
Alceo Masih setia menemani istrinya, mambantu istrinya dengan penuh kasih sayang. Membuat mama Tiara yang sedang berada di ruang sama selalu berdoa agar rumah tangga putranya selalu dalam keadaan baik-baik saja. Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik di usia menjelang setengah abadnya pun pernah merasakan gonjang ganjing rumah tangga karena adanya orang ketiga. Suaminya, Papa Daniel yang gantengnya hampir menyamai putranya itu juga selalu jadi rebutan perempuan di masa mudanya. Jadi mama Tiara tidak akan kaget dengan ketampanan sang putra yang juga jadi bahan incaran kaum hawa. Namun Dia tidak kan membiarkan sedikit celah untuk wanita lain masuk di rumah tangga sang putra.
"Al.... Apa sudah ada nama untuk anakmu?''
"Oh iya ma, kemarin rencana Al nunggu Aisyah sadar dulu baru kita kasih nama sama-sama."
"Mas.... Memberi nama pada seorang anak adalah hak penuh seorang suami, Ai ngikut aja hanya padtikan nama serta artinya bagus. Karena ketika kita memanggil nama putra kita , kitapun sama dengan sambil mendoakannya."
"Mas.... Sudah ada nama ini sayang, Fateeh Atharazka Alfarizky. Artinya pria pemberani yang kelak bisa menjadi pemimpin yang menang dan pembawa rezeki serta keberkahan. Gimana apa Kamu setuju istriku?"
"Nama yang bagus mas, panggilannya Razka saja gimana mas?"
"Boleh sayang...''
"Nama yang bagus, mama juga suka."potong Mama Tiara. "Cepat sembuh dan cepat pulih ya sayang, segera bisa mengASIhi baby Razka."
"Aamiin.... Terima kasih ma, suport mama sangat berpengaruh besar buat Ai."
"Sama-sama sayang, sudah kewajiban mama selalu di sampingmu.''
__ADS_1
Mama Tiara izin untuk menenggok sang cucu, kegiatan yang tidak pernah ia lewatkan. Bahkan sang suami selalu setia menunggu di depan ruangan sang cucu. Pasangan paruh baya yang sama-sama bahagianya dengan kehadiran sang cucu.
Aisyah sudah mulai bisa menggerakkan badannya, memang masih susah namun Dia berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakitnya agar bisa segera bertemu sang putra. Alceo selalu membantu sang istri untuk belajar bergerak, di mulai dari belajar miring ke kiri dan pindah miring ke kanan. Hingga kini Aisyah sudah mulai bisa turun dari ranjang, mulai berlatih berjalan walau hanya sekedar ke kamar mandi untuk menunaikan hajat ataupun mandi. Walau masih tertatih-tatih semangat untuk segera menggendong sang buah hati lebih besar dari rasa sakit yang Dia rasakan. Alceo selalu setia menemani sang istri, kemanapun sang istri bergerak selalu berada di sampingnya. Membantu sang istri mandi juga salah satunya.
"Makasih ya mas, maaf merepotkanmu.''
"Kamu bicara apa sih yank, sudah seharusnya apa yang Aku lakukan ini padamu. Sudah kewajiban ku selalu berada di sampingmu. Perjuanganmu sangat besar demi putraku. Maafkan Aku yang sering menyakitimu."
"Sudah jangan di ingat-ingat lagi, Masa lalu di ingat sebagai bahan pembelajaran bukan untuk dijadikan penyesalan. Semua sudah terjadi tidak harus di sesali, apapun yang terjadi dalam hidup kita sudah tertulis di lauhul mahfudz. Bahkan daun yang jatuh dari pohonnya pun tidak luput dari takdirnya bagaimana dengan kita. Mari Kita tatap bersama masa depan, kita perbaiki yang sebelumnya hilang. Kita susun kembali puing-puing itu menjadi lebih apik dan kokoh agar tidak mudah runtuh. Tetaplah menjaga kepercayaan dan saling terbuka agar semua komposisi di dalamnya lebih lengkap dan sempurna. Jadi suamiku, maukah kamu tetap setia dengan hatiku? Maukah kamu hanya memandang wajah ini dan tak berpaling ke wajah selainku? Maukah hanya tangan ini yang selalu Kamu genggam bukan tanggan selainnya? Bolehkah Bahu dan dada ini hanya untukku melepas segala penatku? Aku ingin suamiku hanya untukku, tidak untuk selainku?"
"Aku pastikan setelah ini apa yang sudah terjadi tidak akan terulang lagi, Apa yang ada dalam diriku semua hakmu hanya untukmu. Bantu Aku untuk selalu menjadi milikmu, Bantu Aku selalu ingat pada cinta Rabbku, agar Aku bisa selalu merayu Rabbku agar hatiku selaku terjaga untukmu. Bantu Aku menjadi suami yang lebih baik lagi, menjadi seorang ayah yang terbaik untuk anak-anak kita nantinya."
"Terima kasih sayang, Mas bersyukur memilikimu. Semoga cinta kita sampai ke Jannah Nya, Aku sangat mencintaimu istriku."
"Ana uhhibuka fillaah ya zauji, Aku juga mencintaimu karena Allaah duhai suamiku.''
Alceo memeluk erat sang istri, Dia curahkan seluruh cintanya lewat pelukan itu. Alceo merengkuh tubuh istrinya, seakan tak ingin melepasnya. Walau istrinya sudah legowo memaafkan segala khilafnya, namun Fia masih saja terbayang dengan rasa sesalnya.
Alceo melerai pelukannya, menarik dagu sang istri hingga kedua mata mereka saling bertatapan. Alceo mengecup sekilas bibir sang istri, mengusap penuh lembut dengan mata berkaca-kaca. Diapun melanjutkan kecupan berikutnya dengan sedikit menuntut, hisapan dan ******* semakin tak terhindarkan. Alceo semakin besar cintanya pada istrinya, melepaskan semua rasanya dengan selalu memanjakan istrinya.
__ADS_1
...Author : Ah Alceo itu mah bukan memanjakan istri, modus lu aja yang suka nyosor-nyosor kayak soang....
...Alceo : Suka-suka lu aja deh thor, yang penting gue happy....
...Author : Gue bikin Aisyah pergi dari hidup lo baru tau rasyong....
...Alceo : Jangan donk Author yang baik hati dan tidak sombong, masak lagi sayang-sayangya lu bikin gue kelimpungan lagi....
...Author : Kata lu suka-suka gue!...
...Alceo : Apa kata lu deh thor, yang penting gue ga di hujat sama readers tersayang....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda....
...أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ...
...“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang orang-orang yang dia pimpin.” [HR. Bukhari dan Muslim]....
__ADS_1