SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
52. SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

DEG


Terlihat senyum mengembang di bibir sang laki-laki yang baru saja menjawab salam. Sungguh kejutan yang sangat luar biasa, sang kakak ipar tanpa pemberitahuan kini sudah ada di depannya. Rasa syukurnya menjalar di seluruh tubuhnya, teringat bagaimana kondisi ketika dirinya menabrak sang kakak ipar yang hampir saja meregang nyawa yang berakhir pernikahan dengan sang istri. Pelukan erat dengan di selingi isakan, menemani dua pria sang kakak dan adik ipar.


"Dimana adik kesayanganku Al?" ucap Hafidz pada Alceo sambil mengurai pelukan mereka berdua.


"Ada di atas mas, batu saja menidurkan Razka."


"Bagaimana kondisi Razka Al?"


"Alhamdulillaah sejauh ini perkembangan kesehatannya semakin membaik mas."


"Alhamdulillaah...."


"Mas... Maafkan saya yang sampai saat ini belum bisa membahagiakan Aisyah. Saya hampir gagal menjadi seorang suami dan juga seorang ayah mas."


"Jadikan apa yang sudah terlewat sebagai pelajaran berharga yang tidak untuk di ulang lagi. Sekarang apakah Kamu sudah menemukan semua yang pernah Aku beritahu mengenai adikku Al?"tanya Hafidz


"Hampir semua sudah Aku temukan mas, justru saya merasa kerdil didepannya mas."


"Tetaplah memperbaiki diri, bagaimanapun derajat seorang suami lebih tinggi dari seorang istri. Oh iya Al... Bisa panggilkan Aisyah sebentar. Mas mau mengenalkan istri mas."


"Oh... Iya mas, maaf saya terlalu terkejut hingga tidak menyadari jika ada orang lain di sini selain kita."


"Tidak mengapa Al, namun sebelum mas mengenalkan ke Aisyah. Mungkin mas akan memberi tahu mu terlebih dahulu. Apakah kamu mengenal wanita di sebelah mas ini dan sekaligus istri mas?"


Alceo sekilas tercekat melihat perempuan di depannya, perempuan yang pernah ada di hari-harinya. Dialah Sherly sang wanita dimana ketika malam pertamanya berani meninggalkan sang istri deminya. Namun kini tidak pernah disangkanya jika wanita ini berstatus sebagai kakak iparnya.


"Iya mas saya kenal."


"Bahkan dulu Kamu pernah dekat dengannya bukan?"


Alceo hanya mengangguk-angguk kepalanya sambil tertunduk, dalam hatinya entah apa yang akan terjadi setelah ini. Namun perlu di ketahui di hati Alceo tidak ada lagi nama wanita selain nama istrinya. Tidak ada perasaan apapun ketika melihat sang wanita.


"Al... Mas harap setelah ini, Kalian tahu batasannya. Hubungan kalian adalah sebatas kakak dan adik ipar.''

__ADS_1


"Iya kak, Al tahu... "


"Mas percaya padamu Al, jangan sakiti adikku lagi, bahagiakan dia seperti aku membahagiakannya."


"Insya Allaah mas, tegur dan nasehati Aku terus mas. Jangan ragu-ragu untuk menegurku jika aku mulai lenggah."


"Pasti itu!"


"Ya sudah Al panggilkan Ai dulu ya mas."


Hafidz bukan berarti tidak tau tentang hubungan masa lalu sang adik ipar. sebelum Dia berangkat ke Singapura, Dia menyuruh teman sekaligus sahabatnya untuk mencari tahu lebih detail siapakah Alceo. Hingga Dia menemukan seorang wanita yang sering di temui oleh Alceo walau kondisinya sudah berstatus suami dari adiknya.


Flashback On


Tring


Tring


Tring


[Gus... Aku minta tolong cari informasi sedetail mungkin tentang laki-laki yang bernama Alceo Yudhistira Radeotiharjo. Begitu juga jika Dia memilki wanita atau perempuan yang dekat dengannya saat ini. Dan pastikan ikuti semua perkembangan Aisyah selama Aku tinggal. Minta anak buahmu untuk mengikuti Alceo kemanapun Dia pergi.]" Pesan yang di kirim nya ke Bagus sudah terkirim, berharap Bagus segera membaca dan mengeksekusinya. Hingga tak perlu waktu lama untuk mendapatkan seluruh informasinya.


Dan sejak itulah, setelah Bagus berhasil memberikan semua informasi mengenai Alceo dan juga wanitanya. Hafidz yang masih berjuang dengan kesembuhannya, semangat menyusun rencana untuk menyelamatkan tumah tangga sang adiknya. Dia sungguh sakit hati ketika di malam pertama sang adik menjadi seorang pengantin adiknya sudah di tinggal begitu saja oleh Alceo. Namun apa yang harus Dia lakukan, hanya bisa diam dan terus mengawasi. Dia percaya sang adik pasti mampu mengatasi semua masalah dalam rumah tangganya, bagaimanapun Dialah yang memaksa sang Adik untuk segera menikah kala itu.


Hingga suatu hari ketika Dia sudah mulai pulih dan sudah bisa berjalan secara mandiri walau masih menggunakan kursi roda, Dia tetao berusaha berjuang agar segera bisa pulang. Namun sekilas pandangan memutus arah mata Hafidz memandang. "Perempuan itu...."ucap lirih Hafidz


Diapun berpura-pura menjalankan kursi rodanya hingga sampai di tepi taman. Diapun mencoba tidak menghiraukan sang wanita yang kini sudah menatapnya lekat. Wanita itu sesenggukan, menangisi papanya yang terkulai tak sadarkan diri di ruang ICU. Iya papa dari Sherly terkena serangan jantung, setelah mendengar kasus yang menimpa anak perempuan semata wayangnya.


"Serasa Allaah berpihak padanya," menghadirkan wanita yang mau di jadikan target untuk misi penyelamatan rumah tangga sang adik tercinta. Hafidz mencoba mendekati dan memberikan tissue untuk mengelap air mata yang sedari tadi mengalir di pipi tidur sang wanita.


Sejak hari itu, Hafidz selalu menemani sang wanita di depan ruang ICU. Semakin hari hubungan mereka semakin dekat. Hingga di suatu ketika Papa dari sang wanita sudah terbangun dari komanya. Dan di saat itu jugalah sebuah permintaan terakhir sang papa dari Sherly di utarakan, yaitu melihat putrinya menikah."


Flash back Off


Tap

__ADS_1


Tap


Tap


"Assalamu'alaykum kak..... "Aisyah segera berhambur ke pelukan sang kakak. Menangis melepas semua kerinduan yang sudah lama Dia tahan.


"Wa'alaykumussalam adik kesayangan kakak, bagaimana kabarmu?"


Aisyah masih diam dan berpindah ke pelukan sang suami.


"Dek... Mas mau mengenalkan istri kakak, sini duduk dekat kakak."


"Baik kak, tapi kenapa kakak menikah tak mengabariku kak!"


"Sudah ya, kondisimu juga sedang tidak baik-baik saja waktu itu. Ayo sini kenalan sama istri kakak, namanya Sherly. Sini dek dek...."


Setelah sedari tadi menunduk, Aisyah menegakkan kepalanya dan terlihat siapa wanita itu.


"Kak... Sherly...."


"Iya Aku Sherly, selamat ya atas kelahiran putra pertamumu."


"Terima kasih Kak...."


"Aisyah.... Maafkan Aku, atas semua kejadian di masa lalu."


"Aku sudah memaafkanmu kak, berbahagialah bersama kakakku. Dia tidak akan pernah mengecewakan mu, Kakak adalah wanita pertama yang sudah berhasil menjebol pertahanan kakak mengenai cinta."


"Terima kasih.... Terima kasih ya dek... Bolehkah Aku memangilmu Dek?"


"Boleh kak... Dan Aku sekarang juga adalah adikmu, jangan sungkan padaku yang kak."


"Terima kasih ya Dek...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...~ Sambunglah silahturahim, karena bisa jadi wasilah bagimu atas kelancaran rezekimu dan juga panjang umurmu. ~...


__ADS_2