SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 48 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Kini Aisyah sudah hampir sepenuhnya bisa bergerak tanpa bantuan, bisa berjalan walau pelan-pelan. Aisyah sudah tidak sabar ingin segera melihat putranya di ruangan NICU. Baru tadi suaminya bilang, putranya masih dalam kondisi yang sama. Sebelumnya dengan terpaksa suaminya harus menceritakan kondisi putra pertamanya.


Flashback On


"Mas.... Bagaimana kondisi putra kita?"


"Baik sayang, putra kita baik-baik saja."


"Mas.... Walau Aku baru menjadi seorang ibu, tapi hatiku tidak bisa di bohongi dengan kondisi putraku. Ceritalah jujurlah apa yang sebenernya terjadi pada putra kita, hingga Akupun akan mencoba hal yang terbaik untuk putraku."


"Mas takut jika menceritakannya padamu, dikala kondisimu sedang tidak baik-baik daja sayang."


"Mas.... Lihatlah istrimu ini sudah sehat sudah kuat bi'idznillaah. Aku sudah siap menerima kabar apapun itu, jangan menyimpan beban sendirian. Aku tahu bahumu kuat dan kokoh untuk menghadapi segala masalah yang ada. Namun apa gunaku juka Aku tidak bisa membantu meringankannya?"


"Sayang.... Bukan maksudku seperti itu. Aku hanya ingin menjagamu dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika perempuan paska melahirkan mengalami stress berlebihan. Aku tidak ingin terjadi apa-apa lagi padamu sayang!"


"Percayalah Aku sudah siap mengetahui semuanya, berbagilah denganmu agar pundakmu sedikit ringan mas."


"Berjanjilah, setelah Aku menceritakan semuanya kamu tetap tenang dan menjaga emosimu. Ingat Mas ga mau terjadi apa-apa sama kamu!"


"Iya Ai janji mas...."


CUP


Aisyah mengecup sekilas bibir suaminya, yang Dia tahu suaminya masih ragu untuk menceritakannya. Alceo sedikit melepaskan nafas kasarnya, dan mulai berfikir bagaimana merangkai katanya agar Dia tidak salah dalama menjelaskannya.


"Ceritalah mas.... Aku sudah siap," Aisyah memeluk erat suaminya sambil mengelus punggung suaminya yang mulai bergetar, karena Alceo mulai tidak bisa menahan sesaknya lagi. Dia tidak tega melihat putranya yang masih sangat merah sudah di penuhi dengan kabel-kabel penunjang kehidupannya.


"Menangislah sepuasnya, setelahnya berbagilah denganku demi kebahagiaan kita bersama. Bukankah dalam rumah tangga tidak hanya kepala keluarga saja yang menanggung segala kesulitan dan kepedihan namun seorang istri juga punya andil di dalamnya untuk menguatkan sang kepala keluarga agar tetao berdiri kokoh dan kuat menegakkan kepalanya.''


Aisyah masih setia menanti suaminya yang masih setia dengan isakan tangisnya. Sekuat-kuatnya seorang lelaki, ada dimana titik lemahnya tidak bisa di pertahankan lagi. Apalagi itu menyangkut orang-orang yang di sayanginya. Setelah cukup mereda Aisyah menangkup wajah suaminya dan mengecup kedua mata suaminya dengan penuh rasa sayang. Laki-laki yang dulu tak di harapkannya, berbalik menjadi laki-laki yang takut jika kehilangannya.


"Sudah lega, bisakah berbagi bebanmu sekarang suamiku." Alceo menganggukkan kepalanya.


"Sayang maafkan Mas yang tidak menjaga kalian, hingga putra kita mengalami hal seperti ini."Alceo menghirup udara dan melepaskannya dengan kasar, Dia sudah siap menceritakan semua pada istrinya.


"Putra kita sangat tampan sayang, maaf tapi Dia lebih mirip denganku. Tapi nanti kita bisa buat adek lagi yang mirip denganmu."


"Mas....."


"Iya iya Sayang...."Alceopun melanjutkan ceritanya, Dia sengaja menyelingi dengan sedikit candaan agar tidak terlaku tegang dan Diapun tidak salah bicara.


"Putra kita lahir dengan berat 2,6 kilo, menurut dokter dengan berat segitu sudah bagus walau masih bisa di bilang tetap sebagai bayi premature yang terlahir kurang bulan. Sehari diawal baik-baik saja, walau masih tetap dalam observasi dokter karena bagaimanapun bayi prematur masih harus selalu di pantau. Akupun sedikit lega dengan kondisi putra kita, Aku mengganggap putra kita pasti baik-baik saja. Namun tak berapa lama suster memanggilku dan mengajakku keruangan putra kita. Aku melihat putra kita menangis dengan dada yang sudah mencekung seperti mangkok dan juga di kepalanya membiru. Sejak saat itu Aku merasa gagal menjadi seorang ayah. Dokter bilang putra kita kritis dan gagal jantung sayang. Presentasi selamatnya pun sangat kecil, Aku berusaha tegar didepanmu. Mama selalu mendukungku, bahkan Papa selalu setia menjaga putra kita di depan ruangan NICU."


"Papa....."


"Hemm... Papa sangat sedih dan terpukul melebihiku. Papa dan Mama serasa dejavu kembali ke masa Mas dulu dilahirkan. Kenapa putraku merasakan hal yang sama denganku."


"Sabar ya mas, surga terbentang lebar untuk kita yang selalu bersabar.'' Aisyah berusaha menguatkan suaminya, walaupun Dia sendiri dengan sekuat tenaga menahan gejolak didalam dirinya yang sudah siap-siap meledak.


"Dokter mengupayakan yang terbaik untuk adek, kini jantungnya masih mengandalkan alat untuk bisa memompa dengan baik. Setiap berapa detik alat itu akan mengejut jantungnya agar Dia terus bisa bertahan. Mas ga tega sayang lihat putra kita di penuhi dengan kabel-kabel penunjangnya di tubuh mungilnya."

__ADS_1


"Ingat semua sudah bagian takdir, juka mas saja sekarang busa hidup bahagia dan sehat busa jadi putra kita juga demikian. Percayalah putra kita akan baik-baik saja hmm." Mereka berakhir dengan saling berpelukan, Aisyah tak bisa lagi menahan air mata yang sudah menganak di pelupuk matanya. Mereka sama-sama melupakan kesedihannya, namun setelah ini mereka akan menghadapinya bersama.


Flashback Off


Tok


Tok


Tok


"Permisi bu...."


"Iya suster silakan masuk."


"Dokter meminta ibu serta bapak untuk keruangannya setelah ini. Oh iya bagaimana ASI nya bu sudah keluar?"


"Masih sedikit suster...."


"Jangan terlalu stres ya bu karena bisa mempengaruhi produksi ASI ibu. Jika masih belum keluar bisa di bantu dengan memijat payudara, tujuan utama pijat payudara tentu saja untuk memudahkan payudara dalam memproduksi ASI. Saya akan mencontohkan cara memijatnya nanti bapak bisa membantu ibu untuk memijatnya.


Nakh sebelum memijat payudara, pastika tangan dalam keadaan bersih. cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir terlebih dahulu lalu letakkan tangan pada payudara bawah bagian kiri sedangkan tangan lainnya menekan pada payudara bagian atas. Seperti ini ya pak bisa dilihat. Gerakkan secara maju mundur pelan dan lembut. Jika tangan kiri bergerak maju maka tangan lain gerakkan mundur.


Posisikan kedua telapak tangan pada bagian depan payudara kemudian gerakkan satu ke atas dan satu kebawah. Ulangi sampai dengan 15-20 kali. Buat gerakan melingkar di sekitar ****** susu sekitar 15-20 kali.


Urut secara perlahan dan pelan mulai dari arah bawah hingga mengerucut ke bagian ******. Gunakan ujung ibu jari dan jari telunjuk untuk memelintir pelan ****** susu hingga beberapa kali. Bisa juga bapak membantu dengan menghisap ****** *********** agar nanti dedek bayinya lebih mudah ketika menyusu. Bagaimana bapak sudah faham caranya, semoga ASI nya segera lancar ya bu. Setelah ASI nya lancar boost saja putranya dengan ASI in sya Allaah lebih cepat perkembangan kesehatannya."


"Baik suster terima kasih, nanti akan kami coba lagi."


"Baik Suster...."


"Mari saya keluar dulu."


"Mari-mari suster."


"Kenapa senyum-senyum mas!"


"Suka sama tugas barunya sayang, apalagi bagian hisap menghisap."


PLAK


Satu tabokam mendarat di lengan Alceo, "Suka-suka.... Malu tau mas!"


"Entar sama mas kan ga malu sayang!"


"Ish... Mau di coba sekarang, kan ilmu harus di praktekkan biar ga ilang!"Alceo sambil menaik-naikkan alisnya.


"Nanti lah mas kita keruang dokter dulu!"


CUP


"I love u sayang...."

__ADS_1


"Love u more... Udah yuk mas jalan!"


"Mas ambilkan kursi roda dulu ya sayang?"


"Ga perlu mas, Aku kuat kok jalan udah yukk!"


"Pelan-pelan saja sayang!"


Mereka menuju ke ruangan dokter anak yang menghandle putra mereka. Berharap ada berita bagus yang akan di sampaikan oleh sang dokter


TOK


TOK


TOK


CEKLEK


"Permisi dokter..."


"Silakan masuk pak Alceo, mari-mari..."


Mereka berdua langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan berhadapan dengan dokter.


"Bagaimana kondisi putra saya dokter?"


"Sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan pak, hanya saran saya boost putra anda dengan ASI. Sejauh ini selain obat-obatan yang kami berikan, ASI juga obat yang bagus untuk penunjang kesembuhan putra anda. Disana semua ada, kasih sayang, cinta, zat-zat yang terkandung didalamnya dan juga sebagai pengikat bonding untuk si bayi dan ibunya. Bagaimana ASInya sudah keluar?"


"Sudah namun masih sangat sedikit dokter!"


"Nanti bisa minta bantuan suster untuk memijatnya agar produksi ASI cepat lancar dan banyak. Dan kondisi putra bapak saat ini kuning kami meminta persetujuan bapak untuk tanda tangan surat ini untuk membantu dengan sinar ultraviolet atau sinar UV (fototerapi)."


"Baik dokter, berikan yang terbaik kepada putra kami dokter." Setelah Alceo menandatangani surat tersebut merekapun meminta izin untuk melihat sang putra.


Ini adalah perjumpaan pertama Aisyah dengan putranya, setelah memakai baju khusus masuk ruangan NICU dan memakai handsanitizer merekapun berdua masuk.


Aisyah melihat seorang bayi di dalam sebuah inkubator hanya dengan memakai popok sekali pakai dengan penuh tempelan-tempelan kabel di seluruh tubuhnya. Bayi yang tampan, walau tak terlihat jelas karena ada selang pembantu pernafasan yang di masukkan lewat mulut ke saluran pernafasannya dan juga selang nasigastrik lewat hidungnya ke lambung. Aisyah berusaha menahan agar tangisnya tidak pecah melihat kondisi putranya. Dia membelai sang anak yang sepertinya sedang tertidur pulas, seketika sang putra menangis.


"Mungkin adek tau mamanya datang sayang." Aisyah hanya menganggukkan kepalanya, Aisyah mencoba menahan gejolak di dadanya menahan sesak yang terasa semakin ngilu. Dia berusaha mengajak putranya berbicara.


"Assalamu'alaykum anak mama, bagaimana kabarmu hari ini sayang. Maaf ya... mama baru bisa lihat adek. Adek mau cepet-cepet di gendong sama mama kan nak.... Semangat untuk sembuh ya.... Kita berjuang sama-sama ya sayang.... Ada mama, papa, oma sama opa yang selalu nemenin adek disini. Mau mama bacakan suroh, habis itu jangan nangis lagi ya biar dada adek ga sakit."


Aisyah membacakan suroh-suroh ruqiyah dan juga membacakan sholawat dengan sangat merdu. Alceo mengepalkan tangannya mencoba menahan sesak didadanya agar diapun tidak menangis di depan sang putra. Setelah selesai merekapun dipersilakan oleh suster yang jaga untuk segera keluar. Baru saja keluar da masih didepan pintu ruangan NICU tangis Aisyah pecah, Alceo segera memeluk erat sang istri dan membawa duduk di kursi panjang di depan ruangan. Mereka berdua melepaskan sesak didada mereka. Alceo berharap setelahnya tidak ada lagi tangis di wajah istrinya. Alceo berharap setelah putranya bertemu dan mendengar suara istrinya perkembangan kesehatannya semakin bagus.


"Kita harus semangat demi Razka sayang...Hm"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” ...


...(HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241])...

__ADS_1


__ADS_2