SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 15 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Didalam ruangan berbeda, 2 anak manusia sama-sama sedang memikirkan masalah mereka. Yang satu bingung antara dua pilihan dan yang satunya menyesali atas tindakan atau kesalahan yang dibuat kepada suaminya.


Setelah Aisyah merasa cukup dan dirasa emosinya sudah reda, bahkan suasana hatinya sudah mulai stabil. Aisyah keluar dari mushola di lantai yang sama dengan ruangan suaminya. Dia berjalan cepat agar tidak bertemu suaminya, namun tak disangka mereka dipertemukan kembali. Mereka berpapasan di ujung lorong dan sama-sama akan ke tempat yang sama. Yaitu lapangan rumput tempat berkumpulnya para mahasiswa yang akan melakukan edusos.


"Aisyah...."Alceo mencekal tangan Aisyah dan menariknya masuk ke arah tangga darurat dan memeluk erat Aisyah. "Maafkan Aku, Aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan melepasnya."ujar Alceo meyakinkan Aisyah.


"Buktikan... Dan lepaskan saya."ucap Aisyah


Alceo tetap pada pendiriannya, tidak melepaskan pelukannya pada Aisyah malah sebaliknya semakin erat memeluknya. "Maafkan Aku Ai, bisakah masalah ini kita bicarakan dengan baik-baik? Tanpa emosi, tanpa mengedepankan ego kita? Kita tidak akan mendapatkan solusi yang baik jika kita nantinya saling menghindar, bukankah kita harus duduk bersama menyelesaikan masalah,hmmm?"ucap lirih Alceo di telinga Aisyah


Pertahanan Aisyah tumbang juga, air matanya tidak bisa lagi di ajak kompromi. Alceo merenggangkan pelukannya melihat pada Aisyah yang kini menundukkan wajahnya. Alceo memegang dagu Aisyah dan mendongakkan ke arahnya untuk di lihatnya. Ia sangat sakit melihat air mata Aisyah, entah ini baru pertama kali ia rasakan dan perasaan bersalah itu semakin besar. Alceo menurunkan cadar Aisyah dan mengecup bibir ranum Aisyah. Tidak ada penolakan dari Aisyah, Alceo kembali mencium bibir Aisyah m*****t lembut. Aisyah memejamkan matanya, tidak di pungkiri Aisyah merasakan ketenangan dalam pelukan suaminya. Ciuman itu semakin menuntut, Aisyah mulai membalas ciuman itu walau masih kaku. Hingga Aisyah merasa hasratnya mulai keluar dan Aisyah menyudahinya. Aisyah menepuk lembut dada Alceo, dan membenamkan kepalanya ke dada suaminya.


"Maafkan Aku sayang... Maafkan mas ya...."mohon Alceo lagi. Aisyah hanya menganggukkan kepalanya, Alceo mengeratkan pelukannya. Untuk beberapa saat mereka masih dengan posisi yang sama. Alceo mengurai pelukannya, membenahi cadar Aisyah kembali. Mereka saling bersitatap, mencoba megarungi perasaan masing-masing.

__ADS_1


Aisyah ingat dengan apa yang pernah Dia baca, "Bersikap lapang dada untuk menerima kekurangan dan kelemahan masing-masing serta berusaha menumbuhkan rasa kasih sayang dan sikap pemaaf. Dan semua pihak yang dimintai maaf hendaklah segera memberikan maaf, agar hati kembali bercahaya dan bersih dari perasaan jengkel, kesal dan dengki."


"Maafkan Aisyah juga mas, tindakan Aisyah tadi juga tidak bisa dibenarkan. Semua keputusan Ai serahkan sama mas Al. Ai sebagai istri hanya bisa mendukung yang terbaik, mengingatkan arah pulang ketika suami Ai akan tersesat. Dengan usia pernikahan yang baru 1 hari Ai masih perlu banyak lagi belajar sebagai istri yang baik, Ai perlu mengenali lebih dalam siapa suami Ai bagaimana sifat suami Ai, makanan kesukaannya atau yang tidak dia suka. Dan tentu masih banyak yang lainnya yang perlu Ai pelajari."ucap Aisyah dalam pelukan Alceo.


"Bantu mas untuk bisa menjadi imammu Ai..."ucap lirih Alceo, sungguh perasaan takut kehilangan Aisyah lebih tinggi daripada kehilangan Karol.


"Kamu jadi ikut Edusos kan?"tanya Alceo, dijawab anggukan oleh Aisyah. "Bareng sama mas aja ya, mas ga bisa lihat kamu bawa motor ngebut. Mas takut kamu kenapa-kenapa. Sama mas ya...."mohon lirih Alceo


"Klo Ai sama mas, gimana ngomongnya sama teman-teman mas?"jawab Aisyah


"Ta...tau dari mana mas?"tanya Aisyah kembali.


"Semalam mas sudah mengirim bukti pernikahan kita ke pak Handoko untuk di infokan di kampus. Dan apakah kamu lupa jika Pak Handoko juga datang ke pernikahan kita kemarin?"ujar Alceo, "kamu terlalu menghayati pernikahan kita ya, hingga kamu ga respect sama keadaan sekitar kamu?

__ADS_1


"Kok mas ga bilang ke Ai, Ai musti gimana nanti. Kan Jadi malu mau nemuin mereka.


"Ssstt.... Ga usah malu, lagian kita kan pasangan halal. Udah yuk kita sudah waktunya kumpul dan mas mau kasih pembekalan dulu."hanya di jawab anggukan oleh Aisyah. Alceo menyatukan tangganya dengan tangan Aisyah mereka berjalan berdua menuju tempat berkumpulnya peserta edusos. Dari jauh sudah terlihat jika arah pandang semua mahasiswa mengarah pada mereka berdua. Alceo semakjn mengeratkan tautan tangannya memberikan semangat. Hingga mereka sampai di depan para mahasiswa.


"Silakan Pak Al, semua sudah siap."ucap Pak Anton. "Hmm" jawab Alceo.


"Selamat siang semuanya, sebelum kita melakukan kegiatan edusos. Saya akan memberikan kabar bahagia dari kami. Saya Alceo dan Aisyah sudah melangsungkan pernikahan kemarin. Saya sampaikan disini untuk menghindari fitnah-fitnah yang mungkin akan terjadi pada Istri saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih."


Acara di lanjutkan dengan pembagian kelompok, dan pemberangkatan menggunakan bus kampus. Ini adalah kegiatan pertama yang di ikuti Alceo, karena Dia ingin langsung meninjau kegiatan-kegiatan rutin yang diadakan di kampus.


"Sayang berangkat sama mas ya....."


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


...Maukah aku khabarkan kepada kalian tentang isteri kalian yang berada di surga? Kami berkata,”Ya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Dia adalah wanita yang sangat mencintai lagi pandai punya anak, bila sedang marah atau sedang kecewa atau suaminya sedang marah maka ia berkata: Inilah tanganku aku letakkan di tanganmu dan aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau ridha kepadaku”...


__ADS_2