SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 19 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Hampir 45 menit perjalanan mereka tempuh, dan akhirnya sampai juga mereka di apartemen milik Alceo. Aisyah sudah mulai berkecamuk, antara ragu dan ikhlas. Ketika Dia akan melangkahkan masuk melewati pintu apartemen ini, maka Dia harus siap dengan segala konsekuensi yang terjadi.


"Sholat Ashar dulu mas, sudah masuk waktu ashar."ucap Aisyah


"Hmmm, hanya ada 1 kamar masuklah kita sholat berjama'ah lagi."ucap Alceo


Aisyah masuk ke dalam kamar milik Alceo, sungguh di buat takjub ketika Aisyah baru membuka pintu kamar itu. Sungguh luas dan besar, design cool yang cocok dengan karakteristik penghuni kamar. Wallglass yang tertutupi filtrase menambah kesan mewah. Bed dengan ukuran super king size. Sudah membuat berdegub jantung Aisyah.


"Ishhhh.... Apa yang aku fikirkan, Ai sadar Ai sadar sadar."gumaman Aisyah dalam hati dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa?"bisik Alceo teoat di telinga Aisyah. Seketika Aisyah menegang karena kaget, degub jantungnya semakin cepat.


"Ng...ng... Nggak kenapa-kenapa!"jawab cepat Aisyah sambil langsung ngacir ke kamar mandi.


Alceo terkekeh geli melihat istri kecilnya, "Apa Dia ngebayangin bercinta di atas bed itu?"semakin tergelak Alceo memikirkan kelakuan Aisyah barusan.


Aisyah masuk ke dalam kamar mandi mencoba menetralisirkan degub jantungnya. Bersyukurnya degub jantungnya ini sudah halal. Aisyah segera membersihkan diri dan berwudhu, setelah selesai Dia menyuruh Alceo untuk mengambil wudhu.


"Mas Al kemana?"Aisyah mencoba mencari Alceo dengan keluar kamar, bahkan sudah di carinya di dalam apartemenpun tidak di temukan. "Hufftt selalu begini meninggalkan tanpa kata."gumam lirih Aisyah, "sebenarnya kemana mas Al, apa menemui kekasihnya lagi. Jika iya, Aku tidak akan memenuhi kewajibanku padanya sebelum Dia melepas kekasihnya. Aku harus hati-hati bisa jadi Dia tetiba datang, Aku ga boleh melepas hijabku."batin Aisyah. Kini Dia hanya memakai gamis dan jilbab instansnya, Dia terpaksa memakai baju itu karena tidak ada lagi baju yang harus di pakainya. Aisyah segera melaksanakan kewajibannya. Setelah sholat ashar Dia mencoba mencari kemungkinan ada mesin cuci sehingga Dia bisa mencuci bajunya dan bisa di pakai besok.


Kemana sebenarnya Alceo? Kemana lagi kalau ga pergi ke tempat Karol kekasihnya. Ga berapa lama Aisyah masuk kamar mandi ponsel Alceo berdering tanda ada panggilan untuknya, ya benar itu dari Karol.


"Ada apa!"jawab Alceo


"Sayang kamu bisa kesini? Aku merindukanmu..."rayu Karol


"Oke!"jawab Alceo


tuttt tuttt tuttt


Tanpa berfikir panjang Alceo segera mengambil kunci mobilnya dan pergi ke tempat Karol. Dia tidak ingat lagi jika Dia sekarang sedang bersama istrinya. Janji tetaplah janji yang hanya berlaku bagi orang yang waras saja untuk tidak mengingkari.


Kini Aisyah hanya sendiri di apartemen, setelah menemukan mesin cuci. Dia segera memasukkan bajunya ke mesin cuci dan sangat kebetulan mesin cuci itu yang sudah sekalian mengeringkan jadi setelah mencuci tinggal menyetrikanya saja.


Alceo sudah sampai di apartemen Karol. Tanpa rasa curiga Alceo masuk kesana seperti biasa, tidak ada yang mencurigakan.


"Ada apa? Aku sedang banyak pekerjaan?"ucap Alceo sedikit tinggi.


"Kamu kenapa sayang, baru juga datang. Aku merindukanmu...."ujar Karol sambil memposisikan dirinya duduk di atas pangkuan Alceo. Karol dengan agresifnya mencium bibir Alceo, pada akhirnya mereka saling m*****t penuh hasrat. "Kali ini aku tudak akan melepaskanmu Al, Kamu harus jadi milikku."gumam dalam hatinya dengan senyuman smirknya.


Kegiatan itu mungkin sering mereka lakukan walau tidak sampai melakukan penyatuan. Mereka hanya saling memuaskan saja dengan cara mereka. Kali ini keagresifan Karol hampir saya benar-benar membuat seorang Alceo kehilangan kesadaran. Ketika hampir Alceo melakukan penyatuan, seketika suara lembut Aisyah terdengar di telinganya. "Mas Al, Kamu dimana?" Itulah yang Ia dengar. Tak ayal Alceo langsung lompat dan meraup kasar wajahnya, "Apa yang kamu lakukan Al, hampir saja kamu kehilangan kewarasan. Aisyah.... Maafkan Aku, hampir saja Aku mengecewakanmu."gumam Alcro dalam hati.


"Kamu kenapa Al!!!!"bentak Karol yang merasa telah di hempaskan jatuh dari awang-awang.


"KAMU YANG KENAPA!!!!"bentak Alceo. "INGAT BATASAN KAROL, JANGAN COBA-COBA MERAYUKU DAN MELEWATI BATASMU!!! Alceo segera meraih seluruh bajunya dan mengenakan kembali bajunya dan segera pergi dari sana.

__ADS_1


"ARRRRTGGGGGGHHHHHH.....KURANG AJAR KAMU AL, GARA-GARA PEREMPUAN ITU KAMU SUDAH BERUBAH!!!!teriak Karol dengan penuh amarah, meraih apapun yang ada di dekatnya dan melemparnya.


PRANGGGGGGGGGGG


"AWAS KAMU GADIS KAMPUNG!!! ancam Karol pada Aisyah.


Dalam perjalanan pulang Alceo merutuki kesalahannya. Dia sudah meninggalkan istrinya begitu saja tanpa pamit, pasti istrinya sangat kecewa. Alceo membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, Dia ingin segera sampai di apartemennya. Tidak membutuhkan waktu lama hanya 20 menitan Dia sudah sampai di apartemen miliknya. Alceo segera memarkirkan mobilnya dan berlari. Dia membuka pintu tapi tidak di temukan siapapun disana. Alceo menuju kamarnya namun juga tidak di temukan istrinya. Dia berlari mengecek ke seluruh ruangan yang ada di apartemen belum menemukan istrinya. Disinilah Dia menemukan Aisyah, di ruang linen istrinya sedang menyetrika baju miliknya yang sudah selesai di cucinya. Alceo semakin berjalan mendekat, terdengar suara merdu istrinya dalam melantunkan ayat Al qur'an.


GREB


"Akhhh..."teriak Aisyah karena Alceo memeluk erat istrinya dari belakang. "Astaghfirullaah mas, kaget tau klo setrika nempel di pipi ini gimana."ucap Aisyah sambil menunjuk pipi Alceo, yang hanya di jawab kekehan saja olehnya. Aisyah segera mematikan setrikanya, lalu merapikan baju yang telah selesai di setrika. Tentu masih dalam posisi Alceo yang memeluk erat Aisyah.


"Mas... Lepasin Ai mau naruk baju."ucap Aisyah


"Sebentar Ai, biarkan seperti ini dulu."Alceo memeluk Aisyah sangat erat tak ayal Aisyah merasa engap dan sesak nafas. Alceo memeluk sambil mengendus dan menciummi leher dan tengkuk Aisyah yang masih terlapisi hijab instannya.


Alceo membalik tubuh Aisyah, Dia mencium bibir Aisyah dan menekan tengkuk Aisyah. Dia ingin menyalurkan hasratnya pada yang halal yaitu istrinya. Dia merasa bersalah pada istrinya. Cukup lama Alceo ******* bibir Aisyah namun tak ada balasan dari Aisyah. Karena ketika Alceo membalikkan tubuh Aisyah, Indra penciuman Aisyah mencium bau parfum wanita dari baju suaminya.


"Mandi dan berganti bajulah dulu mas, Aku kurang suka bau parfum yang menempel pada tubuh mas."sindir Aisyah


DEG


Aisyah lekas meninggalkan Alceo yang masih menegang di tempatnya, Dia bukan tidak faham apa yang di ucapkan istrinya. Hanya Dia tidak tau cara menjelaskan kepada istrinya.


"Mandilah, Ai siapkan bajunya. Mas masih mau keluar lagi atau tidak?"tanya Aisyah


"Mas ga kemana-mana lagi."jawab Alceo


Aisyah mengangguk dan segera menuju walk in closet untuk memgambil baju untuk suaminya. Kini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aisyah turun ke lantai 1 menuju dapur, tidak ada apapun yang ada di kulkas hanya beberapa telur. Di dalam kitchen set ia temukan mie rebus. Akhirnya Aisyah membuat martabak mie seadanya yang di campur daging kornet yang penting ada lauk. Aisyah sudah masak nasi sebelum menyetrika baju tadi. Sambil menunggu Alceo selesai mandi, Aisyah menyiapkan makan malam dan membuatkan air madu untuk suaminya dan dirinya.


CEKLEK


Alceo keluar dari kamar mandi tidak menemukan istrinya disana, tapi Dia melihat baju yang sudah di siapkan istrinya diatas temat tidurnya. Alceo segera memakai bajunya, menyisir rambutnya sekenanya dan ingin segera menyusul istrinya.


Dibawah Aisyah sedang berbicara dengan Ustadzah Salma, Dia ingin menanyakan apakah keputusan untuk menunda memenuhi kewajibannya sudah benar apa tidak. Dia hanya ingin memantapkan itu. Aisyah berusaha menekan egonya, Dia tidak mau grusa grusu dalam memutuskan masalahnya.


"Ukhty Aisyah, kewajiban kita sebagai seorang istri adalah hak bagi suami. Dan kita memiliki kewajiban untuk menunaikannya. Jika seorang suami melakukan kesalahan atau dosa itu sudah menjadi tanggung jawabnya dengan Rabbnya. Tugas kita hanya mencari pahala, memenuhi hak-hak suami kita, menunaikan kewajiban-kewajiban kita. Jangan karena ego dan amarah kita lalu kita melupakan kewajiban kita sebagai istri. Tetap tunaikan kewajiban kita, penuhi hak suamimu. Perbanyak istighfar agar selalu di mudahkan rumah tanggamu."itulah nasehat ustadzah Salma, Aisyah bersandar di sofa ruang tamu sambil memejamkan matanya dan terus beristighfar, mencoba meredam gejolak amarah di dalam dadanya.


"Sayang....."Panggil Alceo lembut sambil mengelus pipi istrinya. Aisyah membuka matanya dan mencoba tersenyum. Aisyah menegakkan duduknya dan hendak berdiri, namun Alceo segera meraih pinggang Aisyah dan mendudukkan Aisyah di pangkuannya.


"Maafkan Aku Ai.... Maafkan Mas...."ucap Lirih Alceo


"Makan yuk mas, Ai lapar."jawab Aisyah sambil terus mencoba tersenyum dan tidak ada niat menjawab suaminya. Aisyah bangun dan berjalan ke ruang makan, dan di ikuti Alceo. Alceo duduk tepas di sebelah Aisyah.


"Di kulkas adanya telur mas, jadi Ai hanya buat lauk ini saja. Ini Ai buatkan air madu, atau mau di buatkan yang lain?"tanya Aisyah

__ADS_1


"Sudah cukup, mas suka kok air madu."jawab Alceo, Aisyahengambilkan nasi serta lauk untuk Alceo. Selanjutnya Dia mengambil nasi untuk dirinya sendiri. Mereka makan dalam keadaan hening tidak ada obrolan. Setelah selesai Aisyab hendak membawa piring-piring kotor ke dapur dan mencucinya.


"Taruk saja biar mas yang membereskan meja dan mencucinya."ucap Alceo. Aisyah hanya mengangguk.


"Ai kekamar dulu ya mas."ucap Aisyah.


"Jangan tidur dulu ya, tungguin mas."ucap Alceo


"Iya mas...."jawab Aisyah.


Alceo membersihkan meja dan mencuci piring bekas mereka makan. Ga berapa lama Alceo sudah sampai di kamar, Dia melihat istrinya sedang duduk di sofa. Alceo menutup pintu dan berjalan ke arah sofa tempat Aisyah duduk sekarang. Mendudukkan dirinya dan langsung memeluk erat istrinya.


"Maafkan mas sayang....."ucap Alceo


"Huffft..... Astgahfirullaah wa atubu ilaih....."lirih Aisyah yang masih terdengar oleh Alceo.


"Mas darimana? Hindarilah zina mas, ketika sudah ada yang halal kenapa mas musti pergi mencari yang haram mas?


Taukah mas.... Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ


“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211.


Itu hanya menyentuh apalagi berbuat selebihnya. Tidak ada kebaikan dalam hubungan yang di laknat oleh Allah. Tugas Ai hanya mengingatkan mas.


"Maafkan mas sayang... Maafkan...."ucap Alceo


"Apakah sudah terjadi mas?"tanya Aisyah yang sedari tadi pertanyaan ini sudah di mencoba ditahannya.


"Hampir... Dan belum terjadi sayang."jawab Aisyah. Seketika air mata Aisyah mengalir.


"Apa yang haru Aku lakukan ya Allaah...."gumamnya dalam hati


"Mas... Ai mau ke kamar mandi sebentar."ucap Aisyah


Sebelum ke kamar mandi, Aisyah pergi ke walk in closet mengambil kemeja milik Alceo. Alceo hanya bisa memandang Aisyah dengan rasa penuh sesal.


Didalam kamar mandi, Aisyah ingin menghentikan perbuatan dosa suaminya dengan memenuhi hak suaminya. Dia memakai kemeja milik Alceo yang terlihat kebesaran di badannya. Dia memakai misk thaharah wewangian yang rutin Aisyah pakai setiap malam. Menyisir rambutnya yang sedikit bergelombang dibagian bawahnya. Memoles tipis wajahnya, setelah dirasa Dia benar-benar siap Aisyah keluar dari kamar mandi.


CEKLEK


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya”...

__ADS_1


__ADS_2