rendah. Suapaya berat badan bayi segera terkejar apalagi bayi prematur imunnya sangat rentan.
"Uluh uluh cucu oma, lapar atau haus sayang... cup cup cup sabar ya sayang tuh papa sedang buatkan susunya. sabar ya cucu oma yang sholeh... Maa sya Allaah ganteng banget sih kamu sayang."
"Gimana ga ganteng? Papanya seganteng ini."
"Alah narsismu ga ketulungan, tuh dek papamu ga mau kesaingan, nah susunya sudah ada nih yuk kita minum susunya. Baca bismillaah dulu ya.... "Melihat cucunya sangat kuat menyedot botolnya sangat terharu, sudah lama hal seperti ini tidak dilakukannya. Terakhir ketika anak ketiganya lahir kala itu. Kini serasa dapat mainan baru bagi wanita paruh baya itu.
"Lihat ma, sepertinya Razka sangat lapar!"
"Iya... Ya sudah serahkan Razka sama mama, Kamu lihat istrimu masa nifas mas yang masih dalam pemantauan Al. Lihatlah pastikan istrimu baik-baik saja."
"Baik ma... Al titip Razka ya!"
"Iya sudah sana... Jangan ganggu mama sama cucu mama."
"Ish segitunya." Itulah sayangnya seorang nenek kepada cucunya lebih besar dibanding kepada sang anak kandungnya. Apapun yang dilakukan sang cucu pasti benar di mata sang nenek dan kakek.
CEKLEK
Alceo melihat istrinya masih terlelap dalam tidurnya, Dia segera membaringkan tubuhnya dan memeluk erat sang istri. Mengecek dahi istrinya, Alhamdulillaah tidak demam. Akhirnya Diapun ikut terlelap sambil memeluk erat sang istri.
Hampir dua jam Alcro tertidur, setelah terbangun Dia masih melihat sang istri yang juga masih lelap dengan tidurnya.
"Secapek itukah kamu sayang "lirih suara Alceo. Namun karena sudah terlalu lama Aisyah tidur, Alceo mencobaembangunkan sang istri lagipula istrinya harus makan karena sebelumnya hanya makan sedikit saja.
"Sayang.... Ai... Bangun yuk..." Alceo membangunkan dengan suara yang lembut, membelai pipi halus istrinya.
"Sayang... Bangun yuk kamu harus makan sayang..."
Perlahan Aisyah membuka matanya, dengan perlahan Dai mengumpulkan kesadarannya.
"Mas ..."
__ADS_1
"Iya sayang...."
"Sekarang jam berapa?"
"Sekarang sudah jam 4 sore sayang, bangun dulu yuk memangnya kamu ga lapar hmm!"
"Maa sya Allaah jam berapa mas?"
"Jam 4 sayang."
"Razka belum minum ASI mas."
"Razka sudah minum susu tadi, sekarang sedang tidur di kamar mama."
"Maaf mas, Ai terlalu lelap tidurnya.''
"Sudah... Sekarang bangun dan makan ya?"
"Iya mas... Ai ke kamar mandi dulu setelah itu turun makan."
"Sudah Kamu disini saja, mas bawakan makanannya ke sini."
"Makasih mas...."
"Sama-sama sayang...." Alceo keluar dari kamar menuju dapur, Dia hendak mengambil makanan untuk istrinya. Namun terdengar suara bel rumah berbunyi.
"Ada tamu den Al?"
"Iya den..."
Alceo kembali kekamar, sedang mbok Darmi menuju ruang tamu untuk melihat siapa tamu tersebut yang datang."
CEKLEK
"Assalamu'alaykum bu..."
"Wa'alaykumussalam den, maaf mencari siapa ya?"
"Saya mencari Alceo bu."
"Oh tamunya den Al, mari den mbak masuk. Sebentar saya panggilkan den Al ya."
"Iya bu..."
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"Iya bi."
"Maaf den ada tamu mencari aden."
"Siap mbok?"
"Mbok ga tau den baru kali ini mbok melihat."
"Ga mbok tanyakan siapa namanya?"
"Maaf den Mbok Lupa."
"Ya sudah ga pa pa mbok, bilang sebentar lagi saya turun."
"Oh iya laki-laki apa perempuan mbok?"
"Laki-laki dan perempuan den."
"Baiklah sebentar lagi saya turun mbok."
"Baik den."
Mbok Darmi oun bergegas turun kembali dan segera membuatkan sang tamu minuman dan juga camilan.
"Silakan di minum den, mbak... Mas Al masih diatas sebentar lagi turun."
"Terima kasih bu."
"Sama-sama den."
Tak berapa lama Alceo turun dan segera menemui sang tamu. Setelah sampai di ruang tamu Dia melihat ada seorang laki-laki dan juga perempuan berhijab yang membelakangi mereka. Dahi Alceo mengernyit, siapakah orang itu?
"Assalamu'alaykum maaf lama menunggu."
"Wa'alaykumussalam..."
DEG
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."Selama kita bersyukur, maka akan ada banyak kebaikan yang akan Allah alirkan untuk kita. Karena bersyukur itu ibarat pintu yang apabila kita buka, maka kita sedang membuka banyak kebaikan yang akan menghampiri kita."...
...****************...
Maaf ya kakak-kakak readers telat updatenya, qadarullaah aktifitas di dunia nyata sedang full padat merayap plus badan yang juga kurang fit
__ADS_1
saya ucapkan juga banyak-banyak terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah kasih suport dan masukan. In sya Allaah kedepannya akan saya perbaiki lagi.
🌹😘 Jazaakumullaahu khayran 😘🌹