
"DASAR BRENGSEK!!!!!"
"BANGSAT!!! ANJING!!!!"
BUGH
BUGH
BUGH
Endrew tidak bisa lagi mengontrol dirinya dengan melihat adegan live Alceo dan Aruna. Julio hanya diam bahkan lebih membiarkan, karena yang pasti apa yang dilakukan Alceo fatal!
"Endrew apa-apaan kamu! Lepaskan Alceo, pergi kalian dari sini!! Bentak Aruna
"DIAM LO ****** BANGSATTT!!!!"
Endrew mencengkeram kerah leher Alceo, dengan nafas mengebu-gebu Endrew memukuli perut Alceo.
"LO DASAR BAJINGAN!!!" Endrew mendorong tubuh Alceo hingga terjengkang jatuh.
"ENDREW!!!!"
"APA LO JANGAN BANYAK BACOT LO, GUE GAMPAR LO!!!!
"DREW!!!!" Cegah Julio
"GUE GA AKAN NGE MAAFIN KALIAN BERDUA JIKA SAMPAI ADA APA-APA DENGAN AISYAH!!!! INGAT ITU AL!!!!"
Endrew segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Julio yang masih duduk sambil melihat Alceo yang kesakitan.
"Al.... Jika gue ga kasihan sama lo, tangan gue juga gatel pengen gampar lo. Gue kasih tau ke lo Aisyah, istri lo, diam bukan ga tau dengan kelakuan lo, Dia hanya menahan dan memendam sendiri rasa sakitnya. Asal lo tahu setelah Istri lo lihat lo tadi di kampus berdua dengan wanita ****** ini... Ah... Sudahlah terserah lo.... Selamat bersenang-senang.... Istri lo masih ada kita yang perhatian sama Dia walau hampir saja Dia kehilangan bayinya karena suaminya!!!"Julio segera menyusul Endrew dan pergi meninggalkan Alceo yang termenung mencoba mencerna apa yang di katakan oleh sahabatnya Julio.
DEG
"JUL.... JULIO...!!!''
Alceo mengejar Julio, namun sayang Julio sudah tertelan oleh kotak besi yang mengantarkannya ke loby. Dia hendak kembali ke rumah sakit bersama Endrew.
Alceo masih terus berusaha memencet tombol turun di lift, Dia tidak mengindahkan lagi panggilan dari Aruna. Kini dapam fikirannya ingin segera menemui Julio meminta penjelasan atas ucapannya. Alceo masuk ke dalam lift, setelah sampai di lobu Dia melihat jika Julio baru saja masuk ke dalam mobil milik Endrew.
"JULIO!!!!" TUNGGU!!! S**T!!!"
ARRGGHHHH
Alceo teriak di loby hingga semua karyawannya kaget karena ulahnya. Banyak bisik-bisik diantara karyawan yang heran dengan kelakuan bosnya itu. Dan merekapun jengah dengan adanya Aruna wanita yang sok kalem namun sangat sombong. Banyak yang menyayangkan ketika mereka melihat kedekatan bosnya dengan wanita yang di panggil Aruna. Karena tidak sedikit yang tau kecantikan istri bosnya yang disembunyikan di balik cadarnya. "Bos yang bodoh kalau sampai melepas istrinya yang super komplit."celetuk salah satu karyawan.
Alceo masih mencoba menelphone Julio namun sama sekali tidak di hiraukan oleh Julio, bahkan beberapa kali panggilan dari Alceo di rejectnya. "Hufft dasar biarin kapok, tersiksa mah tersiksa urusan lo sendiri Al. "Sorry Al gue pengen lo sadar siapa yang seharusnya lo prioritaskan!"gumamnya dalam hati.
Setelah mereka sampai di rumah sakit, ternyata tidak hanya Shinta dan Roro saja yang ada di sana melainkan ada mama dan papanya Alceo.
"Assalamu'alaykum tant..."
"Wa'alaykumsalam... Drew... Jul... "
Ma Alceo segera berhambur ke pelukan Endrew, terisak-isak menyesali apa yang sudah terjadi. Untuk kedua kalinya menantunya hampir kehilangan janinnya karena putranya.
"Drew apa yang harus kita lakukan, lihatlah Dia masih terpejam belum juga bangun memanggil mama. Mama ga mau kehilangan menantu mama Drew...."
"Ssstttt.... Tant Aisyah baik-baik saja, sekarang kita fikirkan saja gimana caranya untuk terus menjaga Aisyah, menjaga emosinya agar tidak berpikir terlalu keras, dan bagaimana caranya kita membuat Dia selalu bahagia tanpa beban lagi."
"Om...."
__ADS_1
"Alceo dimana?"
"Ada dikantornya om."
"Dengan wanita itu!"
Endrew hanya menganggukkan kepalanya, papa Alceo mengepalkan tangannya dan segera berlalu. Papa Alceo pun segera menuju ke kantor dengan di antar oleh supir keluarga.
"Drew klo kita sembunyikan saja Aisyah dari Alceo bagaimana?"
"Itu perkara mudah tan, namun bagaimana dengan Aisyah apakah Dia akan setuju?"
"Em tan..." Shinta turut memotong pembicaraan Endrew dan mama Alceo.
"Kemungkinan Aisyah tidak akan setuju tan, Aisyah selalu menjaga nama baik suaminya. Bahkan sekarang saja Dia berusaha menjaga nama baik suaminya dengan tidak memberi tahu keadaannya. Menurut Shinta, biar dulu Aisyah selama 1 pekan berada di rumah sakit ini, setelahnya Aisyah pasti akan baik-baik saja. Aisyah bukan tipe wanita yang mudah menyerah tante. Bagaimanapun di dalam hatinya pasti ada keinginan untuk mempertahankan pernikahannya. Untuk memutuskan sesuatu yang berhubungan dengannya mungkin lebih baik kita menunggu Aisyah hingga sadar saja tant....."
"Baiklah.... Benar juga apa yang sudah kamu katakan. Kita tunggu saja Aisyah siuman setelahnya baru kita bicarakan lagi."
Endrew mau mengajak Shinta untuk keluar sebentar, dan juga di ikuti oleh Julio. Akhirnya mereka berempat permisi sebentar untuk ke kantin, ada yang akan mereka bicarakan.
Endrew menggenggam erat tangan Shinta, demikian juga dengan Roro. Sesampainya di kantin mereka duduk berhadapan.
"Tadi dari mana mas?"
"Ngilangin suntuk!"
"Lihat tangannya, pasti sakit kan?"
"Enggak kalo kamu elus-elus gtu yank...."
"Ck.... Sempet-sempetnya, oh iya jangan ulangi lagi pegang-pegang kita belum halal."
"Maksudnya?"
"Masa ga tau sih, ga pernah foto copy?"
"Ya seringlah di kantor kan ada mesin foto copy Ro."
"Emang susah jadi orang kaya ga ada seninya."celetuk Roro.
"Tau ga jurus kang foto copy apa, apa lagi ga ada kepastian kayak kalian.?"
"Apa sih Ro, ga usah bertele-tele jelasin aja."
"Eh lu dah ga sariawan, kirain sariawan diem mulu kayak hp kehabisan baterai."
"Shin kayaknya lo pake aja deh jurus kang foto copy. mau di tungguin atau di tinggalin!"
"Bener-bener pake banget, tapi yang pasti Aku ga mau nungguin yang ada paket kilat aja. Di tinggalin beres!"
"Ckkk.... Segitunya sih Yank, Bentar lagi gue halalin kok, tuh Julio minta duluan Dia."
"Tanya tuh Roro!"
Roro menunjukkan cincin di jarinya dan di jari Julio.
"Kita sudah SAH Shin!" Shinta seketika melotot, "WHAT!!!!"
"Tuh biang keroknya, main datang kerumah ngelamar orang. Ga tau bokap gue kayak gimana, di tantangin nikah malam itu juga eh di iyain aja, dasar ga ada romantisnya sama sekali."
"Wahhh dah jebol donk gawang lo Ro! UPS!!!!"
__ADS_1
Malunyaaaaa, "Sorry....." Shinta sambil menepuk-nepuk mulutnya.
Sedang duo cowok tertawa terbahak-bahak, dengan ucapan spontan Shinta.
"Udah donkkkk, ya kan yank." Ucap Julio sambil menaik turunkan alisnya
"Ishh.... Pada omesh, dah ah ngapain tadi ngajak kesini klo udah balik gih siapa tau Aisyah sudah siuman."
\=\=\=
Sedangkan di kantor, Papa Alceo yang baru saja sampai di kantor segera menuju ke ruangan Alceo. Sungguh miris apa yang di lihat Papa Alceo. Alceo sedang di obati oleh Aruna.
"EKHEMMM!"
"Pa....!" Alceo cukup kaget dengan kedatangan papanya. Papanya sama sekali tidak ada ekspresi melihat Alceo, apakagi melihat Aruna yang terlihat shock dan ketakutan.
Papa Alceo memencet interkom yang menghubungkan ke security. "Datang ke ruang CEO sekarang!"
TOK
TOK
TOK
"Masuk!"
"Maaf Pak, Bapak manggil saya?"
"Iya.... Seret wanita itu dari sini dan ingat wajahnya jangan pernah di masukkan lagi ke dalan kantor ini!"
"Om...''
"Pa..."
"Kalau kamu menentang papa, sekarang juga kamu boleh angkat kaki dari perusahaan ini dan dari keluarga papa! Tinggalkan dan serahkan semua fasilitas yang kami berikan. Dan jangan pernah lagi temui kami ataupun istrimu."
"Om.... Maafkan Kami om, Kami saling mencintai Om."
"Apa maksud papa Al tidak boleh menemui istri Al?"
"Lihatlah dirimu, Karena wanita ini kamu sudah berani kepada papa! Papa tidak bisa lagi membiarkan kejadian seperti ini terulang lagi. Kamu bersenang-senang disini, berciuman bermesraan dengan wanita ****** ini. Apa kamu tau keadaan istrimu setelah melihat perselingkuhan yang kamu lakukan, Dia sedang terbaring lemah di rumah sakit, dan hampir saja kehilangan bayinya gara-gara suami BRENGSEK seperti kamu!"
"A...Ap...Apa maksud papa?"
"Seperti yang papa bilang jika kamu mencintai wanita ****** ini, pergi dari kehidupan kami!"
"Pa... Dimana Aisyah pa? Di tumah sakit mana Aisyah pa?''
"Jangan pernah sebut nama menantuku dengan mulut kotormu itu, papa muak melihat nya sungguh menjijikkan. Pak Tunggu apa lagi seret wanita ini!"
"Tunggu!" Papa Alceo mendekat ke arah Aruna, "Ingat baik-baik, Jangan pernah menyentuh atau mencoba menyakiti menantuku. Atau kamu beserta keluargamu akan menyesal!! Ingat itu Nona!
"Pa.... Dimana Aisyah?"
"Bukan urusanmu!!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*Pernikahan yang sukses adalah ketika kita mampu menjaga hati dan jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama....
...~Aisyah*~...
__ADS_1