SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
53. SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Setelah sekian purnama sang kakak beradik tak bersua, sekali berjumpa sang kakak membawa kakak ipar pulang menemuinya. Bukan hanya syok karena pernikahan sang kakak, namun juga lebih syok karena wanita yang di nikahi kakakny adalah wanita yang pernah menjadi kekasih suaminya. Dalam diam, Aisyah memperhatikan interaksi sang kakak dengan istrinya. Terlihat memang jika sang kakak dan juga sang istri saling mencintai. Begitu juga suaminya, Dia percaya setelah berkali-kali ujian menimpanya atau lebih tepatnya menimpa rumah tangganya kini hanya Dialah di hati suaminya. Terlihat dari perubahan sang suami yang semakin menunjukkan perilaku-perilaku manis, perhatian-perhatian sayang dan bisa jadi lebih cenderung protektif. Aisyah bukan tidak suka di perhatikan secara berlebihan. Karena sudah terbiasa sendiri dan mandiri masih terasa risih di perlakukan seperti itu, namun Aisyah tetap mengikuti apa yang suaminya minta dan suaminya lakukan padanya. Dia akan berusaha membiasakan semua hal baru ini sedari sekarang.


"Kak.... Kakak tinggal dimana setelah ini?"


"Sementara masih tinggal di apartemen Lily dek?"


"Lily? Siapa kak?"


"Walah dek... Kak Sherly, Lily itu panggilan sayang kakak buat kakak iparmu!"


"Cieee.... so sweeet banget sihh kakakku ini."


"Dek... Udah jangan ngegoda kakak, ga mempan sekarang. Kakak hanyavmempan di goda istri kakak."


"Idihh siapa juga yang goda kakak, hanya mas Al yang wajib Ai goda ya ga mas...." meminta persetujuan pada suaminya.


"Iya sayang... Tapi realisasikan ya." ucap Alceo sambil menaik turunkan alisnya.


"Mas...."


"Iya iya mamanya Razka, istrinya Al yang paling cantik sedunia." rayu Alceo pada istrinya yang mulai merajuk.


"Rumah kita gimana kak, sayang klo ga di tempatin?"


"Rencana kakak mau kakak renovasi dulu dek, setelah selesai baru kakak pindah ke rumah dan tinggal disana."


"Oke sipz sipz....."


Mereka mengobrol ngalur ngidul hingga tak terasa waktu beranjak semakin malam, tak terasa jam di dinding menunjukkan sudah pukul 11 malam.


"Dek kakak sama Kak Lily pulang dulu, sudah malam besok-besok kita lanjut lagi ngobrolnya."


"Iya kak hati-hati ya."

__ADS_1


"Kak Lily.... Jangan sungkan sama Aku ya, kalau mau telphone atau ngobrol via chat boleh banget. Ai tunggu..."


"Iya... Terima kasih ya dek, terima kasih juga Kamu sudah menerima kakak dengan terbuka. Sekali lagi maafkan kesalahan-kesalahan kakak di masa lalu."


"Sudah kak, Ai sudah maafkan kakak sebelum kakak minta maaf kok. Semoga segera di kasih momongan ya kak, biar ada temennya Razka nanti klo pas ngumpul-ngumpul."


"Aamiin..."jawab bersamaan Hafidz dan Sherly, "Selalu doakan ya dek."ucap Sherly


"In sya Allaah kak...."


"Kami pamit dulu ya Al, Assalamu'alaykum...."


"Wa'alaykumussalam...."jawab Alceo dan Aisyah secara bersamaan.


Aisyah tidak menyangka bener-bener ga menyangka, jika kakaknya akan menikah dengan Sherly mantan dari suami. Aisyah melihat tidak ada perubahan apapun pada suaminya, hanya memang dari tadi suaminya selalu berusaha tidak melihat ke arah Sherly. Apakah suaminya sudah benar-benar berubah, Aisyah pun tak luput dari rasa bersyukurnya. Di peluknya sang suami dengan dangat erat, membuat Alceo sedikit kaget dengan apa yang di lakukan istrinya.


"Are u okay... hmm? Sayang..."


"Biarkan seperti ini dulu mas...."


"Aku tahu.... Aku tahu cinta mas hanya untukku, Aku bersyukur akhirnya Aku benar-benar mendapat cinta suamiku. Aku pemenang hati suamiku."


"Aku yang buta sedari dulu sayang, yang silau dengan keindahan dunia. Padahal duniaku adalah Kamu istriku." Alceo menangkup wajah sang istri sambil mengusap air mata sang istri, yang selanjutnya mereka saling melabuhkan rasa cintanya dengan menyatunya bibir mereka, ciuman yang cukup lama akhirnya terlepas setelah mendengar rengekan sang buah hati. Mereka tertawa bersama, dan Alceo pun segera mengambil sang buah hati di baby boxnya dan memberikan kepada sang istri.


"Sayang bagaimana dengan jahitan di perutmu apa masih sakit?"


"Kalau sakit, alhamdulillaah sudah tidak mas hanya serasa masih kebas saja."


"Maafkan mas sayang, luka itu akan terbawa seumur hidupmu."


"Itu bukti cinta kita berdua mas, dan melahirkan secara cesar ataupun normal juga bagian dari takdir. Bagaimanapun manusia hanya bisa berencana dan pasti Allaah lah Sang Maha Penentunya."


"Mas sangat bersyukur memilikimu sayang."

__ADS_1


"Harus donk, udah cantik, pinter masih muda lagi, apalagi servicenya ga kaleng-kaleng kan?"


"Narsisnya istriku...." ucap Alceo sambil mencakup bibir sang istri yang sedang mengerucut.


"Mas sakit....!"


"Habisnya bibirnya minta di makan lagi, kurang ya sayang?"


"Kalau ga ada iklan lewat pasti masih mau lah mas."


"Beneran.... Habis ini kita lanjut lagi ya sayang."Ucap Alceo lirih di telinga Aisyah sambil mengecup leher jenjang sang istri.


"Mas....."


"Yank....."mata Alceo sudah berkabut, terlihat gairahnya sudah mulai memuncak. Sebagai istri walau dalam keadaan nifas ataupun haid, harus tetep masih bisa memberikan service yang memuaskan bagi sang suami. Tanpa penyatuan tentunya, dan tentunya semakin membuat para suami semakin cinta hingga tak memilih mencari pelampiasan di luar sana.


"Sabar ya sayangnya Aisyah,dedek Razka belum selesai." namun tangan Alceo sudah mulai beraksi melabuhkan di salah satu gunung kembar sang istri yang masih menganggur.


"Mas...."


"Iya sayang...."


"Razka belum selesai mas..."


"Tahu.... kan yang ini punya mas, yang itu punya Razka." Akhirnya de****n lolos dari bibir Aisyah, Alceo melihat jika sang buah sudah terlelap pun segera memindahkan ke baby boxnya. Mereka melanjutkan kegiatan ibadah halalnya, walaupun Alceo tahu istrinya berperan penting disini untuk memuaskannya namun Alceo juga berusaha memuaskan sang istri tentu dengan tidak menerobos larangan syari'at. Akhirnya malam ini tugas Aisyah menyenangkan hati suaminya berhasil. Tidak ada lagi rasa malu pada diri Aisyah di depan suaminya seperti yang sudah di jelaskan pada Alqur'an suroh Al Baqarah ayat 187.


"Mereka adalah pakaian untuk kamu dan kamu adalah pakaian untuk mereka."


Istri adalah pakaian untuk suami 


Bahwa istri itu adalah pakaian untuk suami, suami pun juga pakaian untuk istri. Karena menutupi, menutupi syahwat. Sehingga seseorang dengan punya istri dan istri punya suami, dia pun terjaga dari zina, terjaga dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Maka Allah mensifati di situ.


Mereka adalah pakaian untuk kalian. Karena pakaian itu menutupi aurat kita, pertama. Yang kedua, pakaian itu dekat sekali dengan diri kita. Demikian pula suami istri.

__ADS_1


So.... Jangan malu di depan suami ya, laki-laki itu suka di rayu. Jangan biarkan wanita lain merayunya. 💞💞


__ADS_2