SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 39 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Sepulang dari kantor Aceo benar-benar memenuhi ajakan Aruna untuk bertemu, dengan di temani Adam berharap bisa meminimalisir kesalah pahaman atau hal-hal yang tidak di inginkan. Mereka berdua berangkat dengan mobil terpisah, Sesampai di cafe yang sudah di tuju Alceo bersama Adam mencari keberadaan Aruna.


"Selamat sore pak, dengan Bapak Alceo?"


"Benar saya!"


"Mari.... Anda sudah di tunggu oleh Ibu Aruna."


"Hmm"


Mereka berdua berjalan mengikuti pelayan yang akan membawanya ke ruangan tempat Aruna menunggu.


Tok


Tok


Tok


CEKLEK


"Maaf Bu Aruna... Pak Alceo sudah datang."


"Iya suruh masuk!"Alceopun masuk dengan diikuti Adam. Aruna seketika mengernyitkan alisnya.


"Al kenapa kamu ajak Adam?"


"Bukan urusanmu!"


"Tapi Aku mau berdua aja!"


"Gue udah nikah, dan tentunya ada hati yang harus gue jaga! To the point, apa yang mau lo bicarakan!" Alceo berubah menjadi datar dan dingin, wajahnya sama sekali tanpa ekspresi. Dalam hatinya Dia selalu berusaha mengingat nama istrinya. Bahkan bayangan-bayangan istrinya yang ia lihat tadi sore belum hilang dari pelupuk matanya.


"Gue hanya mau lo Al, gue ga pa pa jari yang kedua asala itu sama lo!


"Sudah itu saja?"


Ya tentu itu saja karena bagi Aruna ketika Dia sudah bersama Alxeo maka semuanya akan Dia dapatkan.


"Hmm.... asal sama elo Al!"


"Oke!"


Adam tersedak seketika mendengar apa yang di ucapkak bosnya, matanya membulat sempurna. "Apa-apaan ini bos?"


"Oke jika hanya itu saja yang mau elo bicarakan, sekarang gantian gue yang bicara. Dan tentunya setelahnya tidak ada lagi pembicaraan tambahan karena sebeluknya gue sudah bertanya sama lo.


Mulai detik ini gue harap lo jauhin gue, tinggalin gue, jangan ganggu gue! Gue sudah nikah, dan cinta gue hanya untuk istri gue!"


"Tapi Al lo ga bisa nglakuin ini ke gue!"


"Ngelakuin apa maksud elo? Lo yang tetiba datang, Elo juga yang kegatelan, terus lo sekarang nyalahin gue, hah!! Nada suara Alceo mulai meninggi dan tegas.


"Tapi gue cinta sama elo Al!"


"Itu urusan elo! Asala elo tau itu ga bakalan berpengaruh ke kehidupan gue, malah gue akan hancur tanpa istri gue! Lo belum tau siapa istri gue, Dia lebih sempurna dari pada elo!!! Dam kasih suratnya, minta tanda tangannya!"


"Ini Bos."


"Surat pernyataan ini gue buat buat karena elo ga ada jeranya, jika setelah ini elo tetap mengganggu kehidupan rumah tangga gue, gue laporin elo ke polisi."


Adam menyodorkan surat itu yang juga sudah di sertai dengan sebuah materai, dan di tandatangani keduabelah pihak bersama satu orang saksi. Setelah selesai Alceo segera beranjak pergi meninggalkan cafe dan melaju cepat menuju apartemen Dia sudah sangat merindukan istrinya.


🍀🍀🍀


Sesampainya di apartemen, Alceo berharap isttinya masih belum tidur. Jika di lihat dari jam yang melingkar di tangannya masih jam 8 malam, masih bisa di bilang sore untuk tidur.


CEKLEK


Alceo bersorak dalam hati, apa yang di harapkan sesuai ekspektasi. Sudah lama Dia tak melihat istrinya, Aisyah yang masih di sibukkan dengan tugas kuliahnya baru tersadar jika suaminya sudah pulang dan sedang duduk di sofa memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Assalamu'alaykum sayang....''Alceo mengucapkan salam dengan di iringi senyuman termanisnya dua cekungan di pipinya semakin menambah ketampanannya.


"Wa'alaykumussalam..."Aisyah segera beranjak dan mendekati sang suami, meraih tangan sang suami dan dikecupnya dengan takzhim. Membuat hati Alceo berdesir, hal yang paling di rindukannya selama dua bulan ini. "Mas sudah makan?"Tanya Aisyah


"Belum..."Jawab Alceo.


"Ya sudah Ai siapkan air dulu buat mandi, habis mandi baru makan."


"Iya, terima kasih sayang."


"iya mas, sama-sama."


Setelah istrinya keluar dari kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuknya, Alceo segera masuk dan bergegas mandi. Tidak membutuhkan waktu lama, karena Alceo tidak ingin membuang waktu dan kesempatan malam ini untuk memulai meperbaiki semuanya. Alceo kekuar dari kamar mandi sudah melihat baju yang sudah disiapkan oleh istrinya. Kemudian segera turun untuk mencari istrinya, sudah pasti istrinya kini sedang menyiapkan makan malam untuknya. Alceo segera duduk di meja makan sambil memandangi lekat istrinya.


"Kenapa mas? Sudah lapar?''


"Iya mas lapar banget sudah dua bulan puasa, ga berbuka-berbuka."


"Puasa apa dua bulan?"


"Puasa makan kamu."bisik Alceo di telinga Aisyah. Seketika Aisyah meremang, Dia mulai faham arah pembicaraan suaminya.


" Segini cukup mas, Sama lauk apa? Pake sambel ga?"


"Kurang sayang... Maunya nambah nanti 5 ronde."


PLETAK


"Di meja makan di larang mesum! Mau makan apa ga, klo ga Ai balik kekamar."


"Iya iya... temenin ya..."


"Hmmm....."


Alceo memakan nasi yang diambilkan oleh istrinya sesekali menyuapi istrinya. Karena Dia tau istrinya suka di suapi olehnya. Apalagi sedang hamil pasti lapar-lapar, selain bawaan hamil pasti tenaganya sudah terkuras dengan rutinitasnya. Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke kamar. Aisyah menyelesaikan tugasnya yang hampir selesai dengan di temani suaminya.


Alceo duduk di belakan istrinya dan memeluk dari belakang. Mengelus-elus perut istrinya, yang sudah lama tidak di lakukannya.


Alceo merasakan tendangan dari anak yang ada di dalam perut istrinya.


"Sayang baby nendang!" Alceo terpekik kesenengan, semakin memeluk erat dan masih sambil mengelus perut buncit istrinya.


"Sudah 5 bulan ya sayang, Maafkan mas ya... Maaf sudah melewatkan waktu dua bulan ini. Beri mas kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya Ai."


"Mas.... Kan sudah Ai bilang, Ai sudah memaafkanmu mas. Untuk waktu dua bulan yang terlewat semoga bisa jadi bahan renungan, bahan pelajaran agar tidak terulang."


"Mas janji sayang..." Alceo memelukistrinya semakin erat, menyalurkan semua rasa rindunya yang tak terbendung lagi.


''Oh iya, besok memang ada acara apa sih yank. Endrew ngajak mas untuk ikut."


"Lihat aja besok mas.."


"Jangan bikin mas penasaran donk yank."


"Sssttt... Tidur mas Ai sudah ngantuk!"


"Yang boleh berbuka?"


"Hmm.... Hanya ini tidak lebih!''


"Mana bisa yank, mas ga janji bisa nahan yank!"


"Ya sudah terserah!"


"Yankkk...."Alceo segera membungkam bibir istrinya yang akan mengatakan sesuatu. Ciuman lembut itu semakin panas Aisyah kwalahan, Aisyah ingin memberontak namun reaksi tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi. Sungguh melenakan, dan yang selama ini juga di rindukannya.


Malam itu mereka berdua sama-sama berbuka setelah dua bulan sama-sama berpuasa karena permasalahan rumah tangganya.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Rutinitas pagi yang hampir sama dirasakan oleh ibu rumah tangga sudah menjadi kegiatan rutin yang mengasikkan bagi Aisyah. Pagi ini mereka sengaja bangun lebih cepat karena akan pergi ke suatu tempat.


Mereka pergi berenam dengan memakai mobil milik endrew. Aisyah dan Alceo sudah bersiap-siap akan pergi, sedang menunggu Endrew yang akan menjemputnya. Mereka berdua sedang duduk di loby apartemen.


"Selamat pagi pak Al?"


"Selamat pagi pak Bowo."


"Mau jalan-jalan pak?"


"Iya pak, sama istri Pak refreshing."


"Oh iya.... Selamat bersenang-senang pak."


TIN


TIN


TIN


"Mas... Mereka sudah datang."


"Oh... yukk!" Alceo meriah tangan istrinya dan mengandeng mesra istrinya.


"Al lo di tengah sama istri lo, Julio sama Roro di belakang!"


"Okay!"Alceo sambil mengacungkan jempolnya.


Setelah mereka berdua masuk, Endrew segera menjalankan mobilnya.


"Hai Ai... Sehat Ai gimana ponakan aku?"


"Alhamdulillaah sehat Aunty."


"Tuh Roro dah mau nyusul juga."


"Hah.... Beneran sudah jalan berapa Ro?"


"5 Minggu Ai..."


"Alhamdulillaah... Sehat-sehat terus ya Ro."


"Tokcer juga lo!" Alceo menimpali


"Lo kapan Drew? Kalah lo sama Julio!"


"Ckkk Doain gue bentar lagi SAH!"


"Aamiin...."serentak semua memgaamiinkan.


Tring Tring Tring


Suara handphone Shinta berbunyi, Shinta mengernyitkan alisnya dilihatnya ada panggilan dengan no tak dikenal. Namun Dia tetao memutuskan untuk menjawabnya.


"Assalamu'alaykum...."


"Wa'alaykumussalam"


"Maaf dengan siapa ya?"


"Shinta ini Aku, Syafiq."


"Oh maa sya Allaah... Kak Syafiq gimana kabarnya?"


DEG


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...SELF REMINDER...

__ADS_1


...~Pada dasarnya, yang akan bertanggung jawab atas rasa bahagia dan sedihmu adalah dirimu sendiri. Jadi berhentilah berekspektasi pada manusia.~...


__ADS_2