
Usaha Alceo untuk membangunkan istrinya membuahkan hasil. Gerakan pelan tangan sang istri di rasakannya, namun mata istrinya masih setia terlelap. Alceo berusaha terus menghangatkan tubuh istrinya melumurinya dengan minyak kayu putih di seluruh tubuh istrinya.
Menyesal itulah yang kini di rasakan oleh Alceo, entah ketika istrinya bangun nanti apakah akan memaafkannya atau tidak. Dalam satu waktu istrinya melihatnya berpelukan dengan wanita lain. Hanya karena rasa kecewanya Dia berbuat seperti itu. Yang seharusnya masih bisa di bicarakan dengan baik-baik. Toh acara itu masih 3 bulan lagi, istrinya juga belum memutuskan akan tetap mengikuti atau tidak. Alceo baru sadar bahwa izin dari suaminya yang paling utama bagi istrinya. Jika di ingat lagi Aisyah hanya bertanya kepada dokter, dan belum memutuskan. Lagi-lagi kebodohannya menyakiti istrinya.
Tepat ketika adzan subuh Aisyah mulai mengerjapkan matanya. Merasakan pening yang tak terperi dari kepalanya. Dia berusaha menetralkan dirinya untuk mengurangi rasa sakit dari kepalanya. Aisyah mulai bergerak hendak bangun dari tidurnya. Dia hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera menuju panggilan sang Ilahi Rabbi. Ada yang di lupakannya, rasa perih dan ngilu dari kakinya baru terasa ketika Dia mulai menginjakkan kakinya di lantai.
"Ssstttt..... Astaghfirullaah."Desisan dari mulut Aisyah terdengar oleh Alceo. Yang juga tak ayal Dia segera bangun dan hendak membantu istrinya.
"Sayang.... Kakimu masih terluka mas bantu ke kamar mandi."Alceo sudah memposisikan dirinya hendak menggendong istrinya namun di tolak oleh Aisyah.
"Terima kasih mas, Aku bisa sendiri."Aisyah melanjutkan langkahnya walau dengan rasa perih dan ngilu di tahannya. Dengan pelan dan tertatih-tatih akhirnya Aisyah sampai juga di kamar mandi
Aisyah hanya mencuci muka, gosok gigi dan mengambil wudhu. Dan setelahnya Ia segera melakukan ibadah sholat subuhnya. Aisyah masih belum mengeluarkan suaranya, Dia masih kecewa dengan suaminya bahkan bayangan suaminya yang berpelukan denga wanita lain masih jelas di pelupuk matanya.
TOK
TOK
TOK
Alceo membuka pintu kamarnya, sudah terlihat mamanya disana.
"Gimana Aidyah Al?"
"Sudah bangun ma."
Mama Alceo Segera masuk ke kamar Alceo walau belum di persilahkan oleh si empunya.
"Sayang.... Gimana, mana yang sakit?"
"Ma.... Alhamdulillaah Ai baik-baik saja ma, hanya sedikit pusing dan perih di kaki saja."
"Mama ambilkan sarapan ya, Kamu makan di kamar saja."
"Ma.... Bolehkah Ai meminta sesuatu?''
__ADS_1
"Apa itu sayang?"
"Ai ingin tinggal di apartemen saja, boleh kan ma?"
"Kenapa nak.... Disini ada mama, jika ada apa-apa sama kamu banyak yang menjagamu."
"Ma.... Aisyah sangat bahagia dan bersyukur, menjadi menantu mama yang menyayangi Aisyah sepetri bunda. Aisyah merasakan lagi kasih sayang itu setelah bertahun-tahun tidak Aisyah rasakan, terima kasih ma.... Tapi izinkan Aisyah dan mas Al tentunya untuk tinggal di apartemen agar kami bisa lebih mandiri, bisa lebih dewasa lagi. Ai janji akan sering kesini, boleh ya ma?"
"Nanti kita bicarakan lagi ya, sekarang Kamu harus sarapan dulu kasih dedek bayinya dari semalam belum makan kan?"
"Baik ma, terima kasih."
"Al... Mama mau bicara sama kamu sebentar!"
"Sayang mas keluar sebentar ya,jangan banyak bergerak karena kakimu lukanya masih basah."ucap Alceo sambil membelai pipi Aisyah dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Aisyah.
Di ruang kerja papa Alceo, kini sudah ada mama, papa serta Alceo. Ruangan luas itu terasa sempit dengan aura dari dua orang paruh baya yang terlihat menyeramkan.
"Al... Kamu dengar sendiri apa permintaan Aisyah, menurutmu bagaimana?"
"Kamu kira dengan mudah istrimu bisa memaafkanmu!''
"Ma...."
"Mama tau, Aruna cinta pertamamu. Tapi juga perlu kamu tau jika kamu sekarang sudah beristri."
"Ma... Al tau Al salah ma...."
"Jika kamu tau itu salah, kenapa kamu ga menolak ketika Aruna memelukmu. Tidak hanya didepan Aruna, bahkan rasa seganmu seketika hilang di depan mama dan papamu sendiri!"
"Al.... Papa sama sekali tidak membenarkan apa yang kamu lakukan, hati wanita itu sangat lembut Al. Sekali kamu menggoreskan luka disana, tidak akan mudah menyembuhkannya. Ibarat hati seorang wanita adalah sebuah gelas kaca, jika gelas itu sudah retak apalagi pecah walau kamu berhasil memperbaikinya retak dan rasa luka itu akan tetap ada. Jangan sampai istrimu tersakiti dengan wanita di masa lalumu. Kamu lupa jika istrimu hampir saja kehilangan bayinya karena kekasihmu, jika kamu lupa akan papa ingatkan!"
"Maaf.....!"gumam Alceo
"Jangan jadi pecundang untuk masalah hati, utamakan siapakah yang berhak untuk kamu cintai saat ini."
__ADS_1
Alceo masih di ruang kerja papanya merenungi setiap ucapan papa dan mamanya. Aruna adalah gadis yang jadi cinta pertamanya sejak kecil. Gadis yang dari dulu menjadi ratu tertinggi di hatinya. Lalu Karol? Karol hanya persinggahan, Alceo tidak benar-benar mencintai wanita itu, Dia hanya sebagai pelampiasan rasa kecewanya pada Aruna yang tiba-tiba pergi begitu saja.
"Aruna.... Apa yang kamu lakukan, setelah sekian lama menghilang kenapa kamu hadir di waktu Aku sudah beristri!"
🍀🍀🍀
Aisyah makan ditemani oleh mamanya Alceo, sungguh suatu keberuntungan Aisyah memiliki mertua sebaik mertunya.
"Makan yang banyak ya sayang, biar cepat sembuh dan sehat."
"Terima kasih ma...."
"Sayang untuk permintaanmu tadi, apakah.... Benar-benar Kamu menginginkan tinggal di apartemen?''
"Ma... Bantu Aisyah untuk melihat kesungguhan mas Al. Aisyah tau wanita tadi malam ada hubungan yang belum terselesaikan dengan mas Al. Aisyah tidak mau menjadi beban untuk mas Al, biar mas Al lebih dewasa dan bisa berfikir keputusan apa yang akan Dia ambil. Toh Aisyah masuk di kehidupan mas masih hitungan bulan kenangan manis yang kita pahat bersama belum terlalu dalam. Jika takdir Allaah mas Al tidak disisi Aisyah dan sebaliknya, kami masih bisa dengan mudah menghapus perlahan memory itu."
"Sayang jangan bicara seperti itu nak...."mama Alceo sudah terisak dalam pelukan Aisyah. "Maafkan Al sayang..... Jangan berpisah dari Al, mama sayang sama kamu Ai."
"Aisyah sudah memaafkan mas sebelum mas Al meminta maaf ma, bisa jadi apa yang terjadi akibat dosa-dosa Aisyah di masa lalu. Bisa jadi itu sebuah teguran dari Allaah agar Aisyah menjadi lebih sabar, lebih tawakal dan tentunya lebih taat lagi dalam beribadah. Kita selalu berdoa ya ma, semoga takdir yang terbaik nanti yang di berikan oleh Allaah kepada kita.
Jika boleh Aisyah sore ini pindah ke apartemen ya ma, karena besok Aisyah harus kuliah. Karena satu pekan ke depan cukup padat, takutnya tidak keburu lagi untuk pindahan."
"Iya sayang, mama doakan yang terbaik untuk kalian berdua. Mama akan sering-sering datang kesana, nanti mbok Darmi dan Dewi ikut sama kalian ya untuk bantu-bantu disana. Jangan menolak, Mereka yang akan bantu mama untuk menjagamu disana."
"Terima kasih ma.... Terima kasih."
"Sama-sama sayang."
Dibalik pintu Alceo mendengar semua yang dibicarakan oleh istri dan mamanya. Sungguh rasa bersalah itu semakin besar, tanpa diberi tahu istrinya sudah bisa membaca apa yang terjadi dengannya dan Aruna.
"Aruna...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...~Angin yang bertiup bukan hanya hendak menggugurkan sebuah daun. Namun untuk menguatkan akar yang menghujamkan ke tanah.~...
__ADS_1